Rabu, 05 September 2018

Ngopi Bareng KAI 2

Kejadian konyol yang saya alami hari ini adalah menyobek uang kertas, tentu saja itu terjadi tidak sengaja. Tidak main main juga uang yang disobek nilai mata uangnya cukup besar yaitu seratus ribu. Uang yang telah sobek itu membuat saya berpikir untuk menempelkannya kembali atau dibelanjakan sesuatu. Ini ada pengaruhnya dengan nilai tukar tolar yang mencapai Rp 15.000 uang sobekan seratus ribu saya simpan dulu didalam dompet.

Siang hari di hari Rabu, saya belum menyesap kopi. Saya sejenak datang ke Pos Kopi yaitu kedai kopi yang lokasinya berada didalam kantor pos. Konon yang saya lihat dari Instagram ada stok kopi baru yaitu Sunda Typica. Saat datang untuk ngopi, saya selalu bertanya tentang perihal kopi baru, ada 4 pcak kopi yaitu puntang, patuha, sunda typical dan yellow cattura. Untuk yellow cattura ini diperkenalkan pada saat pemerintahan Ahmad Heriawan Sebagai gubernur Jabar. Semua kopi diambil dari Cimaung, kebanyakan mix varietas itu bisa mencapai 4 varietas. Lini S, Sigararutang, Ateng, dll.
 
Metode penyeduhannya biasa dengan filter, V60 alat yang umum digunakan. Dengan metode menyediuh ala Testu Kasuya rumusnya 4:6 saya mencoba kopi sunda typicanya. Aroma yang disajikan memang wangi. Di sela sela menyeduh kopi kemasan yang banyak dipesan diantarnya adalah robusta, tidak jauh dari kedai ada juga yang mengolah kopi dalam bentuk kemasan jalur distribusinya lewat GOJEK. Di meja display dijual gula aren yang membuat saya tertarik untuk mencobanya.

Bagi sebagian orang minum kopi dengan gula merah menambah nilai tersendiri, karena gula merah bubuk ini diambil dari Baduy. Selesai ngopi, saya diberikan sampel kopi puntang natural. Kopi ini seperti yang diceritakan pernah sampai dicupping oleh seorang Q Grader, untuk cupping diperlukan sampai 50 cup. Ada cupping dan ada juga tasting. Saat sudah ditemukan note apa saja yang muncul dalam kopi bisa dibuat nama sebagai branding dari kopi. Seperti rasa lemon yang muncul dalam kopi bisa dibuat nama Puntang Lemonade. Seperti branding kopi yang dibuat oleh Space Roastery, roaster dari Yogya dengan kopinya “Halu Pink Banana”

Malam harinya, ada technical meeting kecil kecil dalam rangka acara bagi bagi kopi gratis dalam rangka acara KAI. Tepatnya tanggal 10-11 September 2018. Acara ini memang terbilang mendadap dari 20 peserta yang ikut 10 orang ditempatkan dalam kereta api dan sisanya membuka stand penjualan di stasiun. Adapun kopi yang dibagikan gratis totalnya 250 cup kurang lebih 3 kg. Saya berkenalan juga dengan om Budi yaitu salah satu pengolah dari Cikole, kopi dari Tangkuban Perahu tepatnya. Karena lokasi dekat dengan kawah kadang ada rasa belerang yang menempel.

Pada saat pembagian, anehnya orang yang mendapat kesempatan di kereta adalah orang orang yang tidak hadir dilokasi.


5 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar