Senin, 24 Oktober 2016

Public Cupping di Noah Barn

Pada awal awal mencoba kopi asli di sebuah cafe saya sempat ngobrol dengan barista yang waktu itu bertugas. Sebelum menyeduh saya disarankan untuk mencium dulu aroma kopi, kopi yang tertutup tas plastik itu saya cium baristanya bilang kalau kopinya sudah lama. Saya mengiyakan saja untuk menyeduh kopi itu. Setelah kopi tersaji obrolan tentang kopi kembali berlanjut, saya disarankan untuk mencoba datang ke Noah Barn sebuah coffee shop yang punya alat alat canggih.

Pergi ngopi ke Noah Barn tidak pernah saya niatkan dengan baik. Mengingat lokasi dan tempatnya cukup besar rasanya tidak fleksibel untuk bergerak. Saat tahu ada public cupping disana. Ruang parkir untuk motor tidak begitu besar saat memasuki pintu masuk saya disambut oleh waiters yang menanyakan tentang cupping, kemudian saya disuruh langsung ke belakang. NOAH BARN lokasinya cukup luas, tatanan kursi mejanya dibuat dengan mewah.

Public Cupping berlokasi di ruangan paling ujung yang juga menjadi tempat gudang. Di gudang itu dipenuhi oleh karung-karung kopi dan plastic bag berisikan beans yang sudah di roasting. Yang lain dari pada public cupping sebelumnya pesertanya tidak hanya di kalangan anak muda saja, tapi ada juga orang tua yang sudah berubah suami istri datang begitu kompak. Kopi kopi yang akan di cupping datang dari benua afrika. Ada dari ethiopia, kenya, rwanda, tanzania dan el costa total ada 2 cup.

Mencium aroma satu persatu menjadi cara untuk membuka cupping. Mencium aroma kopi pada saat kering tentu perlu keahlian.