Jumat, 28 Agustus 2020

Motivasi Berlari 3 Hari Berturut-turut di Lapangan Saparua

 Jumat, 28 Agustus 2020 

Saat lari di sore hari satu kata yang jadi ingatan saya yaitu penghayangan. Saya sampai ke saparua lewat jalan yang berbeda dari biasanya masuk dari taman maluku yang ketika itu masih dipenuhi oleh motor para pegawai daerah sana saya lanjutkan menuju area parkir di saparua. Mathari sore terasa begitu terang mungkin karena pengaruh musim kemarau hingga sore masih ada matahari.

Beberapa pedagang yang biasa berjualan belum membuka lapaknya masih sebatas mendorong gerobak, ada juga yang sudah memasang tenda. Sore hari lapangan saparua selain digunakan untuk jogging track, ada juga yang menggunakannya sebagai tempat nongkrng. Terutama anak muda yang masih berpacaran. Kalau untuk yang lari bisa dibilang semua usia ada, dari anak anak, remaja sama orang dewasa. 

Kegiatan saya lari di lapangan saparua kalau dihitung sudah 3 hari berturut turut. Sore dipilih karena ada keramaian yang membuat semangat untuk berlari ditambah setelah lari banyak yang berjualan dari mulai sate madura, sate kulit, gado gado, dimsum, roti bakar dan gerobak kopi juga ada di saparua. 

Saya punya target olahraga lari selama seminggu berturut turut untuk tempat yang dipilih nanti tidak harus di saparua lebih baik yang lokasinya berdekatan dengan rumah. Di masa pandemi lapangan saparua masih ditutup dan belum diperkenankan untuk digunakan olahraga oleh umum. 

Sabtu, 01 Agustus 2020

Evaluasi Proses Menulis

Ide untuk menulis konten tersedia dimana mana. Bisa browsing dari internet, menonton film, membaca buku, diskusi atau mengamati kondisi di sekeliling kita. Selama bulan Juli sampai akhir bulan, saya masih sedikit sekali dalam menulis konten. Terlebih saat ini konten digunakan untuk mendapatkan uang, koneksi baru atau hadiah lainnya.

Meskipun begitu saya harus mengavaluasi apa saja kekurangan saat menulis sehingga kurang produktif. Menulis bisa dimulai dengan mengatur jadwal kapan harus menulis. Dengan jadwal yang sudah diatur setidaknya tulisan bisa dihasilkan karena mau tidak mau harus patuh pada jadwal itu. Selain jadwal ada faktor penting seperti durasi untuk menulis paling tidak antara 1 sampai 3 jam untuk menulis.

Agar energi utnuk menulis tidak habis ada baiknya menulis di saat kondisi tubuh sedang baik. Agar bisa menulis dengan terarah dan mengikuti tema. Saya harus menulis sesuai desk atau bidang yang dikuasai. Modalnya dari latarbelakang yang dibentuk seperti pendidikan, sejarah, ekonomi, sastra dan bidang lainnya. Saya pernah membayangkan seorang penulis di media mendapatkan jobs sains dan teknologi tentunya harus paham betul fakta sains apa yang sedang hangat. Istilah sains paling tidak dari hal hal mendasarnya dulu. .

Kalau memang suka tentang geografi maka banyak banyaklah membaca tentang itu. Kalau ekonomi maka lihat kondisi ekonomi yang terjadi sekarang. Untuk benar benar membuat tulisan yang enak dibaca buku adalah modalnya. Tantangan berat saat ini adalah bisa membaca buku rutin satu bulan satu buku. Buku yang membuat kita jatuh cinta akan mudah untuk menamatkannya. Tidak masalah itu dibaca secafa SKS yang penting selesai dan ada sedikit gambaran besar tentang isi bukunya.

Terlalu banyak platform untuk mempublikasikan cukup membuat pusing. Dibalik itu ada saja orang orang yang bisa aktif di platform lain secara konsisten. Blog bukan lagi satu satunya pilihan. Kalau malas sekali lagi saya tidak akan bisa menghasilkan tulisan yang manis.

Terakhir adalah penggunaan bahasa. Kalau utnuk artikel, tips dan trik atau kolom harus menggunakan  kata singkat, pada dan jelas.  Kalau menulis cerita agar bisa mendapatkan detail, tidak membosankan kosakata harus terus ditambah dan dimainin dalam cerita.

Senin, 29 Juni 2020

Resign dari Biro Psikologi

CONTRAST sebuah coffee shop yang berlokasi di jalan Anggrek Bandung punya daya tarik dari segi kopinya yang enak, baristanya yang terlatih dan berpengalaman ditambah tempat yang mendukung suasana. Saya mengajak seorang teman untuk kopi, teman perempuan karena sejak berlakunya New Normal beberapa tempat di Bandung sudah membolehkan untuk dine in.

Teman perempuan ini bekerja di biro psikologi kurang lebih pekerjaan menyiapkan training perusahaan juga menyediakan rekturment SDM berkualitas. Dia sudah cukup lama bekerja di tempatnya sekarang belakangan sehabis pulang kerja selalu menyempatkan untuk olahraga lari. Lari dengan target sekian kilometer dengan bantuan aplikasi. Banyak sekali memang aplikasi untuk membantu mengukur sudah seberapa jauh berlari. Kalau saja kita berpacaran olahraga berdua tentu menjadi kencan yang mengasikan.

Teman saya ini punya waktu untuk ngopi sehabis pulang kerja. Sore menjelang magrib dia keluar dari tempat kerjanya. Sebelumnya ada pesan whatsapp darinya kalau cuaca di tempat kerjanya sudah turun hujan. Saya sudah punya prediksi kalau ngopi di contrast tidak akan jadi. Saya mengerti kondisi pandemi situasinya belum sepenuhnya aman juga Bandung masih sepi.

Pergi ke contrast tidak akan jadi. Saya menawarkan opsi untuk pergi ke kedai kopi yang dekat dengan tempat kerjanya yaitu Marones ada di Padasuka. Karena faktor jarak dan waktu juga tempat yang dipilih untuk ngopi jadilah ke Dewaji Coffee ada di Ujungberung.

Saya sampai ke Dewaji lebih awal, dia masih diangkot. Saya berkeliling sebentar ke lantai 2 untuk melihat situasi yang terjadi. Saya mengirim pesan di WA ada dilantai bawah. Padahal saya belum masuk masih menunggu diluar disebuah dengan cahaya lampu yang sedikit redup. Coffee shop ini bersebelahan dengan sekolah TK jadi di sekitar halamannya ada beberapa permainan ayunan, serodotan, dll.

Saya dan dia memesan kopi, saya pesan long black tapi adanya americano. Akhirnya saya pesan kopi filter saja dengan kopi rekomendasi dari baristanya. Obr. olan awal terasa cair, kita saling bertukar cerita. Sebenarnya dia sudah mengajukan resign dari tempat kerjanya, tapi masuk kembali karena ada project baru. Bisa dibilang alasan berhenti dari tempat kerjanya karena bos seringkali banyak pekerjaan tidak sesuai job desk.

Kalau sudah benar benar resign dia berencana utnuk melamar di giggle box dan bobobox sebagai social media specialist. Selama pandemi aktivitas larinya sempat terhenti, yang saya lihat darinya waktu itu. Dia sudah menjadi sosok perempuan mandiri, menarik dan bisa merawat diri. Dn gulia hampir sudah berhenti minum minuman dengan gula pasir.

Beberapa pegawai lama di biro psikologi sudah satu persatu keluar. Yang bekerja sekarang adalah para pegawai baru yang bisa dibilang gila kerja dan masih belum mengetahui seperti apa sifat asli dari bosnya itu. Efek dari pandemi tentu terasa beberapa pelatihan harus dibatalkan tentu imbasnya pada pegawai markteting yang kewalahan mencari konsumen lagi.

Minggu, 03 November 2019

Obrolan Bersama Konsumen

Saya belakangan harus mempelajari apa yang menjadi topik obrolan bersama konsumen. Menangani bar manual brew bukan sekedar mengerti asal usul kopi, tapi perlu juga mencairkan suasana sambil membiarkan konsumen memilih kopi. Beruntung kalau bisa membuat konsumen meninggalkan kesan akan kopinya, rata ratanya ada yang minum ditempat karena masih lama menunggu keberangkatan kereta dan adalagi yang sengaja membawanya untuk diminum di kereta dimasukan kedalam tumblr yang dibawa.

Bagi mereka bisa minum kopi yang diinginkan memberi kesan yang menyenangkan.
Paling mudah memulai obrolan bersama konsumen dari menanyakan jam keberangkatan dan antara akan pergi kemana nantinya. Jika konsumen pergi ke Jakarta itu tidak jauh untuk bekerja atau mengunjungi keluarga. Kalau hari ini ada dua orang datang pergi ke Malang, pengetahuan tentang malang ini juga penting. Apa saja hal yang khas di kota ini, kalau yang datangnya sekeluarga tidak perlu banyak mengobrol.

Kopi tidak pernah berdiri sendiri, ada waktu di mana makanan lebih dulu ditanyakan didepan kasir. Dari banyaknya rentetan menu, kasir juga belum pandai merekomendasikan makanan apa yang bisa dipesan dengan cepat atau direkomendasikan. Bulan ini juga ada tea bar, bar yang semunya diisi dengan teh spesial (specialty tea) ada teh single origin dan teh blend racikan dari Sila tea yang berlokasi di Bogor. Teh blend ada banyak macamnya seperti Mojang Geulis yang jadi favoritnya Ridwan Kamil, teh hitam yang dipadukan dengan rempah dan teh hijau dicampur bunga jasmine cocok untuk diminum saat santai. Baiknya satu persatu teh itu bisa saya rasakan, takaran untuk menyeduh teh memah tidak banyak perbandingannya 1:100 1gram teh untuk 100ml air.

Dari sekian banyak konsumen yang datang, ada hal yang kadang tidak terduga. Teman yang sempat kita kenal bisa bertemu dalam satu waktu, dia datang dengan pengalaman yang lebih luas seperti pergi keluar negeri untuk melanjutkan studi lalu sekian lama tidak minum kopi Indonesia dengan metode V60.

Minggu, 30 Juni 2019

Private Opening Daily Routine Espresso

Daily Routine espresso sepertinya dibuat untuk espresso dan sajian kopi turunannya seperti Americano, Cappucino, Latte, Afogato, dll. Dengan bantuan mesin otomasis dibuat untuk memisahkan antara metode manual dan menggunakan mesin.

Private opening tidak seperti namanya orang orang yang datang dari temen sendiri yang buka kedai. Saya mencoba Americanonya ruang bar tidak terlalu besar. Tempat duduk hanya dibuat seperti tembok yang belum selesai.

Minggu, 31 Maret 2019

Dalam Sepekan

Ada satu rubrik di media online beritagar.id yang mengulas tentang berita sepekan. Beberapa berita yang dipilih bersadrkan apa yang sedang ramai dibicarakan, sesuatu yang trending diselingi beberapa artikel ringan berupa tips. Dalam kehidupan seseorang, ada juga berita dalam sepekan yang membahas apa saja yang sudah terjadi. Bisa sifatnya yang menggembirakan, konyol atau hasil pengmatan.

Bulan Maret akan berakhir berlanjut ke bulan April. Saya rasanya masih berhadapan dengan hal serius godaan kuat membaca buku yang harus berbenturan dengan menonton drama Korea, Harusnya dalam sebulan ada 2 buku yang selesai dibaca. Saya menjadi penonton tidak setia drama Korea, saya mencoba tidak sebatas menonton. Tapi mengambil sisi baik sebagai cara belajar bahasa Korea, belajar sinematografi juga alur pikiran penulis skenario yang bisa menjadikan tayangan dramanya jadi baik.

Dalam sepekan, Kedai Preanger harus mengejak waktu buka. Meja dan kursi sudah selesai dikerjakan. Meja dan kursi yang selesai dikirim langsung di plitur

Selasa, 19 Maret 2019

Beli Nasi Kapau Dapat es Teh Manis Gratis

Selasa, 19 Maret 2019

Hidup hemat bukan semata mata membantasi sessuatu itu juga bisa diatasi dengan memanfaatkan sesuatu. Dari yang tadinya banyak mengkonsumsi sekarang jadi memproduksi. Saya sedang berusaha membangun kebiasaan atau timeline harian seorang pengusaha dibidang digital.

Siang hari, saya sudah ada niatan untuk memasak makanan. Cah kangkung yang baru dipanen tadi pagi.Kondisi yang terjadi berbbeda, saya malah ditawari makan nasi padang. Nasi padang bumbunya kuat yaitu nasi kapau di jalan Kliningan, bagi saya ada anggapan kalau penjualnya itu sedikit jutek tapi balik lagi itu kembali kepada suasana hati. Harga nasi padangnya terbilang tinggi disini.

Makan nasi padang itu paling tepat diakhiri dengan minum es teh manis. Kalau memesan langsung uangnya tentu tidak cukup, setahu saja minta air teh di nasi padang itu gratis. Saya minta dua plastik teh sebagai minuman. Lokasi nasi padang berdekatan dengan warkop yang menjual es batu. Saya punya pikiran cara kerja memasak mie di sini bisa dibilang unik. memasukan mie kedalam plastik yang dimasukan kedalam panci. Untuk dua gelas es teh manis tidak perlu banyak membeli es batu.

Sesampainya di pasir jaya, es batu saya bawa kedapur kemudian saya pecahkan es batunya agar nantinya muat kedalam gelas. Air teh yang masih terasa hangat, saya tambahi gula segelas es teh manis bisa langsung dinikmati. Rasanya tidak jauh beda jika memesan langsung dariya.  nasi padang. Usaha pertahanan dan penghematan pun berhasil.

Saya akui nasi kapau punya rasa bumbu yang kuat. Warkop Kliningan pernah dikunjungi juga oleh teman saya, melihat langsung proses pembuatan mie rebusnya. Dalam satu panci air untuk merebus mie digunakan juga untuk membuat minuman.

Malam harinya, hujan sudah berhenti udara cukup terasa dingin. Saya mencoba mencari Jalan Tampomas ditengah tengah kegelapan untuk mencari Mr Guans. Nuansa rumah tempo dulu juga tanaman yang luas memberi kesan yang hangat dan sejuk.