Baru saja, saya menghadiri sebuah diskusi yang sampai acaranya berakhir tidak ada kopi, cemilan apalagi, untuk segelas air mineral gratis pun tidak diberi. Kalau kata penyanyi dangdut Cita Citata “Sakitnya Tuh Disini”
Diskusinya sendiri diadakan di Bandung Creative City Forum atau disingkat BCCF Simpul Space #3 pihak penyelenggara bukanlah dari BCCF tapi promotor acara IDEA FEST di pintu masuk terpampang x banner yang sudah jelas sebagai strategi untuk mempromosikan acara. Pemaparan awal datang dari seorang lelaki asal Surabaya yang merantau ke Jakarta, ia berkecimpung di industry kreatif selama 15 tahun diantara karya karyanya adalah portal online Kapanlagi.com dan Vimela.com
Adapun tema yang diangkat untuk acara nanti adalah “Creativity With Purpose” di mana para pelaku usaha diajak untuk membuat usaha yang membawa nilai sosial yang bisa memecahkan masalah yang ada di lingkungan masyarakat sekitar. Dari setiap pemaparan dengan adanya pengulangan acara beberapa kali jelas sudah nilai “promosi” jadi yang utama. Mungkin nilai nilai lain bisa disampaikan setelah sekiranya proses promosi acara berhasil. Itu
Hadirnya fastival kreatif seperti ini baik itu di Jakarta atau Bandung terkadang membawa kita pada titik jenuh atau bosan apabila pembicaranya itu itu melulu. Tapi rasa bosan itu tidak akan terjadi, kalau pembicaranya bisa memberi angin segar baru dari apa yang disampaikannya nanti. Pembicara populer yang akan hadir adalah Andy F Noya host acara KickAndy disebutkan juga nama lain seperti Rene Suhardono dan Yoris Sebastian.
Baiklah, Indonesia tidak kekurangan tokoh inspiratif di bidang social atau bidang lainnya. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa Andy F Noya harus kembali menjadi pembicara mengingat di IDEA FEST edisi pertama, dia juga pernah menjadi pembicara. Apa mungkin pihak penyelenggara sudah kehabisan sosok orang inspiratif yang bisa mengundang banyak peserta? Pihak penyelenggaranya sendiri yang bisa menjawab. Bukankah pernah dibawas juga bahwa Rumah Zakat adalah sebuah lembaga social, lalu kenapa tidak coba terobosan baru dengan mengundang pendiri rumah zakat. Bukankah itu relevan dengan tema yang diangkat?
Nama Rene Suhardono saya kenal lewat artikelnya tentang passion di salah satu media online dan bukunya sudah menjadi national best seller, saya pernah melihatnya di toko buku Gramedia. Anak anak muda Jakarta yang punya passion atau mimpi tentu mengenal baik sosoknya bahkan pernah membaca bukunya. Pihak penyelenggara tentu pintar melihat sosoknya yang mampu menarik peserta dari kalangan anak muda. Saya tidak ada rasa benci sedikit pun pada mas atau bang Rene, dalam hal ini saya punya sudut pandang yang lain. Bukanlah seorang yang kreatif itu harus punya sudut pandang yang beda, saya ingin pembicaranya adalah Romy Rafael karena lewat dia, para peserta bisa belajar bagaimana caranya membaca pikiran, neuro linguistic program, micro expression dan body language reading.
Bicara dunia kreativitas di Indonesia nama Yoris Sebastian pasti selalu dilibatkan baik itu sebagai juri, pemateri dan pembicara. Sepak terjang dan karya karyanya sudah tidak diragukan lagi. Tapi, apakah setiap acara harus melibatkannya sebagai pembicara? Bagi orang yang belum mengenalnya tentu akan menjadi sesuatu yang berkesan, tapi bagi yang sudah menghadiri seminarnya tentu akan merasa (sedikit) bosan. Kota kota lain di Indonesia masih dipenuhi oleh orang-orang kreatif yang karya mereka mampu memberi solusi atas setiap permasalahan di lingkungannya, salah satu dari merekalah yang harus mulai dikenalkan ke public yang lebih luas. Pada akhirnya, akan dating waktu di mana orang tidak populer akan dicari daripada yang sudah populer. Alsannya sudah jelas karena bosan.
Tidak tersedianya kopi tentu bisa sedikit terobati dengan melihat dua sosok bidadari dari kota metropolis pertama operator yang duduk bersebelahan dengan moderator. Sosoknya sedikit garang, sungguh mengundang rasa penasaran dan bidadari keduanya adalah mbah uti yang benama lengkap Chaerany Putri founder dari GerakCepat.com, kalau kamu punya ide untuk solusi permasalahan sosial, silahkan kirimkan ide tersebut lewat www.ideafest.id lumayan hadiah totalnya 200 juta untuk tiga orang pemenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar