Kamis, 30 Juni 2016

Bulan Juli Bersemi

Acchhh...sudah bulan Juli lagi di bulan ini juga umat islam akan bertemu dengan hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal hari Lebaran. Kemarin malam, saya baru mendapat gaji dari Abang hasil menjaga kedai beberapa hari. Hanya sekedar gaji alakadarnya bukan THR. Saat datang waktu buka, saya bersama beberapa orang teman sepakat untuk membeli mie ayam dan baso di jalan Karawitan. Semangkuk baso harganya tidak mahal hanya Rp 10.000 saja dan mie ayam Rp 8.000,- untuk mie ayam ditambah baso harganya bisa jauh diatas rata-rata yaitu Rp 17.000 hal itulah yang membuat saya kaget juga penasaran. Untuk memastikannya, saya bertanya langsung dan benar saja harganya memang segitu.

Mari kita bicara Sari sekarang, dia adalah seorang anggota Komunitas Aleut yang baru. Sehari-hari bekerja di bidang travel, nama perusahaannya adalah M-Tour dulunya adalah Cipaganti. Sekarang kepemilikannya ada investor dari Filipina. Dulu Cipaganti sempat mengalami masa kejayaan juga pelopor dalam bidang travel karena ada kesan terlalu terburu-buru dalam mengembangkan usahanya. Pada akhirnya yang terjadi perusahannya malah gulung tikar, perputaraan uang investor lembat menjadi salah satu penyebabnya.

Bekerja di bidang travel mengharuskannya menggunakan baju yang rapi. Setiap Senin dan Selasa menggunakan baju resmi, hari Rabu dan Kamis menggunakan stelan rapih sedangkan hari Jumat dan  Sabtu bisa menggunakan kaos berkerah. Sari ini belum banyak saya ketahui asal usulnya, status percintaan masih sendiri dan di Bandung tinggal di kosan yang letaknya ada di jalan BKR. Karena masih sendiri tidak jarang dia dan temannya yaitu Thinthin sering menjadi korban bully sampai hari terakhir menjelang lebaran, ia belum diberi libur rencananya di hari lebaran akan mudik ke kampung halamannya.

Absennya Iwan di hari Rabu membuat saya harus masuk menggantikannya, suasana sore itu belum ada sesuatu pun yang menunjukan akan adanya pengujung. Bekerja di kedai kopi membuat harus mempersiapkan hal-hal yang perlu yaitu teh yang siap untuk dituangan dan es batu untuk minuman dingin. Malam hari terasa sepi ditambah hujan mengguyur Solontongan, Bilven datang malam itu bersama dengan temannya membawa buku Pernik KAA 2015 yang sudah dicetak. Buku ini dicetak bekerjasama dengan penerbit Ultimus dan sempat ada kesalahan cetak di alamat website milik penerbit buku ini.

Di hari terakhir bulan Juni masih ada Kamisan, Iwan absen bekerja. Saya jadi teringat orbolan malam ini tentang tujuan hidup lalu teringat akan keinginan di lebaran tahun lalu. Kalau sudah bekerja ingin memberikan THR kepada keponakan dan saudara-saudara yang ada di kampung halaman. Yang terjadi pekerjaan jelas belum ada, kalau tidak ingin bekerja di orang lain bekerjalah untuk diri sendiri. Betapa nikmatnya bisa menentukan THR sesuai dengan keinginan sendiri.