Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Tiga Fakta Membuka Mata

Sosok presenter Najwa Shihab yang dikenal lewat acara Mata Najwa di METRO TV kini tampil beda setiap hari Kamis malam membawakan sebuah acara baru 360 yang konsep acaranya mengulas tiga fakta selama 60 menit. Karakter tegas dan kritis masih melekat pada sosok Najwa di tayangan acara ini.
Ada tiga fakta yang disajikan hari ini yaitu penyakit langka di Indonesia, Islam Damai dan Tiga Sirip Hiu. Penyakit langka ini membahas tentang penyakit treacher collins syndrom yaitu kelainan langka karena tulang pipi kurang terbentuk. Narasumbernya adalah seorang ibu dengan anak perempuannya bernama Olin yang menderita penyakit langka ini. Penyakit langka ini membuat seorang anak kesulitan bernafas dan telinganya perlu dibantu dengan alat bantu dengar.

Ibu yang juga menderikan komunitasas para penderita penyakit langka ini bercerita kalau di Malaysia itu pihak kerajaan memberikan jaminan pengobatan gratis untuk rakyatnya yang menderita penyakit langka dan di Taiwan sendiri ada kmunitas untuk para penderita. Di dunia setiap minggunya ditemukan jenis penyakit baru untuk Indonesia sebuah penyakit bisa dikatakan langka jika 1 berbanding 2000 penduduk.

Fakta yang kedua adalah Islam Damai, hari ini gerakan kelompok islam radikal seperti ISIS begitu mengkhawatirkan. Untuk meluruskan pandangan tentang islam seorang grand imam al azhar Ahmed Al-Tayeb melakukan kunjungan ke Indonesia salah satu negara yang populasi umat islamnya paling banyak di dunia. Dalam kunjungannya grand imam Al-Azhar ini menyampaikan nasehat-nasehat dengan mengunjungi istana presiden Indonesia, UIN Syarifhidayatullah Jakarta, UIN Malang dan Pondok Modern Gontor.

Dalam nasehatnnya itu ia menyampaikan sampaikanlan pesan damai, jangan mudah mengkafirkan seseorang dan jangan ada pertikain lagi antara syiah dan suanni. Di samping itu ada juga Muslim Council of Elders  yaitu komunitas para ulama muslim yang fokusnya menyebarkan pesan-pesan perdamaian. Anggotanya sendiri tersebar dari seluruh dunia dan yang mewakili Indonesia adalah Dr Muhammad Quraish Shihab dalam wawancara oleh Valdya Baraputri dia menyampaikan semakin tinggi pemahaman seseorang tentang islam maka akan semakin rendah hatinya dia.

Salah satu memberi dari MCE menyampaikan selama ini fokus islam itu hanya di Timur Tenga sedaah semata sebenarnya begitu banyak negara-negara islam yang belum dikunjungi contoh seperti Indonesia. Dia ingin merasakan seperti apa islam tumbuh di negara-negara lain.

Fakta ketiga di 360 adalah Surga Sirip Hiu, hiu yang nyatanya dilindungi oleh pemerintah di kota-kota besar malah menjadi ladang bisnis kuliner. Perputaran uang dalam bisnis ini bisa mecarai milyaran rupiah pertahunnya. dalam wawancara bersama nelayan di lombok oleh Aviani Malik hiu sudah menjadi mata penceharian nelayan sehari-hari. Ada beberapa hal yang menyebabkan ikan hiu masih diburu karena harga jualnya tinggi dan kedua kraarena kurangnya sosialisai yang massive.

Hiu martil dan hiu koboy yang dilindungi masih saja menjadi buruan nelayan. ketika sedang ramai harga hiu martil yang ukurannya kecil bisa mencapi 4 juga perkilo kalau sedang menurun harganya hanya 2 juta. Nelayan di pulau Maringkik NTB rata-rata masih menangkap hiu, soal itu dilindungi mereka tidak tahu menahu dan apakah kalau mereka berhenti menangkap hiu yang dilundungi pemerintah akan menjamin kehidupan nelayan disana. Salah seorang nelayan bilang kalau setiap pagi itu hiu selalu muncul di lautan dan tidak pernah punah.

Harga ikan hiu termahal itu spesiesnya pangkong bentuknya seperti buaya bisa mencapai 8 juta perkilo. Untuk harga daging ikan hiu diperkirakan 1,3 juta dan harga sirip ikan hiu mencapai 2 juta. Apa mau dikata dibalik larangan menangkap ikan hiu yang dilundungi ada nelayan dan rakyat disana yang bergantung hidup dari menangkap ikan hiu.

Acara 360 ditutup tanpa membaca puisi seperti Mata Najwa, presenter menutup acaranya denga singkkata-kata yang singkat, padat dan jelas namun tidak mampu menghilangkan kesan seorang Najwa Shibab yang kritis. "Demikianlah 360 tiga fakta membuka mata," itulah kata-kata yang diucapkan saat menutup acara.

Senin, 29 Februari 2016

Viva Barista: Cerita dan Mitos Dibalik Secangkir Kopi

Film Filosofi Kopi yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko telah membawa pengaruh positif dalam melahirkan ide-ide baru dan proyek yang diberkelanjutan. Salah satu contohnya adalah kedai Filosofi Kopi yang berlokasi di bilangan Mentawai, Jakarta Selatan. Tidak hanya itu dengan membawa bendera Viva Barista, Rio Dewanto pemilik kedai Filosofi Kopi dan Muhammad Aga yang berprofesi sebagai Barista di Coffeesmith, Jakarta melakukan penjelajahan untuk menemukan kopi Indonesia. Pada awal-awal foto hasil penjelajahan mereka berdua di posting lewat sebuah akun Instagram @vivabarista.

Tidak lama setelah itu, Viva Barista menjelma menjadi sebuah acara TV yang ditayangkan oleh Metro TV, acara ini dibawakan oleh Rio Dewanto, Muhammad Aga dan Robi Navicula yang berprofesi sebagai musisi, petani kopi dan aktivis lingkungan. Viva Barista tayang dengan durasi yang singkat 30 menit yang dibagi menjadi tiga segmen.

Pada hari Sabtu sore, saya berkesempatan untuk menonton Viva Barista edisi "Kopi Lokal Berjaya di Pasar Global" acara ini rupanya sudah mendapatkan sponsor yaitu sebuah produk pencuci wajah pria yang sedang mengampanyekan tagline "Lelaki Masa Kini" Bandung menjadi tempat penjelajahan mereka bertiga untuk edisi kali ini.  Diawali dengan mengunjungi perkebunan kopi di Malabar. Dari apa yang disampaikan oleh pak Aleh selaku petani kopi, kopi Malabar itu sudah ada dari jaman Belanda lalu sempat surut karena wabah kerak daun lalu kembali ramai saat tahun 2000. Ada perkataaan dari pak Aleh yang menarik yaitu "Kopi itu bukan jual beli putus tapi jual beli hati," katanya.

Kemudian cerita berlanjut dari pak Wildan seorang pengusaha kopi yang sudah mengekspor kopi Malabar ke luar negeri seperti Australia dan Jepang. Katanya, kopi Jawa Barat itu dimininati diluar negeri. Bahkan "Java" dari dulu sampai sekarang jadi kata slang. Adanya nama java script juga itu karena penemunya adalah seorang penyuka kopi java.

Pada segmen kedua penonton dibawa untuk mengunjungi kopi Aroma yang khas dari Bandung. Saat ini kopi aroma dikelola oleh generasi kedua, mesin roasting kopinya ada sejak tahun 1930 dan masih digunakan sampai sekarang. Menariknya juga pembakarannya saja menggunakan kayu karet. Kopi aroma adalah kopi yang didiamkan selama 8 tahun dan untuk menyimpan kopinya harus menggunakan karung goni. Pada saat penyimpanan biji kopi berwarna putih dan setelah 8 tahun berubah menjadi warna kuning. Bagi yang punya penyakit diabetes kopi Robusta disarankan untuk konsumsi selain itu juga bermaanfaat bagi stamina pria.

Sejarah tentang kopi sudah dijelaskan pada segmen pertama dan kedua pada segmen terakhir kurang lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kopi hasil racikan barista yang ada di kota Bandung. Dua kedai kopi yang menjadi tujuan Viva Barista edisi minggu ini adalah Dreezel dan Armor kopi. Kedai kopi Dreezel mengedepankan metode manual brewing dalam membuat kopinya. Sedangkan untuk Armor Kopi menawarkan suasana minum kopi di alam bebas. Armor punya sekitar 60 jenis single origin dari seluruh Indonesia, pendirinya sendiri adalah Franz Willy yang bercerita tentang awal pertemuannya dengan kopi Indonesia itu sekitar tahun 2000 di Norwegia. Pada saat di Armor, Aga menunjukan skill meracik kopinya dengan menyajikan kopi yang berkarakter spicy untuk diseruput bersama-sama kala itu.

Sebelum meninggalkan tempat yang sudah dikunjungi, Viva Barista punya sebuah ritual yaitu meninggalkan tanda tangan di Ukulele yang dibawah oleh Robi. Pada akhirnya acara ini membawa semangat demi kopi Indonesia yang lebih baik lagi. Tambahan durasi tayang rasanya perlu mengingat obrolan tentang kopi itu tidak pernah cukup sampai disitu sebelum cerita dan mitos itu benar-benar menjawab rasa ingin tahu.