Ucay nama panggilan itu lebih melekat dari nama aslinya. Pagi itu dia sudah lebih dulu berada diruangan mengambil tempat duduk dipojok. Hari itu saya melihatnya kembali, kita duduk berdekatan terakhir pertemuan saat ada relokasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ke kosan Dua Saudara. Diawal-awal obrolan nama-nama seperti Ganjar, Tiara, Agung, Isman, dll terus ditanyakannya.
Dia bekerja di lembaga pemerintahan yaitu BKKBN sudah hampir satu tahun. Kunjungan dinasnya telah membawanya menuju kota Bali, Aceh dan Lampung. Disamping itu didaerahnya sendiri, dia membangun sudah gerakan yaitu ruang mimpi tujuannya untuk menggerakan anak anak dari daerah. Keinginan terbesarnya sebenarnya bukan bekerja melainkan membuka usaha, satu satunya harapan yang harus dijalani saat ini adalah bekerja di dinas pemerintahan. Setiap kunjungan kerja tidak jarang harus pergi menggunakan tiket promo dari maskapai Lion Air dan Airasia.
Ucay masih sering bertemu dengan Opik karena sudah pernah mengerjakan project bersama website Bandungtimes.com dan Cimahicity.com, Opik yang sudah lama menikah sempat tinggal dilampung selama 6 Bulan setelah melahirkan kembali lagi ke Bandung. Sehari harinya bergantung pada usaha potong rambut lebih seperti Barber Shop hanya dibuat lebih santai. Jika siang hari ia tidur malamnya bekerja didepan laptop, entah mengerjakan apa.
Pemerintah kota Bandung 2 tahun sebelumnya telah menyebarkan surat edaran kepada masyarakat di Taman Sari isinya memberitahukan akan dibangunnya rumah susun. Masyarat dulu yang pernah punya majikan orang Belanda kadang mewarisi tanah warisan dari majikannya yang disebut Tanah Adat. Ada isu yang mengatakan tanah adat surat kepemilikan tanahnya sering dipermasalahkan mungkin tujuan pembangunan ini juga pemerintah ingin mengetahui lahan-lahan yang sebenarnya milik pemerintahan kota.
Radar Bandung pernah menjadi tempat bernaungnya selama 1 setengah tahun. Tugas sebagai pengelola web memberikan keleluasaan baginya untuk meliput langsung juga ke lapangan, tanpa terlibat langsung dalam desk politik lebih kepada musik, budaya dan gaya hidup.
Anak-anak yang kekurangan tempat bermain mencuri perhatiannya untuk mendirikan gerakan Rumah Mimpi bersama dengan temannya. Gerakan ini sudah membangun jaringan dengan Rumah Bintang, salah satu program yang sudah dibuatnya terkait olahraga, anak-anak yang satu naungan dikumpulkan dalam sebuah kompetisi sepakbola. Ucay akan terus bermimpi bersama rumah mimpinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar