Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Review Singkat The Flash Season 4 Episode 16

TV Show apa yang pernah kamu tonton? Kalau saya diantaranya Sherlock Holmes, Marvel Legend of Tomorrow, Black Mirror dan lebih seringnya menonton The Flash mulai dari season 1 sampai season 4 sudah sampai episosde 16, banyak hal yang saya sukai dari The Flash ini yang paling diingat adalah saat pembukannya dengan menyebut nama Barry Allen sebagai the Flash manusia tercepat yang pernah ada. Season 4 ini The Flash dan timnya di Star Lab harus berhadapan dengan musuh besarnya yaitu Devold seorang yang punya kecerdasaan diatas rata-rata dia juga ada pada saat kejadian ledakan pada waktu itu. 

Episode ke 16 di buka dengan perampokan yang terjadi di Bank, pelakunya ada manusia buatan yang punya kekuatan api. Brankas bank yang terbuat dari baja yang tebal bisa dibukanya. Sebelum uang yang ada di brankas diambil oleh manusia api, ada salah seorang pegawai bank yang mencegahnya, ia kemudian bersentuhan tahan dengan manusia api setelah itu saat manusia api akan menyerangnya kembali kekuatna apinya mendadak menghilang. Saat hilang kekuatan polisi kemudian bisa menangkapnya dengan mudah. 

Pagi harinya penyelidikan di lokasi kejadian dilakukan oleh Detektif Joe bersama dengan Sisko, Sisko menemukan yang membakar brankas ini adalah manusia buatan yang punya kekuatan panas diatas 900 Farenheit. Kemudian manusia api itu ditanya apakah ia pernah ikut dalam satu bus di kejadian itu. Lelaki tadi malah melemparkan pertanyaan balik, dia sudah punya kekuatan itu beberapa bulan yang lalu. Sementara itu tim The Flash di Starlab masih meributkan stategi untuk mengalahkan Devold. Sisa 3 orang lagi dari penumpang bus belum ditemukan. Harry kemudian mengusulkan untuk membuat topi untuk meningkatan tingkat kecerdasan seseorang, dia melihat kecerdasan Devrg sold dirahih dari topi buatan itu. Maka Harry menguslkan untuk membuat hal yang serupa dengan diuji terlebih dahulu kepada tim. 

Pelaku pembobolan bank sudah ditemukan kemudian. Dia ditanya apakah dia punya kekuatan api, pada saat itu pelaku malah mengancam Irish dihadapan detektif Jo, dengan cepat detektif langsung menyalakan sinyal bahaya, datanglah The Flash menyelamatkan Irish. Pada waktu itu yang terjadi kekuatan The Flash berpindah pada Irish. The Flash hilan kecepatannya, kini tangannya Irish bergerak cepat seperti The Flash. 

Sisi menarik dari episode 16 ini The Flash kini pindah peran pada Irish, di Star Lab Irish mulai berlatih untuk menggunakan kecepatannya. Dia merasakan sesuatu yang lain, Irish harus mulai berhadapan dengan para penjahat. Pada waktu itu di sebuah gedung terjadi kebakaran, maka ini jadi tugas pertamanya untuk menyelamatkan banyak orang. Irish kemudian menyelamatkan orang keluar dari gedung dengan kecepatan dia mulai menciptakan angin untuk mematamkan api, Irish terkena reruntuhan gedung. Dia diselamatkan oleh Sisco. 

Semua kekuatan yang dimilikinya itu lengkap dengan masa lalu yang pernah terjadi di speed force. Di starlab Sisco masih membaca majalah sains, begitu juga Harry masih dengan percobaannya untuk menciptakan helm untuk membuat jadi jenius. Harry yang terus berekperimen merasa gagal, lalu mencoba meminta bantuan Sisco untuk menyemppurnakannya. Sisco lalu menolak karena takut akan terjadi hal yang sama pada Devolt. Episode k1-16 belas ini Devold tidak muncul. Dibalik tubuh barunya, Devolt terus berpikir untuk menghancurkan The Flash. 

Sebagai serial TV yang mudah dimengerti alur ceritanya. Sebenarnya The Flash ini bisa memberikan pengetahuan baru tentang kegiatan para ilmuan dan berbagai macam kasus dan tindak kejahatan 
yang terjadi di kepolisian. Dari serial ini, saya masih penasaran pada sosok Harryson Walce, apa dia masuk atau menjadi otak dibalik kejadian ledakna di bus pada waktu itu. Diakhir cerita dua nama penumpang lain masih disebut yang akan berlanjut pada episode selanjutnya.

Manusia api yang mengeluarkan seluruh kekuatan aslinya dikalahkan oleh Irish dengan mengirimkan air dari sungai. 

Senin, 18 April 2016

Ngopi Serius di Kopi Florist

Cara keluar dari kebosanan adalah pergi ke tempat baru sebagai bentuk penyegaran. Keinginan yang begitu kuat hari ini membuatku memutuskan untuk mendatangi salah satu kedai kopi dengan konsep ngopi di kebun. Semua itu menjadi terasa mudah karena ciuaca sore masih cerah dan tidak turun hujan.

Kedai kopi berkonsepkan kebun itu adalah Kopi Florist yang ada di pasar bunga Tegalega. Biarpun sering melewati jalan Tegalega, tapi ini jadi pengalaman pertama masuk ke pasar bunga. Pasar bunga menjual berbagai macam tanaman hias dan bunga yang telah dirangkai untuk ucapan selamat atau penanda kematian.

Kopi Florist lokasinya ada di dalam pasar bunga. Dari pasar bunga masuklah dulu ke dalam lalu ambil belok kanan sekitar beberapa meter akan terlihat tempat duduk yang nyaman juga saung berkaca. masuklah ke dalam maka akan ada desain bar dengan kayu melingkar dan seorang peracik kopi yang siap untuk membuatkan secangkir kopi dengan berbagai macam metode manual brewing.

Aku masuk ke dalam bar lalu disambut oleh seorang lelaki paruh baya dengan badan yang gemuk, lalu ia bertanya kedatanganku darimana. Aku langsung menjawab dari Soreang, ia pun menyebut nama mr bre yang memang kedai yang lokasinya ada disana. Ia bertanya ingin ngopi apa dan aku langsung ditawarinya mencoba kopi Batak dari tanah Sumatera. Aku pun bilang ingin menikmati kopi yang manis, tapi ia menyarankan untuk mencoba kopi dari tanah Sumatera. Maka aku langsung percaya dan mengiyakan saran itu.

Kopi Batak diseduh dengan metode V60 dengan drip dari HARIO bahannaya sendiri dari porselin. Entah kenapa pada waktu itu sang peracik menyerahkan alat-alatnya langsung didepanku dan menyuruh untuk menyeduh sendiri. Setelah ditimbang beberapa gram, kopi Batak langsung digiling di grinder, filter pun dikeluarkan dan ia menyuruh untuk membasahi kertas lebih dulu. Aku mulai meneteskan satu persatu tetesan air ke kopi. ada metode perhitungan gram untuk menjadi ml metode V60 mengharuskan meneteskan air dari tengah agar bisa menyebar semuanya kepinggir. Setiap tetesan membuat lingkaran pada perputaran air ditengah. Tetesan terus berlanjut sampai akhirnya ada di angka 1700 gram.

Timbangan ketika itu menunjukan angka 1740g itu artinya kopi siap untuk diminum. Gelas pun pada waktu itu diputar lebih dulu untuk membuat ekstrasi lebih maksimal. Aku mempersilahkan kepada Abang untuk menyesap kopi lebih dulu, komentarnya pada waktu itu bodynya kuat dan ada rasa manis di akhir. kini giliranku untuk menyesap kopi Batak. Aku pun merasakan hal yang sama, kopi tanah Sumatera dengan karakter body yang kuat, kopi buatan sendiri memang leabih enak.

Tidak beberapa abang menawarkan untuk dibuatkan kopi yang manis masih dengan metode V60, kopi yang ditawarkan waktu itu adalah Linggasari, Linggasari ini ada di daerah Purwakarta. Kini giliranku untuk melihat seperti apa metode menyeduh V60 yang baik. Tidak terasa proses telah selesai, kopi linggasari yang konon katanya manis itu mulai disesap komentarnya waktu itu bodynya mulus dan rasanya manis. Aku juga segera ingin merasaknnya. Aroma yang ditawarkan dari kopi linggasari ini memang kuat aroma gula merahnya, bodnya halus dan rasanya manis.

Kalau bicara soal alat-alat memang di kopi florist ini tidak main-main termasuk juga air untuk menyeduh kopinya. Semuanya memang berkualitas dan satu hal yang menarik untuk membuat espresso menggunakan NOMAD mesin yang dibuat di Swedia. Cara kerjanya juga unik cukup menekan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya sebuah ayunan, aku mengdapat kesempatan juga menyeruput espresso dari kopi medan yang rasanya awalnya asin kemudian terasa pahit yang kuat diakhirnya.

Satu yang tidak ketinggalan, aku ditawari untuk mencoba kopi robusta disini yang dari segi aromanyn seperti kopi arabica. Saat sore mulai berakhir dan berganti malam, satu persatu pengunjung lain mulai berdatangan. Ada informasi akhir April ini ada kompetisi Aero Press, kalau ingin membeli biji kopi yang sudah diroasting bisa langsung datang kesini ada banyak pilihan mulai dari Dewi Ningrum sampai Dewi Kandita.

Kalau ingin ngopi serius datanglah ke kopi Florist dan mulailah bertanya-tanya banyak hal tentang kopi karena para peraciknya tidak segan untuk berbagi.