Saya belakangan harus mempelajari apa yang menjadi topik obrolan bersama konsumen. Menangani bar manual brew bukan sekedar mengerti asal usul kopi, tapi perlu juga mencairkan suasana sambil membiarkan konsumen memilih kopi. Beruntung kalau bisa membuat konsumen meninggalkan kesan akan kopinya, rata ratanya ada yang minum ditempat karena masih lama menunggu keberangkatan kereta dan adalagi yang sengaja membawanya untuk diminum di kereta dimasukan kedalam tumblr yang dibawa.
Bagi mereka bisa minum kopi yang diinginkan memberi kesan yang menyenangkan.
Paling mudah memulai obrolan bersama konsumen dari menanyakan jam keberangkatan dan antara akan pergi kemana nantinya. Jika konsumen pergi ke Jakarta itu tidak jauh untuk bekerja atau mengunjungi keluarga. Kalau hari ini ada dua orang datang pergi ke Malang, pengetahuan tentang malang ini juga penting. Apa saja hal yang khas di kota ini, kalau yang datangnya sekeluarga tidak perlu banyak mengobrol.
Kopi tidak pernah berdiri sendiri, ada waktu di mana makanan lebih dulu ditanyakan didepan kasir. Dari banyaknya rentetan menu, kasir juga belum pandai merekomendasikan makanan apa yang bisa dipesan dengan cepat atau direkomendasikan. Bulan ini juga ada tea bar, bar yang semunya diisi dengan teh spesial (specialty tea) ada teh single origin dan teh blend racikan dari Sila tea yang berlokasi di Bogor. Teh blend ada banyak macamnya seperti Mojang Geulis yang jadi favoritnya Ridwan Kamil, teh hitam yang dipadukan dengan rempah dan teh hijau dicampur bunga jasmine cocok untuk diminum saat santai. Baiknya satu persatu teh itu bisa saya rasakan, takaran untuk menyeduh teh memah tidak banyak perbandingannya 1:100 1gram teh untuk 100ml air.
Dari sekian banyak konsumen yang datang, ada hal yang kadang tidak terduga. Teman yang sempat kita kenal bisa bertemu dalam satu waktu, dia datang dengan pengalaman yang lebih luas seperti pergi keluar negeri untuk melanjutkan studi lalu sekian lama tidak minum kopi Indonesia dengan metode V60.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar