Suatu waktu, saya dibuat heran saat disodori sebuah tawaran untuk menjual kopi. Kopi yang sama sekali belum saya ketahui jenisnya, tugas saya adalah menjualnya. Kopi itu ternyata didapatkan dari Kapal Selam, ada kopi Gayo, Toraja, Bali dan kopi Lembang. Ada tujuan untuk mengajak berbisnis kopi. Dalam menjual kopi, saya punya pertimbangan tidak bisa disodori begitu saja. Bahkan seolah ada paksaan juga didalamnya. Perlu ada obrolan kecil untuk merumuskan konsep juga mengenal kopi yang kita jual.
Saya sedang dalam langkah membangun usaha yang baik dengan omset juga sistem yang harus diterapkan. Jika sebatas usaha biasanya maka hasilnya akan biasa juga. Saya mulai punya rekanan usaha yang paling tidak mengerti apa yanga ada dibalik pikiran saya ini, dia juga cenderung tenang tidak ada paksaan. Langkah lain yang mulai saya coba juga adalah fokus membuat produk entah itu biji kopi atau kopi dalam kemasan.
Lepas dari kopi juga usaha lain yang ingin dijalani, sebenarnya masih ada keinginan dalam hati untuk melanjutkan kembali proses berkarya. Proses kreatif entah itu melakukan proses peliputan, menjadi kontributor atau menulis cerpen dengan cerita yang memikat. Saya sadar betul jika proses kreatif contohnya membaca terus ditinggalkan apalagi tidak diniatkan maka yang ada semua tidak akan pernah terlaksana berakhir pada rencana. Sementara perubahan demi perubahan terus terjadi.
Setelah semua obrolan saat Kamisan selesai, saya melanjutkan kembali membaca buku Semerbak Bunga di Bandung Raya, saya tidak ingin terus berdiam di bab awal, Bandung tempo dulu punya cerita yang cukup menarik untuk ditelusuri bab per babnya dari yang saya baca seperti telaga Bandung, alun alun yang telah berubah fungsi, pembangunan kota yang harus mempertimbangkan alam, kuliner khas di Bandung dan masih banyak lagi. Point penting yang saya ambil dari pembacaan hari ini, penulisan buku Semerbak Bunga di Bandung Raya menggunakan kata kata yang sederhana. Tentu saja dalam penulisan karya Ilmiah populer tentunya harus menggunakan kata kata yang dijumplalitkan.
Generasi muda juga tentunya harus memperhatikan pertimbangan kotanya. Sejarah masa dulu jadi pembelajaran untuk kedepannya.
13 Septmber 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar