Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

Memahami Dunia dan Isi Pikiran Raymond Carver

Mandi di waktu pagi selain bisa memberi kesegaran juga bisa membuat pikiran jadi fokus. Saya coba terapkan ini agar lebih bersemangat membaca buku di waktu pagi. Saya jadikan target membaca satu jam dalam sehari. Buku yang saya baca kumpulan cerpen dari Raymond Carver "What We Talk About When We Talk About Love" saya baca secara acak melihat dari judul yang membuat penasaran, dua cerpen itu diantaranya "Satu Hal Lagi" dan "Bilang Ke Cewek Cewek Itu Kita Pergi" 

Cerpen pertama menceritakan tentang konflik keluarga L.D seorang ayah yang disuruh pergi oleh Istrinya Maxine. Keduanya punya seorang anak Rae yang usianya masih lima belas tahun. L.D. punya banyak masalah di keluarganya yang disebabknya oleh apa yang ada di pikirannya. Beberapa penyakit yang disebabkan pikiran seperti diabetes, kanker semua itu disebabkan oleh pikiran. 

L.D. menyebut rumah tinggalnya sebagai 'rumah gila' ia terus saja bertengkar dengan istrinya sampai tiba waktu L.D. keluar dari rumah dengan tekat yang bulat. Beberapa barang milknya dikemasi karena dia menyalahkan istrinya Maxine yang telah membuat rumah menjadi gila. Saat semua barang sudah dikemasi L.D. seolah ingin menyampakain pesan tapi ia malah lupa satu hal yang ingin disampaikannya. 

Cerpen kedua yang saja baca ceritanya tentang persahabatan Bill Jamison dan Jerry Robert keduanya sudah lama bersama sama dari sejak SD dilanjut SMP sampai Bill tidak melanjutkan sekolah memilih untuk bekerja di mini market kemudian menikah. Lain ceritanya dengan Jerry yang melanjutkan pendidikan hingga dia bisa bekerja lalu menikah dengan Linda. 

Cerita antara keduanya ini menjadi menarik karena setelah sama sama bekeluarga Bill dan Jerry masih sering berkumpul setiap Sabtu dan Minggu. Anak-anak mereka bermain sedangkah orangtuanya membakar barbque. Saat melihat Jerry sedang murung Bill berniat mengajak pergi keluar untuk sekedar main biliar dan minum wisky. 

Di tempat billiard langganan tidak terlihat ada cewek tentu saja hal itu ditertawakan mereka berdua. Sampai muncul ide dari Bill untuk pergi keluar dan mengejar cewek cewek. Bill dan Jerry pergi naik mobil mengejar cewek yang terlihat dari jauh dengan menggunakan seperda. 

Bahasa yang digunakan di cerpen ini seperti slank jadi saat diterjemahkan ke bahasa Indonesia bahasanya santai tidak baku karena memang untuk menguatkan tokoh Bill dan Jerry. 

Cewek cewek yang mereka kejar itu pergi menaiki gunung Bill dan Jerry sama sama terus mengejar cewek itu sampai ke atas. Mereka sudah berbagi cewek mana yang akan dikencani lebih dulu. Sampai diatas puncuk gunung Bill tidak pernah tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Jerry. 

Saya bisa mulai mengerti tokoh, setting dan alur cerita dua cerpen ini setelah membacanya dua kali pelan pelan sambil saya juga mulai berpikir seperti apa akarakter dari Raymond Carver ini. 

Selasa, 27 Februari 2018

Fenomena Yang Sama Terulang Kembali

Dibalik jurnal harian yang sifatnya personal, terkadang timbul keinginan untuk menulis sesuatu yang terkait dengan isu yang terjadi sekarang ini. Saya menyerap sajian berita dengan berbagai cara, membaca, menguping sampai dengan menonton televisi. Politik dalam negeri sudah terlalu sering disiarkan dengan kepentingan yang berbeda beda rasanya ingin muntah. Masalah terbaru atau sebutlah fenomena yang paling mengganggu pikiran adalah pemberitaan tentang orang gila yang membantai ulama terjadi di Cicalengka, daerah yang dekat dengan Rancaekek daerah yang juga belum tergambar di pikiran saya. Seorang ulama di ponpes Al Hidayah KH. Hilmi dibantai oleh seorang lelaki bernama Asep di masjid seusai salat subuh.

Dalam pikiran saya tentu timbul pertanyaan siapa dalam dibaling itu semua. Fenomena seperti itu bukan dari segi pelaku saja yang harus ditelusuri ini terkait dengan aktor intelektual yang ada didibelakangnya.

Menceritakan latarbelakang dari seorang Asep mengalami siklus yang sama seperti lain punya keluarga dan pernah menikah, diusia 27 tahun kesehatan jiwanya terganggu kemudian menjalani pengobatan berjalan sampai pernah beberapa minggu di rumah sakit jiwa Saparua, Lembang. Asep tinggal

Acara AIMAN yang ditayangkan oleh KOMPAS TV sedikit membantu saya dalam menguasai alur kasus yang terjadi. Sang pembawa acara datang langsung ke tempat kejadian perkara dan bertanya pada kiai Dkudung yang merupakan adik kandung dari kiai Hilmi, cerita yang dikeluarkan terasa mengalir tidak ada unsur dibuat buat.

Kepolisian turut ikut bicara dalam kasus ini, cara kominikasi yang disampaikan menggunakan kerangka yang mencari aman. Kasus teror pada ulama terjadi di Jawa Barat totalnya ada 15 dari total yang ada, hanya 2 yang benar-benar terjadi yaitu di Cicalengka dan di Cigondewah yang menyerah ulama persis pak prawoto.

Akar masalah seperti ini sebelumnya pernah terjadi, ada yang menyangkut pautkan dengan kasus PKI yang bangkit lagi. Ada yang mengaiktkan dengan tahun politik yang semakin memanas dan mungkin saja kejadian semcam ini dibaut untuk membuat ketakutan para waerga sehingga peran dari seorang pelindung kepolisian menjadi penting.

Masyarkat yang kontra akan PKI akan mendukung sepenuhnn ya isu yang dibangun berkaitan dengan bangkitnya kembali partai komunis Indonesia. Teror awal yang konon dilukan juga didaerah lain pada awalnya dimulai dengan membuat coretan di dinding. Daerah daerah lain juga kena imbasnya sepeti Jakarta, Depok dan Jawa Tengah.

Kiai Hasim yang masih mengalami trauma semoga bisa cepat semmbuh. Teror-teror semcam ini dan isu jangan janganlah dijadikan senjata untucerik jualan suara di pilkada nanti,