Senin, 29 Juni 2020

Resign dari Biro Psikologi

CONTRAST sebuah coffee shop yang berlokasi di jalan Anggrek Bandung punya daya tarik dari segi kopinya yang enak, baristanya yang terlatih dan berpengalaman ditambah tempat yang mendukung suasana. Saya mengajak seorang teman untuk kopi, teman perempuan karena sejak berlakunya New Normal beberapa tempat di Bandung sudah membolehkan untuk dine in.

Teman perempuan ini bekerja di biro psikologi kurang lebih pekerjaan menyiapkan training perusahaan juga menyediakan rekturment SDM berkualitas. Dia sudah cukup lama bekerja di tempatnya sekarang belakangan sehabis pulang kerja selalu menyempatkan untuk olahraga lari. Lari dengan target sekian kilometer dengan bantuan aplikasi. Banyak sekali memang aplikasi untuk membantu mengukur sudah seberapa jauh berlari. Kalau saja kita berpacaran olahraga berdua tentu menjadi kencan yang mengasikan.

Teman saya ini punya waktu untuk ngopi sehabis pulang kerja. Sore menjelang magrib dia keluar dari tempat kerjanya. Sebelumnya ada pesan whatsapp darinya kalau cuaca di tempat kerjanya sudah turun hujan. Saya sudah punya prediksi kalau ngopi di contrast tidak akan jadi. Saya mengerti kondisi pandemi situasinya belum sepenuhnya aman juga Bandung masih sepi.

Pergi ke contrast tidak akan jadi. Saya menawarkan opsi untuk pergi ke kedai kopi yang dekat dengan tempat kerjanya yaitu Marones ada di Padasuka. Karena faktor jarak dan waktu juga tempat yang dipilih untuk ngopi jadilah ke Dewaji Coffee ada di Ujungberung.

Saya sampai ke Dewaji lebih awal, dia masih diangkot. Saya berkeliling sebentar ke lantai 2 untuk melihat situasi yang terjadi. Saya mengirim pesan di WA ada dilantai bawah. Padahal saya belum masuk masih menunggu diluar disebuah dengan cahaya lampu yang sedikit redup. Coffee shop ini bersebelahan dengan sekolah TK jadi di sekitar halamannya ada beberapa permainan ayunan, serodotan, dll.

Saya dan dia memesan kopi, saya pesan long black tapi adanya americano. Akhirnya saya pesan kopi filter saja dengan kopi rekomendasi dari baristanya. Obr. olan awal terasa cair, kita saling bertukar cerita. Sebenarnya dia sudah mengajukan resign dari tempat kerjanya, tapi masuk kembali karena ada project baru. Bisa dibilang alasan berhenti dari tempat kerjanya karena bos seringkali banyak pekerjaan tidak sesuai job desk.

Kalau sudah benar benar resign dia berencana utnuk melamar di giggle box dan bobobox sebagai social media specialist. Selama pandemi aktivitas larinya sempat terhenti, yang saya lihat darinya waktu itu. Dia sudah menjadi sosok perempuan mandiri, menarik dan bisa merawat diri. Dn gulia hampir sudah berhenti minum minuman dengan gula pasir.

Beberapa pegawai lama di biro psikologi sudah satu persatu keluar. Yang bekerja sekarang adalah para pegawai baru yang bisa dibilang gila kerja dan masih belum mengetahui seperti apa sifat asli dari bosnya itu. Efek dari pandemi tentu terasa beberapa pelatihan harus dibatalkan tentu imbasnya pada pegawai markteting yang kewalahan mencari konsumen lagi.