Kamis, 26 April 2018

Rumah Mimpi Ucay

Ucay nama panggilan itu lebih melekat dari nama aslinya. Pagi itu dia sudah lebih dulu berada diruangan mengambil tempat duduk dipojok. Hari itu saya melihatnya kembali, kita duduk berdekatan terakhir pertemuan saat ada relokasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ke kosan Dua Saudara. Diawal-awal obrolan nama-nama seperti Ganjar, Tiara, Agung, Isman, dll terus ditanyakannya.

Dia bekerja di lembaga pemerintahan yaitu BKKBN sudah hampir satu tahun. Kunjungan dinasnya telah membawanya menuju kota Bali, Aceh dan Lampung. Disamping itu didaerahnya sendiri, dia membangun sudah gerakan yaitu ruang mimpi tujuannya untuk menggerakan anak anak dari daerah. Keinginan terbesarnya sebenarnya bukan bekerja melainkan membuka usaha, satu satunya harapan yang harus dijalani saat ini adalah bekerja di dinas pemerintahan. Setiap kunjungan kerja tidak jarang harus pergi menggunakan tiket promo dari maskapai Lion Air dan Airasia.

Ucay masih sering bertemu dengan Opik karena sudah pernah mengerjakan project bersama website Bandungtimes.com dan Cimahicity.com, Opik yang sudah lama menikah sempat tinggal dilampung selama 6 Bulan setelah melahirkan kembali lagi ke Bandung. Sehari harinya bergantung pada usaha potong rambut lebih seperti Barber Shop hanya dibuat lebih santai. Jika siang hari ia tidur malamnya bekerja didepan laptop, entah mengerjakan apa.

Pemerintah kota Bandung 2 tahun sebelumnya telah menyebarkan surat edaran kepada masyarakat di Taman Sari isinya memberitahukan akan dibangunnya rumah susun. Masyarat dulu yang pernah punya majikan orang Belanda kadang mewarisi tanah warisan dari majikannya yang disebut Tanah Adat. Ada isu yang mengatakan tanah adat surat kepemilikan tanahnya sering dipermasalahkan mungkin tujuan pembangunan ini juga pemerintah ingin mengetahui lahan-lahan yang sebenarnya milik pemerintahan kota.

Radar Bandung pernah menjadi tempat bernaungnya selama 1 setengah tahun. Tugas sebagai pengelola web memberikan keleluasaan baginya untuk meliput langsung juga ke lapangan, tanpa terlibat langsung dalam desk politik lebih kepada musik, budaya dan gaya hidup.

Anak-anak yang kekurangan tempat bermain mencuri perhatiannya untuk mendirikan gerakan Rumah Mimpi bersama dengan temannya. Gerakan ini sudah membangun jaringan dengan Rumah Bintang, salah satu program yang sudah dibuatnya terkait olahraga, anak-anak yang satu naungan dikumpulkan dalam sebuah kompetisi sepakbola. Ucay akan terus bermimpi bersama rumah mimpinya.

Kamis, 12 April 2018

Writing About Ana

Tidak ada hubungannya sama sekali judul berbahasa ingris yang mengharuskan isinya juga berbahasa inggris. Dalam menulis catatan atau apa saja yang ada didalam blog, saya lebih senang menggunakan kata-kata yang lepas. Tidak kaku seolah berbicara pada pembaca, ya kalau perlu seperti obrolan sehari-hari saja agar terasa lebih dekat.

Sudah seminggu tepatnya, saya tidak mendapatkan kabar terbaru tentang ana, kabar itu bisa saja didapatkan dengen mengecek instagramnya atau memberanikan diri bertanya langsung lew at aplikasi chating kekinian. Di instagram lewat feed paling atas, saya hanya mendapati postingan foto terbaru yang lokasinya diambil di Bumi Herbal Dago (BHD). Yang tampak lalu bersembunyi adalah foto kucing. Dibalik foto itu memang ada maksud sengaja dari tangan fotografer untuk mengabadikan hewan yang menurut sebagian orang itu lucu.

Kedatangan Ana setiap hari Kamis memang selalu saya harapkan. Selintas saja dalam pikiran kadang sosok itu muncul beberapa detik saja tidak pernah lama, saya memberiakan ana datang karena dirinya sendiri. Datang Kamisan karena ingin berkumpul sehabis pulang kerja. Saat menuruni tangga, tatapan mata saya melihat jelas kehadirannya yang tengah sudah duduk dengan tenang. Itulah Ana, tak ada kata-kata yang ingin saya ucapkan cukup merasakan keberadaannya di ruangan ini.

Dari wajah itu langsung terpikir untuk mengirimi pesan entah itu keisengan atau keseriusan, saya menawarinya secangkir kopi. Menyeduh kopi itu harus melibatkan cinta, cinta paling dalam kalau perlu. Kamisan berlangsung dengan penuh hangat beberapa orang yang setia turut hadir kala itu. Aip, Akay, Upi, Gista, Ervan, Tegar, Anggi, Enji, Nisa, Windy turut terasa kala itu. Sampai akhir Kamisan, saya tak punya nyali berlama-lama menatap wajahnya.

Kamisan berakhir, ada yang melanjutkan obrolan dan ada yang harus segera pulang. Saya duduk berdiri didekat meja bar. Satu persatu orang berlalu lalang ada yang keatas atau sekedar menuju tempat cuci tangan. Dari tempat duduknya dia berjalan, arah tujuannya untuk mencuci tangan. Lalu, ada yang berusaha menghampiri, sosok itu lalu bertanya "Ada kopi apa?" jawaban yang saya keluarkan malah tidak karuan, saya menjawab pertanyaan itu dengan mengawang-awang.
Antara dua jenis kopi single origin huta bata dan aceh natural saya lebih merekomendasikan huta raja collective, kalau kata seorang teman namanya itu seperti kopi frinsa collective. Dia kembali ke tempat duduknya, saya merasa melewatkan kesempatan untuk mengobrol lebih jauh. Yang jelas ada sedikit kegembiraan kala itu.

Jaket warna biru dongker memberi kesan manis, dia duduk di jok belakang motor. Suara gas terdengar, tatapan matanya masih belum beranjak dari depan kedai. Saya perhatikan terus motor itu, motor mulai melaju. Dia melampaikan tangan, semacam pertanda akan pergi. Lambaian tangan penting itu seperti punya pesan penting, bagi saya membalasnya adalah hal yang perlu. Lampaian tangan itu mungkin saya untuk untuk semua teman, tapi bagi saya itu sebuah arti.

Kamis, 05 April 2018

Review Singkat The Flash Season 4 Episode 16

TV Show apa yang pernah kamu tonton? Kalau saya diantaranya Sherlock Holmes, Marvel Legend of Tomorrow, Black Mirror dan lebih seringnya menonton The Flash mulai dari season 1 sampai season 4 sudah sampai episosde 16, banyak hal yang saya sukai dari The Flash ini yang paling diingat adalah saat pembukannya dengan menyebut nama Barry Allen sebagai the Flash manusia tercepat yang pernah ada. Season 4 ini The Flash dan timnya di Star Lab harus berhadapan dengan musuh besarnya yaitu Devold seorang yang punya kecerdasaan diatas rata-rata dia juga ada pada saat kejadian ledakan pada waktu itu. 

Episode ke 16 di buka dengan perampokan yang terjadi di Bank, pelakunya ada manusia buatan yang punya kekuatan api. Brankas bank yang terbuat dari baja yang tebal bisa dibukanya. Sebelum uang yang ada di brankas diambil oleh manusia api, ada salah seorang pegawai bank yang mencegahnya, ia kemudian bersentuhan tahan dengan manusia api setelah itu saat manusia api akan menyerangnya kembali kekuatna apinya mendadak menghilang. Saat hilang kekuatan polisi kemudian bisa menangkapnya dengan mudah. 

Pagi harinya penyelidikan di lokasi kejadian dilakukan oleh Detektif Joe bersama dengan Sisko, Sisko menemukan yang membakar brankas ini adalah manusia buatan yang punya kekuatan panas diatas 900 Farenheit. Kemudian manusia api itu ditanya apakah ia pernah ikut dalam satu bus di kejadian itu. Lelaki tadi malah melemparkan pertanyaan balik, dia sudah punya kekuatan itu beberapa bulan yang lalu. Sementara itu tim The Flash di Starlab masih meributkan stategi untuk mengalahkan Devold. Sisa 3 orang lagi dari penumpang bus belum ditemukan. Harry kemudian mengusulkan untuk membuat topi untuk meningkatan tingkat kecerdasan seseorang, dia melihat kecerdasan Devrg sold dirahih dari topi buatan itu. Maka Harry menguslkan untuk membuat hal yang serupa dengan diuji terlebih dahulu kepada tim. 

Pelaku pembobolan bank sudah ditemukan kemudian. Dia ditanya apakah dia punya kekuatan api, pada saat itu pelaku malah mengancam Irish dihadapan detektif Jo, dengan cepat detektif langsung menyalakan sinyal bahaya, datanglah The Flash menyelamatkan Irish. Pada waktu itu yang terjadi kekuatan The Flash berpindah pada Irish. The Flash hilan kecepatannya, kini tangannya Irish bergerak cepat seperti The Flash. 

Sisi menarik dari episode 16 ini The Flash kini pindah peran pada Irish, di Star Lab Irish mulai berlatih untuk menggunakan kecepatannya. Dia merasakan sesuatu yang lain, Irish harus mulai berhadapan dengan para penjahat. Pada waktu itu di sebuah gedung terjadi kebakaran, maka ini jadi tugas pertamanya untuk menyelamatkan banyak orang. Irish kemudian menyelamatkan orang keluar dari gedung dengan kecepatan dia mulai menciptakan angin untuk mematamkan api, Irish terkena reruntuhan gedung. Dia diselamatkan oleh Sisco. 

Semua kekuatan yang dimilikinya itu lengkap dengan masa lalu yang pernah terjadi di speed force. Di starlab Sisco masih membaca majalah sains, begitu juga Harry masih dengan percobaannya untuk menciptakan helm untuk membuat jadi jenius. Harry yang terus berekperimen merasa gagal, lalu mencoba meminta bantuan Sisco untuk menyemppurnakannya. Sisco lalu menolak karena takut akan terjadi hal yang sama pada Devolt. Episode k1-16 belas ini Devold tidak muncul. Dibalik tubuh barunya, Devolt terus berpikir untuk menghancurkan The Flash. 

Sebagai serial TV yang mudah dimengerti alur ceritanya. Sebenarnya The Flash ini bisa memberikan pengetahuan baru tentang kegiatan para ilmuan dan berbagai macam kasus dan tindak kejahatan 
yang terjadi di kepolisian. Dari serial ini, saya masih penasaran pada sosok Harryson Walce, apa dia masuk atau menjadi otak dibalik kejadian ledakna di bus pada waktu itu. Diakhir cerita dua nama penumpang lain masih disebut yang akan berlanjut pada episode selanjutnya.

Manusia api yang mengeluarkan seluruh kekuatan aslinya dikalahkan oleh Irish dengan mengirimkan air dari sungai.