Minggu, 30 Agustus 2020

Kuliner Malam di Bandung Selama Masa New Normal

 Di malam Minggu, saya pergi ke Bandung bersama keluarga dengan menggunakan mobil. Sore hari di sepanjang jalan Asia Afrika kembali lagi ramai dengan warga yang keluar untuk hiburan ditambah beberapa cosplay boneka, karakter anime robot sampai dengan cosplay dari dunia lain. Orang bandung sering menyebutnya jurig, jurig jenisnya macem macem tidak hanya pocong, ada juga kuntilanak mereka semua nekat kalau ada mobil yang membuka jendela langsung mendekat. Entah itu membaca jampi jampi atau berkenalan. Kalau beruntung dari tiap mobil bisa mendapatkan uang paling besar ada yang pernah dapat seratus ribu. 

Di jalan Cikapundung timur kuliner di Bandung tidak pernah sepi, dari nasi goreng, sate padang, soto sambil kuliner malam yang berjajar jajar di masa pandemi ada yang masih sadar menggunakan masker ada juga yang acuh tak acuh. Orang orrang sudah bosan diam dirumah ingin perlu keluar rumah bertemu dengan banyak orang. Cemar salah satu warung nasi legendaris terkenal dengan semur jengkolnya terus dipenuhi oleh orang yang makan. 

Akses ke jalan Braga di malam Minggu tidak ditutup, jalan ini spot bagi orang orang yang jatuh cinta untuk jalan berdua menikmati malam. Lampu di jalan Braga terasa gelap seperti kurang perhatian dari pemerintah kota. Satu tempat yang paling ramai sampai terjadi antrian adalah Kedai Jurnal Risa, awalnya dari vlog tentang tempat tempat misteri di Bandung. Dari Youtube kini buka coffeeshop di tengah jalan Braga. 

Gedung gas dirubah menjadi hotel, tadinya disini sering digunakan untuk pameran pameran sekarang berubah jadi hotel dengan nama the Gas Block Braga. Daya tarik Braga tidak pernah mati terus berubah dari satu usaha ke usaha lainnya.Ada yang kuat bertahan ada yang mati ditengah jalan.

Titik terakhir saya di malam Minggu adalah Wedang Ronde Gardu Jati mnjual ronde yang ditambah moci ada yang ukurannya besar dan ada yang kecil dan kembang tahu. Dipinggir pinggir juga banyak penjual lain seperti cakueh, nasi goreng pete, bola umi. Kalau ingin lebih lengkap lagi kuliner malam bisa dicoba dengan datang ke Cibadak atau Sudirman Street 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar