Sabtu, 31 Maret 2018
Tulisan Penutup Bulan Maret
Cimenyan konon ceritanya menurut orang dulu ada pohon menyan disini. Pemilih rumah ini yang aslinya berasal dari Antapani lalu disewa oleh bu Karlina sebagai tempat usaha. Saya masih menunggu kedatangan seseorang di sini sambil ditemani ngobrol sesekali bersama seorang ibu yang sudah hampir sepuluh tahun bekerja di rumah yang sering juga digunakan untuk tempat shooting.
Jumat, 30 Maret 2018
Bagaimana Sebaiknya Membuat Poster Yang Baik?
Kamis, 29 Maret 2018
Pada dasarnya membuat desain poster atau flyer itu sama seperti menulis perlu ada ide sayang dituangkan. Ketika ide sudah ditemukan maka akan mudah untuk membuat desainnya. Menjelang tengah malam saya mencoba memainkan aplikasi desain photoshop saja tidak ada aplikasi lainnya. Aplikasi canggih seperti illustrator belum sama sekali saya coba operasikan. Saya akan membuat desain flyer untuk acara ngaleut yaitu kegiatan mingguan berjalan kaki menyelusuri beberapa tempat bersejarah. Temanya tentang dunia perbankan sebenarnya akan ngaleut kerana api namun sayang tidak jadi.
Sebelum mendesain saya biasanya membuka pinterest lebih dulu untuk menambah referensi baru tentang desain baik itu dari font, warna sampai gampar apa yang cocok digunakan seperti dipikirkan lebih dulu. Dalam menambah jenis font baru, saya bisa mengunduhnya dari dafont. Dari segi pemilihan warna saya cenderung mengikuti pakem warna desain poster yang pernah dibuat dengan sedikit modifikasi dan penambahan.
Karena unsur desain yang dilibatkan perihal dunia perbankan tempo dulu, satu-satunya orang yang punya datang lengkap baik itu tulisan terutama foto adalah Alexxx, saya langsung mengontak untuk meminta materi foto yang dibutuhkan. Beberapa foto koleksi lama, dikirimkannya. Bagi saya proses kreatif dalam mendesainnya yang paling menyenangkan itu ketika sendiri, hanya ada beberapa suara yang kadang lewat selebihmnya fokus pada desain sambil terus menemukan alternatif-alternatif baru dalam membuat desainnya yang menyenangkan.
Saya memulainya dengan memilih jenis huruf yang pas sambil memainkan beberapa warna dan beberapa pola desain. Awal-awal mendesain masih terasa belum lepas, kadang juga masih mengumpulkan beberapa materi seperti logo dan ikon sosial media. Dari satu desain yang belum selesai, saya mencoba membuat desain dengan pola berbeda. Perlahan saya mulai menangkan desain itu. Saya melanjutnya dengan mengganti dari satu warna ke warna lainnya. Masih dengan pilihan warna yang terang.
Mengumpulkan materi desain dengan rapih bisa membantu dalam mengerjakan proses desain yang cepat. Baik foto, logo dan hal lainnya kadang bisa menyita waktu dalam proses mendesain. Belum lagi kendala lain bisa datang dari koneksi internet ada gangguan dari sekitar. Membuat desain yang baik bisa dimulai dengan memperkaya keragaman visual sembari mencoba banyak pola, penguasaan teknik juga mutlak diperlukan. Dari segi perangkat dan peranti pendukung lainnya.
Proses kreatif yang berlanjut akan menunjukan karya desain bukan hanya indah dipandang mata juga punya makna yang mendalam bagi yang bisa membacanya. Formula dan teori terasa tidak berguna tanpa mulai mendesain dari hal paling sederhana. Memainkan warna contohnya, asalkan jangan memainkan hati wanita.
Pada dasarnya membuat desain poster atau flyer itu sama seperti menulis perlu ada ide sayang dituangkan. Ketika ide sudah ditemukan maka akan mudah untuk membuat desainnya. Menjelang tengah malam saya mencoba memainkan aplikasi desain photoshop saja tidak ada aplikasi lainnya. Aplikasi canggih seperti illustrator belum sama sekali saya coba operasikan. Saya akan membuat desain flyer untuk acara ngaleut yaitu kegiatan mingguan berjalan kaki menyelusuri beberapa tempat bersejarah. Temanya tentang dunia perbankan sebenarnya akan ngaleut kerana api namun sayang tidak jadi.
Sebelum mendesain saya biasanya membuka pinterest lebih dulu untuk menambah referensi baru tentang desain baik itu dari font, warna sampai gampar apa yang cocok digunakan seperti dipikirkan lebih dulu. Dalam menambah jenis font baru, saya bisa mengunduhnya dari dafont. Dari segi pemilihan warna saya cenderung mengikuti pakem warna desain poster yang pernah dibuat dengan sedikit modifikasi dan penambahan.
Karena unsur desain yang dilibatkan perihal dunia perbankan tempo dulu, satu-satunya orang yang punya datang lengkap baik itu tulisan terutama foto adalah Alexxx, saya langsung mengontak untuk meminta materi foto yang dibutuhkan. Beberapa foto koleksi lama, dikirimkannya. Bagi saya proses kreatif dalam mendesainnya yang paling menyenangkan itu ketika sendiri, hanya ada beberapa suara yang kadang lewat selebihmnya fokus pada desain sambil terus menemukan alternatif-alternatif baru dalam membuat desainnya yang menyenangkan.
Saya memulainya dengan memilih jenis huruf yang pas sambil memainkan beberapa warna dan beberapa pola desain. Awal-awal mendesain masih terasa belum lepas, kadang juga masih mengumpulkan beberapa materi seperti logo dan ikon sosial media. Dari satu desain yang belum selesai, saya mencoba membuat desain dengan pola berbeda. Perlahan saya mulai menangkan desain itu. Saya melanjutnya dengan mengganti dari satu warna ke warna lainnya. Masih dengan pilihan warna yang terang.
Mengumpulkan materi desain dengan rapih bisa membantu dalam mengerjakan proses desain yang cepat. Baik foto, logo dan hal lainnya kadang bisa menyita waktu dalam proses mendesain. Belum lagi kendala lain bisa datang dari koneksi internet ada gangguan dari sekitar. Membuat desain yang baik bisa dimulai dengan memperkaya keragaman visual sembari mencoba banyak pola, penguasaan teknik juga mutlak diperlukan. Dari segi perangkat dan peranti pendukung lainnya.
Proses kreatif yang berlanjut akan menunjukan karya desain bukan hanya indah dipandang mata juga punya makna yang mendalam bagi yang bisa membacanya. Formula dan teori terasa tidak berguna tanpa mulai mendesain dari hal paling sederhana. Memainkan warna contohnya, asalkan jangan memainkan hati wanita.
Selasa, 27 Februari 2018
Fenomena Yang Sama Terulang Kembali
Dibalik jurnal harian yang sifatnya personal, terkadang timbul keinginan untuk menulis sesuatu yang terkait dengan isu yang terjadi sekarang ini. Saya menyerap sajian berita dengan berbagai cara, membaca, menguping sampai dengan menonton televisi. Politik dalam negeri sudah terlalu sering disiarkan dengan kepentingan yang berbeda beda rasanya ingin muntah. Masalah terbaru atau sebutlah fenomena yang paling mengganggu pikiran adalah pemberitaan tentang orang gila yang membantai ulama terjadi di Cicalengka, daerah yang dekat dengan Rancaekek daerah yang juga belum tergambar di pikiran saya. Seorang ulama di ponpes Al Hidayah KH. Hilmi dibantai oleh seorang lelaki bernama Asep di masjid seusai salat subuh.
Dalam pikiran saya tentu timbul pertanyaan siapa dalam dibaling itu semua. Fenomena seperti itu bukan dari segi pelaku saja yang harus ditelusuri ini terkait dengan aktor intelektual yang ada didibelakangnya.
Menceritakan latarbelakang dari seorang Asep mengalami siklus yang sama seperti lain punya keluarga dan pernah menikah, diusia 27 tahun kesehatan jiwanya terganggu kemudian menjalani pengobatan berjalan sampai pernah beberapa minggu di rumah sakit jiwa Saparua, Lembang. Asep tinggal
Acara AIMAN yang ditayangkan oleh KOMPAS TV sedikit membantu saya dalam menguasai alur kasus yang terjadi. Sang pembawa acara datang langsung ke tempat kejadian perkara dan bertanya pada kiai Dkudung yang merupakan adik kandung dari kiai Hilmi, cerita yang dikeluarkan terasa mengalir tidak ada unsur dibuat buat.
Kepolisian turut ikut bicara dalam kasus ini, cara kominikasi yang disampaikan menggunakan kerangka yang mencari aman. Kasus teror pada ulama terjadi di Jawa Barat totalnya ada 15 dari total yang ada, hanya 2 yang benar-benar terjadi yaitu di Cicalengka dan di Cigondewah yang menyerah ulama persis pak prawoto.
Akar masalah seperti ini sebelumnya pernah terjadi, ada yang menyangkut pautkan dengan kasus PKI yang bangkit lagi. Ada yang mengaiktkan dengan tahun politik yang semakin memanas dan mungkin saja kejadian semcam ini dibaut untuk membuat ketakutan para waerga sehingga peran dari seorang pelindung kepolisian menjadi penting.
Masyarkat yang kontra akan PKI akan mendukung sepenuhnn ya isu yang dibangun berkaitan dengan bangkitnya kembali partai komunis Indonesia. Teror awal yang konon dilukan juga didaerah lain pada awalnya dimulai dengan membuat coretan di dinding. Daerah daerah lain juga kena imbasnya sepeti Jakarta, Depok dan Jawa Tengah.
Kiai Hasim yang masih mengalami trauma semoga bisa cepat semmbuh. Teror-teror semcam ini dan isu jangan janganlah dijadikan senjata untucerik jualan suara di pilkada nanti,
Dalam pikiran saya tentu timbul pertanyaan siapa dalam dibaling itu semua. Fenomena seperti itu bukan dari segi pelaku saja yang harus ditelusuri ini terkait dengan aktor intelektual yang ada didibelakangnya.
Menceritakan latarbelakang dari seorang Asep mengalami siklus yang sama seperti lain punya keluarga dan pernah menikah, diusia 27 tahun kesehatan jiwanya terganggu kemudian menjalani pengobatan berjalan sampai pernah beberapa minggu di rumah sakit jiwa Saparua, Lembang. Asep tinggal
Acara AIMAN yang ditayangkan oleh KOMPAS TV sedikit membantu saya dalam menguasai alur kasus yang terjadi. Sang pembawa acara datang langsung ke tempat kejadian perkara dan bertanya pada kiai Dkudung yang merupakan adik kandung dari kiai Hilmi, cerita yang dikeluarkan terasa mengalir tidak ada unsur dibuat buat.
Kepolisian turut ikut bicara dalam kasus ini, cara kominikasi yang disampaikan menggunakan kerangka yang mencari aman. Kasus teror pada ulama terjadi di Jawa Barat totalnya ada 15 dari total yang ada, hanya 2 yang benar-benar terjadi yaitu di Cicalengka dan di Cigondewah yang menyerah ulama persis pak prawoto.
Akar masalah seperti ini sebelumnya pernah terjadi, ada yang menyangkut pautkan dengan kasus PKI yang bangkit lagi. Ada yang mengaiktkan dengan tahun politik yang semakin memanas dan mungkin saja kejadian semcam ini dibaut untuk membuat ketakutan para waerga sehingga peran dari seorang pelindung kepolisian menjadi penting.
Masyarkat yang kontra akan PKI akan mendukung sepenuhnn ya isu yang dibangun berkaitan dengan bangkitnya kembali partai komunis Indonesia. Teror awal yang konon dilukan juga didaerah lain pada awalnya dimulai dengan membuat coretan di dinding. Daerah daerah lain juga kena imbasnya sepeti Jakarta, Depok dan Jawa Tengah.
Kiai Hasim yang masih mengalami trauma semoga bisa cepat semmbuh. Teror-teror semcam ini dan isu jangan janganlah dijadikan senjata untucerik jualan suara di pilkada nanti,
Kamis, 08 Februari 2018
Secangkir Long Black di Kamar Tujuh Koffie
"Cilamaya disebalah mana pak?"
"Dari sini puter balik kebawah, Cilamaya jalannya nggak panjang dibelakang gedung sate"
Saya lalu mulai menikmati sepiring baso tahu hokkie untuk mengurangi lapar sore itu. Saat itu disebalah saya duduk seorang bapak yang umurnya cukup tua, saya mengomentari tentang gedung sate yang ukurannya cukup besar. Sebelumnya pada pedagang bebas berjualan didalam, bapak penjualnya ikut bercerita pada saat mengirmkan pesanan baso tahu para pegawai gedung sate, dia dibuat bingung untuk mengelilingi gedungnya. Dibuat diputar putar, menuruni tangga demi tangga yang lokasinya masih jauh. Masa pemerintahan Walikota Aa Tarmana dan Dada Rosada pernah dialaminya. Begitu juga walikota Ateng Wahyudi,
Dari obrolan walikota berlanjut ke obrolan presiden, bapak ini pernah merasakan hidup dimasa pemerintahan Soeharto yang tumbang menurutnya tahun 1997. Pada masa pak Harto orang orang yang sedikit saja menentang pemerintah akan bilang banyak mahasiswa ITB yang hilang. Ia berpikiran pola pemerintahan untuk mengilangkan seseorang itu dengan iming iming akan diberi pekerjaan, saat ia dibawa kesuatu tempat langsung menembaknya ditempat. Musisi sepeti Iwan Fals saja sempat dipenjara beberapa kali begitu juga Rhoma Irama, karena lagu Oemar Bakri dan Bento iwan Fals ditahan Rhoma Irama karena lagu yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.
Setiap pemerintahan dalam sudut pandang masyarakat biasa punya kekejaman masing-masing. Pada era SBY konon terjadi kriminalisasi KPK, pada masa Jokowi kasus penyiraman air keras penyidik KPK, Novel Baswedan belum juga diusut tuntas. Pelaku sekaligus aktor intelektualnya belum terungkap. Waktu Pilkada juga Pilpleres menjadi waktu yang rawan mengingat belum ada saingan berat bagi seorang Jokowi selain dari Prabowo. Mengulang masa lalu, saya kira Prabowo seharusny jadi presiden Indonesia karena ada kecurangan maka Jokowilah yang terpilih. Dengar dari cerita Megawatilah yang berperan untuk itu semua, daerah Papua yang pro prabowo hasil TPS dibuat kelaut oleh orang suruhannya. Daerah Madura yang semuanya mendukung ketua Gerinda itu hasil perhitangan suaranya hilang.
Lewat penjual baso tahu tadi membuat orbolan baru yang cukup sekian lama tidak terjalanin. Mengawali pertanyaan kecil tentu menjadi efektif. Saya melanjutkan ke Cilamaya tepatnya Kamar Tujuh Koffie dengan niatan menyelesaikan tulisan. Lokasi kedainya ada di area hotel bumi asil dengan bangunan lama yang masih asri dan dipertahankan. Saya memilih tempat duduk diluat yang masih kosong lalu memesan secangkir kopi long black didalam. Kedai itu lebih menyerupai coffee shop didalamnya tidak banyak tempat duduk memang sengaja dibuat seperti bar. Saya menunggau secangkir long black diantarkan sambil mulai membuka laptop untuk mencari cari informasi tentnag beasiswa LPDB.
Tidak lama berselang datanglah Ghera, ketika itu belum ada kursi yang kosong. Saya ikut mencarikan tempat duduk, dia memesan kopi aja saya tergantung dari selera barista yang membuat kopinya. Dia baru pulang dari survei, datangnya tidak sendirian bersama sama dengan teman-temannya ada Ricky, kemudian seorang pria yang anggota aleut juga pada era Atria. bersama pacarany juga yang berhijab. Didepannya ada Ricky Arnold yang pernah bekerja di Provoke. Wajah saya sendiri sebenarnya tidak asing lagi karena katanya pernah ditemuai saat meliput bersama disebuah acara.
Pekerjaan Ghera memag dibilang cukup banyak, saya diminta untuk menuliskan tentang topik destitnasi. Semua berkaitan dengan wisatawan. Obrolan juga seidkit menyinggung tentang media hari ini.
Topik obrolan seru adalah tentnag keyakinan, ada yang dalam otaknya sudha tertanam mitoligo kalau orang Cina itu dari RRC dan kristen maka pergaulan semacam ini bagi beberapa orang amat dihindari. Lalu ulasan tentang banyak orang berhijrah dengan landasan utamanya tentnag kematian kalau dari segi perempuannya sendiri karena persoalan jatuh cinta lalu berhijrah. Semua itu berlanjut pada permasalah bagaimana seseorang bisa menikah dengan seseorang yang tidka dikenalanya dengan baik.
Dampak dari itu kadang sulit bagi yang menikah menemukan kekeurangan dari pasangnya. Disela sela obrolan "Perempuan itu harus rela dimadu dan lelaki diracun" seketika saja syaa tertawa. Ada yang menganggap kenapa tidak dikomunikasikan saja segala kekurangan pasangan agar mudah dimengerti nantinya. Tentu saja utnuk dirananh rumah tangga hal itu bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk ukurna Psikolog saja bisa cerangan apalagi bagi orang bisa. Tidak pernah ada cinta yang jalinannya manis tuan dan nona.
Datanglah seorang perempuan yang mengeluhkan kondisi rumahnya yang berisik akan sura sound dari trans tv. Kasus tentang pembunuhan seorang guru juga sempat dibahas. bahkan sadisnya sampai ada permainan untuk menghantam guru.
"Dari sini puter balik kebawah, Cilamaya jalannya nggak panjang dibelakang gedung sate"
Saya lalu mulai menikmati sepiring baso tahu hokkie untuk mengurangi lapar sore itu. Saat itu disebalah saya duduk seorang bapak yang umurnya cukup tua, saya mengomentari tentang gedung sate yang ukurannya cukup besar. Sebelumnya pada pedagang bebas berjualan didalam, bapak penjualnya ikut bercerita pada saat mengirmkan pesanan baso tahu para pegawai gedung sate, dia dibuat bingung untuk mengelilingi gedungnya. Dibuat diputar putar, menuruni tangga demi tangga yang lokasinya masih jauh. Masa pemerintahan Walikota Aa Tarmana dan Dada Rosada pernah dialaminya. Begitu juga walikota Ateng Wahyudi,
Dari obrolan walikota berlanjut ke obrolan presiden, bapak ini pernah merasakan hidup dimasa pemerintahan Soeharto yang tumbang menurutnya tahun 1997. Pada masa pak Harto orang orang yang sedikit saja menentang pemerintah akan bilang banyak mahasiswa ITB yang hilang. Ia berpikiran pola pemerintahan untuk mengilangkan seseorang itu dengan iming iming akan diberi pekerjaan, saat ia dibawa kesuatu tempat langsung menembaknya ditempat. Musisi sepeti Iwan Fals saja sempat dipenjara beberapa kali begitu juga Rhoma Irama, karena lagu Oemar Bakri dan Bento iwan Fals ditahan Rhoma Irama karena lagu yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.
Setiap pemerintahan dalam sudut pandang masyarakat biasa punya kekejaman masing-masing. Pada era SBY konon terjadi kriminalisasi KPK, pada masa Jokowi kasus penyiraman air keras penyidik KPK, Novel Baswedan belum juga diusut tuntas. Pelaku sekaligus aktor intelektualnya belum terungkap. Waktu Pilkada juga Pilpleres menjadi waktu yang rawan mengingat belum ada saingan berat bagi seorang Jokowi selain dari Prabowo. Mengulang masa lalu, saya kira Prabowo seharusny jadi presiden Indonesia karena ada kecurangan maka Jokowilah yang terpilih. Dengar dari cerita Megawatilah yang berperan untuk itu semua, daerah Papua yang pro prabowo hasil TPS dibuat kelaut oleh orang suruhannya. Daerah Madura yang semuanya mendukung ketua Gerinda itu hasil perhitangan suaranya hilang.
Lewat penjual baso tahu tadi membuat orbolan baru yang cukup sekian lama tidak terjalanin. Mengawali pertanyaan kecil tentu menjadi efektif. Saya melanjutkan ke Cilamaya tepatnya Kamar Tujuh Koffie dengan niatan menyelesaikan tulisan. Lokasi kedainya ada di area hotel bumi asil dengan bangunan lama yang masih asri dan dipertahankan. Saya memilih tempat duduk diluat yang masih kosong lalu memesan secangkir kopi long black didalam. Kedai itu lebih menyerupai coffee shop didalamnya tidak banyak tempat duduk memang sengaja dibuat seperti bar. Saya menunggau secangkir long black diantarkan sambil mulai membuka laptop untuk mencari cari informasi tentnag beasiswa LPDB.
Tidak lama berselang datanglah Ghera, ketika itu belum ada kursi yang kosong. Saya ikut mencarikan tempat duduk, dia memesan kopi aja saya tergantung dari selera barista yang membuat kopinya. Dia baru pulang dari survei, datangnya tidak sendirian bersama sama dengan teman-temannya ada Ricky, kemudian seorang pria yang anggota aleut juga pada era Atria. bersama pacarany juga yang berhijab. Didepannya ada Ricky Arnold yang pernah bekerja di Provoke. Wajah saya sendiri sebenarnya tidak asing lagi karena katanya pernah ditemuai saat meliput bersama disebuah acara.
Pekerjaan Ghera memag dibilang cukup banyak, saya diminta untuk menuliskan tentang topik destitnasi. Semua berkaitan dengan wisatawan. Obrolan juga seidkit menyinggung tentang media hari ini.
Topik obrolan seru adalah tentnag keyakinan, ada yang dalam otaknya sudha tertanam mitoligo kalau orang Cina itu dari RRC dan kristen maka pergaulan semacam ini bagi beberapa orang amat dihindari. Lalu ulasan tentang banyak orang berhijrah dengan landasan utamanya tentnag kematian kalau dari segi perempuannya sendiri karena persoalan jatuh cinta lalu berhijrah. Semua itu berlanjut pada permasalah bagaimana seseorang bisa menikah dengan seseorang yang tidka dikenalanya dengan baik.
Dampak dari itu kadang sulit bagi yang menikah menemukan kekeurangan dari pasangnya. Disela sela obrolan "Perempuan itu harus rela dimadu dan lelaki diracun" seketika saja syaa tertawa. Ada yang menganggap kenapa tidak dikomunikasikan saja segala kekurangan pasangan agar mudah dimengerti nantinya. Tentu saja utnuk dirananh rumah tangga hal itu bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk ukurna Psikolog saja bisa cerangan apalagi bagi orang bisa. Tidak pernah ada cinta yang jalinannya manis tuan dan nona.
Datanglah seorang perempuan yang mengeluhkan kondisi rumahnya yang berisik akan sura sound dari trans tv. Kasus tentang pembunuhan seorang guru juga sempat dibahas. bahkan sadisnya sampai ada permainan untuk menghantam guru.
Kamis, 30 November 2017
Postingan Iseng di Akhir Bulan November 2017
Hal tidak terduga di bulan November ini, saya terdaftar sebagai peserta dalam kompetisi tahunan Manual Brew Community. Sejak dibuka pendaftarannya kuota peserta hanya untuk 96 orang saja. Semua kuota terisi hanya dalam waktu 15 menit saja. Metode yang akan saya gunakan nanti adalah aero press seiring waktu aero press kemudian diganti dengan menggunakan V60, beberapa roastery baru mulai saya coba hasil biji kopinya.
Saat mengunjungi salah satu kedai di daerah Dago, seorang roaster bilang perlu dibedakan antara seduhan untuk jualan dan seduhan untuk kompetisi. Dalam kompetisi nanti bukan hanya hasil seduhan yang perlu dipersiapkan tapi juga, kelengkapan lainnya karena kalau itu tidak diperhatikan akan mengurangi penilaiannya juri.
Mudah mudahan saat kompetisi nanti saya bisa menghasilkan seduhan terbaik dan hasilnya juga baik. Itu saja.
Kamis, 30 November 2017
Saat mengunjungi salah satu kedai di daerah Dago, seorang roaster bilang perlu dibedakan antara seduhan untuk jualan dan seduhan untuk kompetisi. Dalam kompetisi nanti bukan hanya hasil seduhan yang perlu dipersiapkan tapi juga, kelengkapan lainnya karena kalau itu tidak diperhatikan akan mengurangi penilaiannya juri.
Mudah mudahan saat kompetisi nanti saya bisa menghasilkan seduhan terbaik dan hasilnya juga baik. Itu saja.
Kamis, 30 November 2017
Rabu, 01 November 2017
Resensi Film Posesif (2017)
Di ruang lingkup pergaulan sineas indie nama Edwin sering dikaitkan dengan film besutannya "Babi Buta Ingin Terbang" yang berhasil menembus festival film internasional di luar negeri. Nama Edwin sebagai sutradara kembali muncul dalam film "Posesif" tak ingin melewatkan kesempatan ini, saya meluangkan waktu untuk menontonnya. Sebelum diputar serentak di bioskop, Palarifilms sebagai rumah produksi pernah memutarkan filmnya pertama kalinya di Kineruku pada saat malam Minggu. Edwin dikenal sebagai sutradara fiilm arthouse, arthouse film adalah film yang dibuat secara mandiri tanpa kepentingan komersil. Jaringan distribusinya terbilang terbatas dilingkup komunitas saja. Bagi saya posesif ini adalah film komersil yang digarap pertama kalinya oleh Edwin.
Film ini dibuka dengan sebuah adegan lompat indah dengan soundtrack dari musisi indie yang masih asing. Menceritakan tentang kisah percintaan remaja diperankah oleh Lala (Putri Marino) dan Yudhis (Adipati Dolken) tidak seperti film remaja kebanyakan. Film ini malah menyajikan kisah percintaan remaja yang manis diawal namun beracun diakhir. Putri Mario yang berperan sebagai Lala sebelumnya saya kenal pernah membintangi webseries Axe edisi Keenan Pearce, dia juga salah seorang pendatang baru di dunia film.
Sejak Lala dan Yudhis dihukum oleh guru olahraga di jam istirahat awal ikatan mereka sudah terasa. Yudhis yang menurut Lala cukup nekat langsung diajak untuk jalan ke tempat tempat baru. Mereka berdua datang ke sebuah galeri yang lokasi settingnya diambil di Bandung, di tempat itu Lala bercerita kalau dia dan sekaluarga disebut sebagai keluarga penguin. Ditempat itu juga Yudhis mencari satu kesamaan dengan Lala maka ditemukanlah Paus mereka berdua sepakat menggambar Penguin dan Paus di tangannya masing-masing.
Lala yang sehari harinya sibuk dengan latihan dari pagi membuat Yudhis seolah tidak diperhatikan keinginannnya. Setiap emosi baik itu ikatan keluarga yang kuat antara Lala dan Ayahnya atau hubungan mereka yang tidak biasa membuat saya menikmati setiap adegan yang ditawarkan.
Awal Yudhis membuat masalah pada saat Sheila salah satu saingan Lala disenter matanya saat latihan. Yudhis sempat didatangi oleh ayahnya Lala lalu terjadi perdebatan antara mereka. Saat itu juga Lala memutuskan keluar dari tim dan pergi bersama pacarnya. Emosi dalam film semakin terasa saat Lala dipaksa Yudhis untuk kuliah di Bandung, Lala yang sudah lama hidup dengan ayahnya tidak bisa menerima tawaran Yudhis.
Latarbelakang Yudhis menjadi Posesif tentu dipengaruhi oleh ibunya. Ibu Yudhis yang diperankan oleh Cut Mini dikenal sebagai seorang yang ringan tangan. Adegan paling mengerikan di film ini Yudhis dipukuli oleh ibunya saat bilang nama papanya. Gerak tubuh dari Cut Mini menunjukan kalau dia tipikal seorang ibu yang ringan tangan.
Setiap adegan dalam film Posesif memberi emosi tersendiri, soundtrack lagu yang dipilihnya terbilang pas seperti lagu hits Dipha Barus feat Kalula "No One Can't Stop Us" muncul saat adegan Lala dan Yudis berenang berdua. Belum lagi ditambah soundtrack dari musisi indie lainnya seperti Banda Neira dan lagu "Dan" dari Sheila On 7.
Gina C Noer sebagai penulis skenario mampu membuat percakapan yang mewakili dunia remaja. Teknik senimatografinya juga dibuat berwarna dan punya nilai seni. Secara keseluruhan film Posesif ini menewarkan cerita cinta yang tidak melulu manis namun sebuah hubungan juga bisa berakhir dengan tragis. Sempat dibuat poster meme juga dari film ini dengan modelnya presiden Soekarno dan Soeharto tulisannya "Soekarno presiden pertama Indonesia" "Soeharto Ingin Selamanya". Tamatlah sudah resensi film ini.
Kamis, 31 Agustus 2017
Catatan dari Ngaji Jurnalisme Investigasi
Jurnalisme investigasi dan indeepth adalah dua hal yang berbeda. Investigasi tujuannya adslah mrngungkap dan in deepth menceritakan. Proses awal prnggalian ide berawal dari i mind mapping
Langganan:
Postingan (Atom)
