Cara keluar dari kebosanan adalah pergi ke tempat baru sebagai bentuk penyegaran. Keinginan yang begitu kuat hari ini membuatku memutuskan untuk mendatangi salah satu kedai kopi dengan konsep ngopi di kebun. Semua itu menjadi terasa mudah karena ciuaca sore masih cerah dan tidak turun hujan.
Kedai kopi berkonsepkan kebun itu adalah Kopi Florist yang ada di pasar bunga Tegalega. Biarpun sering melewati jalan Tegalega, tapi ini jadi pengalaman pertama masuk ke pasar bunga. Pasar bunga menjual berbagai macam tanaman hias dan bunga yang telah dirangkai untuk ucapan selamat atau penanda kematian.
Kopi Florist lokasinya ada di dalam pasar bunga. Dari pasar bunga masuklah dulu ke dalam lalu ambil belok kanan sekitar beberapa meter akan terlihat tempat duduk yang nyaman juga saung berkaca. masuklah ke dalam maka akan ada desain bar dengan kayu melingkar dan seorang peracik kopi yang siap untuk membuatkan secangkir kopi dengan berbagai macam metode manual brewing.
Aku masuk ke dalam bar lalu disambut oleh seorang lelaki paruh baya dengan badan yang gemuk, lalu ia bertanya kedatanganku darimana. Aku langsung menjawab dari Soreang, ia pun menyebut nama mr bre yang memang kedai yang lokasinya ada disana. Ia bertanya ingin ngopi apa dan aku langsung ditawarinya mencoba kopi Batak dari tanah Sumatera. Aku pun bilang ingin menikmati kopi yang manis, tapi ia menyarankan untuk mencoba kopi dari tanah Sumatera. Maka aku langsung percaya dan mengiyakan saran itu.
Kopi Batak diseduh dengan metode V60 dengan drip dari HARIO bahannaya sendiri dari porselin. Entah kenapa pada waktu itu sang peracik menyerahkan alat-alatnya langsung didepanku dan menyuruh untuk menyeduh sendiri. Setelah ditimbang beberapa gram, kopi Batak langsung digiling di grinder, filter pun dikeluarkan dan ia menyuruh untuk membasahi kertas lebih dulu. Aku mulai meneteskan satu persatu tetesan air ke kopi. ada metode perhitungan gram untuk menjadi ml metode V60 mengharuskan meneteskan air dari tengah agar bisa menyebar semuanya kepinggir. Setiap tetesan membuat lingkaran pada perputaran air ditengah. Tetesan terus berlanjut sampai akhirnya ada di angka 1700 gram.
Timbangan ketika itu menunjukan angka 1740g itu artinya kopi siap untuk diminum. Gelas pun pada waktu itu diputar lebih dulu untuk membuat ekstrasi lebih maksimal. Aku mempersilahkan kepada Abang untuk menyesap kopi lebih dulu, komentarnya pada waktu itu bodynya kuat dan ada rasa manis di akhir. kini giliranku untuk menyesap kopi Batak. Aku pun merasakan hal yang sama, kopi tanah Sumatera dengan karakter body yang kuat, kopi buatan sendiri memang leabih enak.
Tidak beberapa abang menawarkan untuk dibuatkan kopi yang manis masih dengan metode V60, kopi yang ditawarkan waktu itu adalah Linggasari, Linggasari ini ada di daerah Purwakarta. Kini giliranku untuk melihat seperti apa metode menyeduh V60 yang baik. Tidak terasa proses telah selesai, kopi linggasari yang konon katanya manis itu mulai disesap komentarnya waktu itu bodynya mulus dan rasanya manis. Aku juga segera ingin merasaknnya. Aroma yang ditawarkan dari kopi linggasari ini memang kuat aroma gula merahnya, bodnya halus dan rasanya manis.
Kalau bicara soal alat-alat memang di kopi florist ini tidak main-main termasuk juga air untuk menyeduh kopinya. Semuanya memang berkualitas dan satu hal yang menarik untuk membuat espresso menggunakan NOMAD mesin yang dibuat di Swedia. Cara kerjanya juga unik cukup menekan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya sebuah ayunan, aku mengdapat kesempatan juga menyeruput espresso dari kopi medan yang rasanya awalnya asin kemudian terasa pahit yang kuat diakhirnya.
Satu yang tidak ketinggalan, aku ditawari untuk mencoba kopi robusta disini yang dari segi aromanyn seperti kopi arabica. Saat sore mulai berakhir dan berganti malam, satu persatu pengunjung lain mulai berdatangan. Ada informasi akhir April ini ada kompetisi Aero Press, kalau ingin membeli biji kopi yang sudah diroasting bisa langsung datang kesini ada banyak pilihan mulai dari Dewi Ningrum sampai Dewi Kandita.
Kalau ingin ngopi serius datanglah ke kopi Florist dan mulailah bertanya-tanya banyak hal tentang kopi karena para peraciknya tidak segan untuk berbagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar