Bapak bekerja menjadi tulang punggung keluarga selama 32 tahun, hari ini 28 April 2017 masa tugasnya berakhir. Bapak resmi pensiun dari Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala Bidang di Dinas Sosial. Dinas sosial menjadi pelabuhan terakhir, setelah dipindah pindahkan tugas mulai dari Disnaker, BKD, Dinas Catatan Sipil sampai terakhir di Dinas Sosial. Di hari perpisahannya semua pegawai turut bersedih itulah yang diceritakan sebelum tidur. Siang hari saat pulang ke rumah mobil dinas Suzuki Avanza sudah tidak terlihat lagi di tempat parkir biasa. Masa pensiun ini harus siap dihadapi oleh bapak dari hari ke hari.
Bekerja menjadi seorang PNS bukanlah hal yang mudah. Sejak awal-awal bekerja profesi ini tidak menjamin karena gajinya yang terbilang sedikit. Oemar Bakti lagu yang dinyanyikan Iwan Fals mewakili kondisi sebenarnya bagaimana seorang guru PNS harus bergelut dengan kehidupannya. Bagi saya bapak adalah seorang pekerja keras, mau belajar sesuatu yang baru dan seorang yang menganyomi kepada bawahannya. Momentum pensiun yang seharusnya dirayakan hanya angan-angan belaka, punya atasan yang pelit minta ampun imbasnya adalah setiap pegawai yang pensium dibiarkan pergi begitu saja. Dari yang sejak awal di Dinas Sosial tidak ada perayaannya sama sekali.
Hal yang terlihat dari pensiunnya bapak adalah beberapa barang miliknya yang dikemasi dari kantor dipindahkan ke rumah. Mulai dari tas, foto-foto, arsip sampai barang lainnya. Fasilitas kantor kini tidak bisa dinikmatinya lagi, menjelang pensiun bapak sering bercerita kalau kondisi ruangnnya sudah nyaman dilengkapi dengan TV dan cukup luas. Pada saat menjalani kunjungan kerja, bapak sering kali membelikan banyak oleh-oleh untuk keluarga, saudara dan teman-teman yang ada dirumah. Dia tidak pernah lupa membagikan oleh-oleh. Saya tak kuasa untuk menahan kesedihan ini. Semangat dan kerja keras bapak perlu dicontoh.
Di dinas sosial tugas bapak adalah menghadapi orang-orang yang bermasalah mulai dari orang gila, anak jalanan sampai tunawisma. Tidak jarang pernah suatu malam bapak datang ke porles karena mendengar kabar penjualan manusia. Selain itu para penyandang cacat turut menjadi bagian dari tugasnya. Bapak mungkin akan rindu makan siang di kantin langgananannya, menu favoritnya adalah pepes iklan. Setiap kali berkunjung ke kantor, saya tidak lupa diajak makan siang di kantin. Mungkin pemilik kantin juga akan merasa kehilangan, kalau seandainya tahu bapak kini sudah pensiun dan bapak jelas tidak memberitahukan hal ini. Saya menulis catatan ini sambil berkaca-kaca turut merasakan kesedihan yang bapak rasakan.
Mobil dinas digunakan terakhir kali saat makan malam bersama di Pick Me pada hari Kamis, di malam itu yang jadi bahan obrolan tidak lepas dari soal pensiun diselingi dengan obrolan untuk mengisi kegiatan yang kosong. Bagi seorang pegawai masa pensiun mungkin tidak pernah diinginkan namun semua itu tentu akan tetap datang. Pesan yang masih diingat dari bapak adalah, setelah masa pensiun saat mengadakan pesta pernikahan belum tentu semua yang diundang akan datang karena di waktu itu mungkin pikiran orang sudah berubah, tidak ada lagi jurang pemisan juga ikatan antara atasan dan bawahan itu juga yang membuat orang-orang akan cuek. Dalam hati, saya berharap hal itu jangan sampai terjadi. Selamat menikmati masa-masa pensiun bapak, semoga menjadi manusia yang selalu bahagia dan bersyukur sampai nanti ajal menjemput. Perjalanan hidup masih panjang, karena masa pensiun bukan berarti akhir dari segalanya. Yang utama adalah keluarga kita.