Rabu, 30 November 2016

Jangan Main-Main Dengan Barry Prima

Untuk menambah postingan dan mendisiplinkan diri dalam hal menulis maka perlu untuk membuat beberapa postingan setiap bulan. Tulisannya bisa apa saja mulai dari refleksi, cerpen, esai, resensi sampai menerjemahkan artikel dalam bahasa Inggris. Di bulan November ini di suatu pagi, saya tergerak untuk mengisi perut dengan bubur Mang Andi, bubur ini punya daya tarik bukan sekedar dari rasanya saja, para pembelinya sampai obrolan yang terjadi kala menikmati bubur. Di samping mang Andi ada penjual kupat tahu dan di ujung pasar buku Palasari ada penjual kelapa muda.

Di sinilah cerita akan bergulir seperti pementasan teater yang harus totalitas. Dua orang penjual kelapa muda sama-sama punya muka masam, terasa kurang ramah dan menjawab seperlunya pertanyaan dari pembeli. Gerakan dalam memecahkan kelapa begitu  menggetarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar