Setelah mengetahui apa yang baru saja terjadi pada Ucok malam itu, aku jadi berpikir bahwa wanita itu gemar juga berselingkuh. Satu hubungan belum cukup, maka hubungan lain perlu dipupuk secara diam-diam oleh mahasiswi bernama Kania. Apa yang terjadi pada Ucok tidak perlu lagi diceritakan secara jelas, silahkan menebak karena itu tidak dilarang sama sekali. Sebelum berhubungan dengan Ucok, mahasiswi jurusan jurnalistik itu sebelumnya pernah aku dengar adalah mantan dari Oding, Oding ini sama-sama satu jurusan jurnalistik. Kelakuannya sering kali menggeletik dan mengundang gelak tawa apalagi kalau dikumpulan bersama teman-temannya yang gila, adalah Aad salah satunya.
Pada malam itu, aku baru saja pulang dari salah satu hotel di Dago untuk menghadiri sebuah acara. Saat sampai ke kedai Wangkong, aku langsung menuju kamar yang lokasinya di lantai I tidak lama datanglah Salman menghampiriku. Dari gelagatnya terlihat ada sesuatu yang tidak beres. Ia seperti kehilangan fokus saat menjawab beberapa pertanyaanku, ia saat itu bilang kalau hubungannya juga sedang diambang putus. Tidak ada komentar dariku pada saat itu. Dalam kondisi kamar yang gelap mataku terpejam menikmati lelap dalam lelahnya aktivitas hari ini.
Malam mendekati pagi terdengar obrolan yang terasa peluh di kamar, suaranya samar-samar tapi aku sempat mendengar obrolan itu cukup jelas. Suara itu adalah suara Salman yang sedang menelepon kekasihnya. Ketika dia bilang hubungannya terancam putus itu ada benarnya. Terbukti dengan permintaan maaf yang diulang-ulang beberapa kali saat di telepon. Dalam obrolan di telepon itu, ia mengaku pada kekasihnya tidak banyak menceritakan permasalahan hubungan mereka pada orang lain. Ada satu kata-katanya yg menurutnya cukup puitis, Salman bilang kalau pun nanti hubungannya berakhir setiap nasehat-nasehat dari kekasihnya itu tidak akan pernah dilupakan bahkan akan menjadi prinsip hidup.
Aku membiarkan obrolan mereka berdua semakin larut dan berakhir tanpa sepengetahuanku. Yang aku rasakan kini sudah pagi lagi, disampingku Anur tertidur lalu ada Salman yang juga tertidur disebelahnya. Muncul pertanyaan dari apa yang terjadi pada Ucok dan Salman, haruskah kita sebagai teman mendengar permasalahan cinta mereka bahkan sampai larut dalam permasalahan itu? Yang terjadi banyak dari kita malah penasaran untuk mengetahui lebih jauh akan apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah begitu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar