Jumat, 28 Agustus 2020
Saat lari di sore hari satu kata yang jadi ingatan saya yaitu penghayangan. Saya sampai ke saparua lewat jalan yang berbeda dari biasanya masuk dari taman maluku yang ketika itu masih dipenuhi oleh motor para pegawai daerah sana saya lanjutkan menuju area parkir di saparua. Mathari sore terasa begitu terang mungkin karena pengaruh musim kemarau hingga sore masih ada matahari.
Beberapa pedagang yang biasa berjualan belum membuka lapaknya masih sebatas mendorong gerobak, ada juga yang sudah memasang tenda. Sore hari lapangan saparua selain digunakan untuk jogging track, ada juga yang menggunakannya sebagai tempat nongkrng. Terutama anak muda yang masih berpacaran. Kalau untuk yang lari bisa dibilang semua usia ada, dari anak anak, remaja sama orang dewasa.
Kegiatan saya lari di lapangan saparua kalau dihitung sudah 3 hari berturut turut. Sore dipilih karena ada keramaian yang membuat semangat untuk berlari ditambah setelah lari banyak yang berjualan dari mulai sate madura, sate kulit, gado gado, dimsum, roti bakar dan gerobak kopi juga ada di saparua.
Saya punya target olahraga lari selama seminggu berturut turut untuk tempat yang dipilih nanti tidak harus di saparua lebih baik yang lokasinya berdekatan dengan rumah. Di masa pandemi lapangan saparua masih ditutup dan belum diperkenankan untuk digunakan olahraga oleh umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar