Sabtu, 31 Desember 2016

Bung Bilven Sandalista

Setiap kali datang ke kedai lelaki itu selalu menggunakan masker kadang sendiri kadang juga ditemani teman lelakinya yang bisa berganti-ganti wajah. Setiap kali ditanya ingin memesan apa, ketika malam hari jarang sekali menyesap kopi jawaban yang keluar dari mulutnya sering kali wedang uwuh. Cara bicaranya juga santai, tidak tergesa-gesa. Sesekali tersenyum dan secara tidak terduga sering melemparkan humor-humor kecil.

Pertemuan lain berlanjut ketika ada acara susur pantai Selatan yang digagas oleh komunitas Aleut dengan menggunakan motor. Sambil menunggu peserta yang ikut datang semua, sebagian yang sudah datang menonton pertandingan PERSIB lebih dulu. Di depan saya pada waktu  itu tengah duduk Kania perempuan dewasa dengan tampilan memoles cantik, tidak ketinggalan disebalahnya duduk seorang perempuan yang wajahnya masih asing tengah menyantap kwetiau. Begitu semua sudah siap, nama lelaki itu kembali disebut-sebut akan turut dalam perjalanan malam itu. Tidak meleset dari waktu yang disepakati maka datanglah ia dengan motor kuningnya tidak dengan barang bawaan yang banyak yang uniknya malah bercelana pendek.

Rabu, 30 November 2016

Jangan Main-Main Dengan Barry Prima

Untuk menambah postingan dan mendisiplinkan diri dalam hal menulis maka perlu untuk membuat beberapa postingan setiap bulan. Tulisannya bisa apa saja mulai dari refleksi, cerpen, esai, resensi sampai menerjemahkan artikel dalam bahasa Inggris. Di bulan November ini di suatu pagi, saya tergerak untuk mengisi perut dengan bubur Mang Andi, bubur ini punya daya tarik bukan sekedar dari rasanya saja, para pembelinya sampai obrolan yang terjadi kala menikmati bubur. Di samping mang Andi ada penjual kupat tahu dan di ujung pasar buku Palasari ada penjual kelapa muda.

Di sinilah cerita akan bergulir seperti pementasan teater yang harus totalitas. Dua orang penjual kelapa muda sama-sama punya muka masam, terasa kurang ramah dan menjawab seperlunya pertanyaan dari pembeli. Gerakan dalam memecahkan kelapa begitu  menggetarkan.

Senin, 28 November 2016

Terget, Proses dan Latihan Dalam Hidup

Jalan panjang hidup manusia ditentukan dalam proses menjalani dan mengejar target selama satu tahun. Seorang olahragawan misalnya untuk menjadi juara di sebuah ajang olimpiade atau kompetisi perlu giat latihan selama berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan. Pegawai kantoran yang setiap harinya padat bisa saja tahun ini harus rela menikmat ergeti hari-hari santai di masa pensium. Menerima gaji setiap bulan sambil mengurus anak cucu atau menjalani hobi yang selama ini tertunda. Bagi pengantin baru, hidup berdua dalam satu rumah dan tidur dalam satu kasur adalah sebuah perubahan yang jelas nyata harus dijalani.

Target-target kecil bisa dimulai, mencoba sesuatu yang baru adalah cara keluar dari kebosanan. Kalau saja poltik atau olahraga adalah sesuatu yang berat cobalah perlahan gali sisi menarik yang mampu membuka pikiran. Seseorang bisa maju dan berada dalam titik puncak karena terus berusaha untuk mengejar impiannya. Yang sering kali jadi hambatan adalah berpikir terlalu jauh bahkan yang lebih bahaya terus-menerus tenggelam dalam kemalasan. Bangsa Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang produktif, kalau terus menerus dimanjakan oleh hasil inovasi bangsa lain. Kuncinya adalah mau belajar dan berani mencoba.

Satu tahun merupakan waktu yang penting untuk belajar, berlatih, menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu. Apa yang tampak indah di depan mata sering kali luput kalau dibalik itu semua ada proses panjang tidak serta merta terjadi begitu saja. Bacalah buku paling tidak setahun sekali. Sejarah hidup orang-orang besar yang sukses di bidangnya ada kalanya perlu dibaca agar bisa menjadi semacam dorongan untuk berbuat hal serupa demi kehidupan yang lebih menyenangkan.

Senin, 24 Oktober 2016

Public Cupping di Noah Barn

Pada awal awal mencoba kopi asli di sebuah cafe saya sempat ngobrol dengan barista yang waktu itu bertugas. Sebelum menyeduh saya disarankan untuk mencium dulu aroma kopi, kopi yang tertutup tas plastik itu saya cium baristanya bilang kalau kopinya sudah lama. Saya mengiyakan saja untuk menyeduh kopi itu. Setelah kopi tersaji obrolan tentang kopi kembali berlanjut, saya disarankan untuk mencoba datang ke Noah Barn sebuah coffee shop yang punya alat alat canggih.

Pergi ngopi ke Noah Barn tidak pernah saya niatkan dengan baik. Mengingat lokasi dan tempatnya cukup besar rasanya tidak fleksibel untuk bergerak. Saat tahu ada public cupping disana. Ruang parkir untuk motor tidak begitu besar saat memasuki pintu masuk saya disambut oleh waiters yang menanyakan tentang cupping, kemudian saya disuruh langsung ke belakang. NOAH BARN lokasinya cukup luas, tatanan kursi mejanya dibuat dengan mewah.

Public Cupping berlokasi di ruangan paling ujung yang juga menjadi tempat gudang. Di gudang itu dipenuhi oleh karung-karung kopi dan plastic bag berisikan beans yang sudah di roasting. Yang lain dari pada public cupping sebelumnya pesertanya tidak hanya di kalangan anak muda saja, tapi ada juga orang tua yang sudah berubah suami istri datang begitu kompak. Kopi kopi yang akan di cupping datang dari benua afrika. Ada dari ethiopia, kenya, rwanda, tanzania dan el costa total ada 2 cup.

Mencium aroma satu persatu menjadi cara untuk membuka cupping. Mencium aroma kopi pada saat kering tentu perlu keahlian.

Kamis, 30 Juni 2016

Bulan Juli Bersemi

Acchhh...sudah bulan Juli lagi di bulan ini juga umat islam akan bertemu dengan hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal hari Lebaran. Kemarin malam, saya baru mendapat gaji dari Abang hasil menjaga kedai beberapa hari. Hanya sekedar gaji alakadarnya bukan THR. Saat datang waktu buka, saya bersama beberapa orang teman sepakat untuk membeli mie ayam dan baso di jalan Karawitan. Semangkuk baso harganya tidak mahal hanya Rp 10.000 saja dan mie ayam Rp 8.000,- untuk mie ayam ditambah baso harganya bisa jauh diatas rata-rata yaitu Rp 17.000 hal itulah yang membuat saya kaget juga penasaran. Untuk memastikannya, saya bertanya langsung dan benar saja harganya memang segitu.

Mari kita bicara Sari sekarang, dia adalah seorang anggota Komunitas Aleut yang baru. Sehari-hari bekerja di bidang travel, nama perusahaannya adalah M-Tour dulunya adalah Cipaganti. Sekarang kepemilikannya ada investor dari Filipina. Dulu Cipaganti sempat mengalami masa kejayaan juga pelopor dalam bidang travel karena ada kesan terlalu terburu-buru dalam mengembangkan usahanya. Pada akhirnya yang terjadi perusahannya malah gulung tikar, perputaraan uang investor lembat menjadi salah satu penyebabnya.

Bekerja di bidang travel mengharuskannya menggunakan baju yang rapi. Setiap Senin dan Selasa menggunakan baju resmi, hari Rabu dan Kamis menggunakan stelan rapih sedangkan hari Jumat dan  Sabtu bisa menggunakan kaos berkerah. Sari ini belum banyak saya ketahui asal usulnya, status percintaan masih sendiri dan di Bandung tinggal di kosan yang letaknya ada di jalan BKR. Karena masih sendiri tidak jarang dia dan temannya yaitu Thinthin sering menjadi korban bully sampai hari terakhir menjelang lebaran, ia belum diberi libur rencananya di hari lebaran akan mudik ke kampung halamannya.

Absennya Iwan di hari Rabu membuat saya harus masuk menggantikannya, suasana sore itu belum ada sesuatu pun yang menunjukan akan adanya pengujung. Bekerja di kedai kopi membuat harus mempersiapkan hal-hal yang perlu yaitu teh yang siap untuk dituangan dan es batu untuk minuman dingin. Malam hari terasa sepi ditambah hujan mengguyur Solontongan, Bilven datang malam itu bersama dengan temannya membawa buku Pernik KAA 2015 yang sudah dicetak. Buku ini dicetak bekerjasama dengan penerbit Ultimus dan sempat ada kesalahan cetak di alamat website milik penerbit buku ini.

Di hari terakhir bulan Juni masih ada Kamisan, Iwan absen bekerja. Saya jadi teringat orbolan malam ini tentang tujuan hidup lalu teringat akan keinginan di lebaran tahun lalu. Kalau sudah bekerja ingin memberikan THR kepada keponakan dan saudara-saudara yang ada di kampung halaman. Yang terjadi pekerjaan jelas belum ada, kalau tidak ingin bekerja di orang lain bekerjalah untuk diri sendiri. Betapa nikmatnya bisa menentukan THR sesuai dengan keinginan sendiri.

Selasa, 31 Mei 2016

Purwakarta Hari Ini

Hari ini 12 orang anggota Komunitas Aleut akan berangkat menuju kabupaten Purwakarta. Perberangkatan yang tadinya dimulai pukul 5 pagi mengalami sedikit keterlambatan. Travel yang dipesan mengalami kendala dijalan sehingga kita semua harus berangkat jam 7 kurang sepuluh menit. Perjalanan kesana bisa dibilang lancar tidak mengalami kendala macet dijalan sehingga jam 8 lebih sudah sampai ditempat.

Peserta semuanya berkumpul di depan balai panyawangan dan terlebih dulu mengharuskan untuk daftar ulang. Para peserta yang lebih dulu datang terlihat sudah menggunakan kaos putih bertuliskan "Purwakarta Walking Tour 2016" disela-sela daftar ulang ulang ada juga komunitas lain yang baru saja datang mereka adalah komunitas Pecandu Buku. Setelah selasai registrasi ulang para peserta diarahkan oleh panitia ke tempat ganti baju

Semua peserta kini telah berkumpul di halaman balai panyawangan. Panitia yang bertugas saat ini langsung menginformasikan tentang tata terbib dan rute yang dilewati nanti. Tidak lupa ada sambutan dari kepala bidang dinas pariwisata kabupaten Purwakarta. Ada sekitar 5 kelompok pada acara Walking Tour kali ini, setiap kelompok akan dipandu oleh 2 orang LO yang datang dari mojang dan jajaka. Setiap rutenya pada peserta akan diberi kata kunci untuk menuju rute wisata selanjutnya. Adanya acara ini dimaksudnya untuk mengenalkan Purwakarta yang kini kondisinya sudah berubah.

Aku masuk kedalam kelompok Yudistira yang rute pertamanya adalah Balai Panyawangan. Lokasinya tidak jauh dari tempat berkumpul tadi cuma perlu melangkah kaki beberapa langkah saja. Dari depan pintu masuk sudah berdiri beberapa orang petugas yang siap menyambut kedatangan kita. Balai Panyawangan adalah sebuah museum yang mendokumentasikan semua sejarah tentang Purwarkarta. Usianya sendiri baru satu tahun disini bisa ditemukan sejarah tertulis dilengkapi dengan objeknya tidak ketinggalan ada audio digital dalam bentuk buku yang menceritakan sejarah secara informatif. Museum ini dibuka setiap hari dan tidak dikenakan biaya. Inovasi digital lain yang tidak kalah menarik adalah sepeda digital yang didepannya ada layar yang ketika dikayauh pedalnya seolah-olah kita sedang berjalan menyelusuri Purwakarta. 

Jumat, 27 Mei 2016

Hantu yang Menakutkan

Univeristas Pendidikan Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai UPI punya sebuah museum pendidikan nasional yang umurnya baru 1 tahun. Tidak hanya itu, museum ini juga dilengkapi dengan sebuah teater terbuka dengan kursi melingkar dan diatasnya ditutup oleh jaring-jaring dengan bentuk seperti laba-laba. Sebuah grup musik keroncong menamakan diri mereka Badami selesai menyanyikan beberapa lagu. Meja bulat yang jumlahnya sekitar empat buah mulai diisi oleh beberapa pembicara dari kalangan penulis, praktisi dan tokoh pendidikan dalam sebuah tema stop pemberangusan buku.

Diskusi yang diadakan dalam bentuk panel itu dipandu oleh seorang moderator perempuan ini. Begitu lihai membuka dengan basa-basi yang indah. Kesempatan pertama bicara diberikan kepada Muhidin M Dahlan, seorang aktivis literasi.Ia bercerita pernah mengalami beberapa kali pemboitan bukunya pada tahun 2006 kemudian berlanjut pada tahun 2016.

Moderator menyerahkan kesempatan bicara selanjutnya pada Anton Kurnia, seseorang yang dikenal sebagai penerjemah, ia bercerita tentang pengalamannya di Jakarta tentang pemberangusan buku pada acara Asean Literary Festival (ATF) cara penyampaiannyan memang lebih sering mengaitkan dengan sastra sastra dunia yang dia terjemahkan. Sebebelumnya semua masalah perijinan sudah diurus dengan baik

Dari Anton lalu berpindah ke Ahda, cara penyampaiannyan tidak bisa lepas dari peran kepenyairannya. Membuka dengan salam lalu menyapa mahasiswa tidak ketinggalan menyapa mahasiswinya juga dengan penuh rasa cinta.