Sosok presenter Najwa Shihab yang dikenal lewat acara Mata Najwa di METRO TV kini tampil beda setiap hari Kamis malam membawakan sebuah acara baru 360 yang konsep acaranya mengulas tiga fakta selama 60 menit. Karakter tegas dan kritis masih melekat pada sosok Najwa di tayangan acara ini.
Ada tiga fakta yang disajikan hari ini yaitu penyakit langka di Indonesia, Islam Damai dan Tiga Sirip Hiu. Penyakit langka ini membahas tentang penyakit treacher collins syndrom yaitu kelainan langka karena tulang pipi kurang terbentuk. Narasumbernya adalah seorang ibu dengan anak perempuannya bernama Olin yang menderita penyakit langka ini. Penyakit langka ini membuat seorang anak kesulitan bernafas dan telinganya perlu dibantu dengan alat bantu dengar.
Ibu yang juga menderikan komunitasas para penderita penyakit langka ini bercerita kalau di Malaysia itu pihak kerajaan memberikan jaminan pengobatan gratis untuk rakyatnya yang menderita penyakit langka dan di Taiwan sendiri ada kmunitas untuk para penderita. Di dunia setiap minggunya ditemukan jenis penyakit baru untuk Indonesia sebuah penyakit bisa dikatakan langka jika 1 berbanding 2000 penduduk.
Fakta yang kedua adalah Islam Damai, hari ini gerakan kelompok islam radikal seperti ISIS begitu mengkhawatirkan. Untuk meluruskan pandangan tentang islam seorang grand imam al azhar Ahmed Al-Tayeb melakukan kunjungan ke Indonesia salah satu negara yang populasi umat islamnya paling banyak di dunia. Dalam kunjungannya grand imam Al-Azhar ini menyampaikan nasehat-nasehat dengan mengunjungi istana presiden Indonesia, UIN Syarifhidayatullah Jakarta, UIN Malang dan Pondok Modern Gontor.
Dalam nasehatnnya itu ia menyampaikan sampaikanlan pesan damai, jangan mudah mengkafirkan seseorang dan jangan ada pertikain lagi antara syiah dan suanni. Di samping itu ada juga Muslim Council of Elders yaitu komunitas para ulama muslim yang fokusnya menyebarkan pesan-pesan perdamaian. Anggotanya sendiri tersebar dari seluruh dunia dan yang mewakili Indonesia adalah Dr Muhammad Quraish Shihab dalam wawancara oleh Valdya Baraputri dia menyampaikan semakin tinggi pemahaman seseorang tentang islam maka akan semakin rendah hatinya dia.
Salah satu memberi dari MCE menyampaikan selama ini fokus islam itu hanya di Timur Tenga sedaah semata sebenarnya begitu banyak negara-negara islam yang belum dikunjungi contoh seperti Indonesia. Dia ingin merasakan seperti apa islam tumbuh di negara-negara lain.
Fakta ketiga di 360 adalah Surga Sirip Hiu, hiu yang nyatanya dilindungi oleh pemerintah di kota-kota besar malah menjadi ladang bisnis kuliner. Perputaran uang dalam bisnis ini bisa mecarai milyaran rupiah pertahunnya. dalam wawancara bersama nelayan di lombok oleh Aviani Malik hiu sudah menjadi mata penceharian nelayan sehari-hari. Ada beberapa hal yang menyebabkan ikan hiu masih diburu karena harga jualnya tinggi dan kedua kraarena kurangnya sosialisai yang massive.
Hiu martil dan hiu koboy yang dilindungi masih saja menjadi buruan nelayan. ketika sedang ramai harga hiu martil yang ukurannya kecil bisa mencapi 4 juga perkilo kalau sedang menurun harganya hanya 2 juta. Nelayan di pulau Maringkik NTB rata-rata masih menangkap hiu, soal itu dilindungi mereka tidak tahu menahu dan apakah kalau mereka berhenti menangkap hiu yang dilundungi pemerintah akan menjamin kehidupan nelayan disana. Salah seorang nelayan bilang kalau setiap pagi itu hiu selalu muncul di lautan dan tidak pernah punah.
Harga ikan hiu termahal itu spesiesnya pangkong bentuknya seperti buaya bisa mencapai 8 juta perkilo. Untuk harga daging ikan hiu diperkirakan 1,3 juta dan harga sirip ikan hiu mencapai 2 juta. Apa mau dikata dibalik larangan menangkap ikan hiu yang dilundungi ada nelayan dan rakyat disana yang bergantung hidup dari menangkap ikan hiu.
Acara 360 ditutup tanpa membaca puisi seperti Mata Najwa, presenter menutup acaranya denga singkkata-kata yang singkat, padat dan jelas namun tidak mampu menghilangkan kesan seorang Najwa Shibab yang kritis. "Demikianlah 360 tiga fakta membuka mata," itulah kata-kata yang diucapkan saat menutup acara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar