Film Filosofi Kopi yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko telah membawa pengaruh positif dalam melahirkan ide-ide baru dan proyek yang diberkelanjutan. Salah satu contohnya adalah kedai Filosofi Kopi yang berlokasi di bilangan Mentawai, Jakarta Selatan. Tidak hanya itu dengan membawa bendera Viva Barista, Rio Dewanto pemilik kedai Filosofi Kopi dan Muhammad Aga yang berprofesi sebagai Barista di Coffeesmith, Jakarta melakukan penjelajahan untuk menemukan kopi Indonesia. Pada awal-awal foto hasil penjelajahan mereka berdua di posting lewat sebuah akun Instagram @vivabarista.
Tidak lama setelah itu, Viva Barista menjelma menjadi sebuah acara TV yang ditayangkan oleh Metro TV, acara ini dibawakan oleh Rio Dewanto, Muhammad Aga dan Robi Navicula yang berprofesi sebagai musisi, petani kopi dan aktivis lingkungan. Viva Barista tayang dengan durasi yang singkat 30 menit yang dibagi menjadi tiga segmen.
Pada hari Sabtu sore, saya berkesempatan untuk menonton Viva Barista edisi "Kopi Lokal Berjaya di Pasar Global" acara ini rupanya sudah mendapatkan sponsor yaitu sebuah produk pencuci wajah pria yang sedang mengampanyekan tagline "Lelaki Masa Kini" Bandung menjadi tempat penjelajahan mereka bertiga untuk edisi kali ini. Diawali dengan mengunjungi perkebunan kopi di Malabar. Dari apa yang disampaikan oleh pak Aleh selaku petani kopi, kopi Malabar itu sudah ada dari jaman Belanda lalu sempat surut karena wabah kerak daun lalu kembali ramai saat tahun 2000. Ada perkataaan dari pak Aleh yang menarik yaitu "Kopi itu bukan jual beli putus tapi jual beli hati," katanya.
Kemudian cerita berlanjut dari pak Wildan seorang pengusaha kopi yang sudah mengekspor kopi Malabar ke luar negeri seperti Australia dan Jepang. Katanya, kopi Jawa Barat itu dimininati diluar negeri. Bahkan "Java" dari dulu sampai sekarang jadi kata slang. Adanya nama java script juga itu karena penemunya adalah seorang penyuka kopi java.
Pada segmen kedua penonton dibawa untuk mengunjungi kopi Aroma yang khas dari Bandung. Saat ini kopi aroma dikelola oleh generasi kedua, mesin roasting kopinya ada sejak tahun 1930 dan masih digunakan sampai sekarang. Menariknya juga pembakarannya saja menggunakan kayu karet. Kopi aroma adalah kopi yang didiamkan selama 8 tahun dan untuk menyimpan kopinya harus menggunakan karung goni. Pada saat penyimpanan biji kopi berwarna putih dan setelah 8 tahun berubah menjadi warna kuning. Bagi yang punya penyakit diabetes kopi Robusta disarankan untuk konsumsi selain itu juga bermaanfaat bagi stamina pria.
Sejarah tentang kopi sudah dijelaskan pada segmen pertama dan kedua pada segmen terakhir kurang lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kopi hasil racikan barista yang ada di kota Bandung. Dua kedai kopi yang menjadi tujuan Viva Barista edisi minggu ini adalah Dreezel dan Armor kopi. Kedai kopi Dreezel mengedepankan metode manual brewing dalam membuat kopinya. Sedangkan untuk Armor Kopi menawarkan suasana minum kopi di alam bebas. Armor punya sekitar 60 jenis single origin dari seluruh Indonesia, pendirinya sendiri adalah Franz Willy yang bercerita tentang awal pertemuannya dengan kopi Indonesia itu sekitar tahun 2000 di Norwegia. Pada saat di Armor, Aga menunjukan skill meracik kopinya dengan menyajikan kopi yang berkarakter spicy untuk diseruput bersama-sama kala itu.
Sebelum meninggalkan tempat yang sudah dikunjungi, Viva Barista punya sebuah ritual yaitu meninggalkan tanda tangan di Ukulele yang dibawah oleh Robi. Pada akhirnya acara ini membawa semangat demi kopi Indonesia yang lebih baik lagi. Tambahan durasi tayang rasanya perlu mengingat obrolan tentang kopi itu tidak pernah cukup sampai disitu sebelum cerita dan mitos itu benar-benar menjawab rasa ingin tahu.
Senin, 29 Februari 2016
Sabtu, 27 Februari 2016
Kamisan Bersama Ceu Linda si Penyuka Kerupuk
Kedai Preanger di Selontongan, Buah Batu tempatnya memang tidak begitu besar tapi sanggup menampung beberapa anggota Komunitas Aleut setiap hari Kamis untuk Kamisan. Kamisan malam itu dimulai dengan mengulas isu-isu yang terjadi di Bandung. Ada yang mengawali dengan melemparkan isu pembangunan Bandung Teknopolis dan dampaknya pada lingkungan. Arya ketika itu langsung memaparkan kalau pembangunan Bandung Teknopolis itu imbasnya pada lingkungan karena lingkungan sekitar ada pesawah belum lagi disana lada populasi burung. Bandung teknopolis rencananya akan digunakan untuk start-startup yang ada di Bandung mengikuti silikon valley yang menjadi kantor dari sosial media raksasa seperti Google, Facebook dan Twitter. Tahun 2016 ini beberapa start up dari Australia juga Korea sudah mulai masuk ke Indonesia. Pembangunan rencananya akan dimulai tahun 2017.
Berlanjut lagi ke kegiatan resensi yang diselenggarkanan setiap hari Sabtu, hari Sabtu dan Minggu rencananya Aleut akan diundang oleh Trans7 untuk sebuah acara. Yang mewakilinya itu adalah 5 orang. Agenda kalau tidak ada resensi maka akan ada pembahasan karya setiap minggunya setiap orang ketika itu mulai menawarkan idenya masing-masing contohnya Peko yang mengusulkan untuk membahas musik dan pengaruhnya kepada lingkungan sekitar. Abang pun berkaomentar kalau pembahasan musik itu bukanlah hal yang baru karena yang seharusnya dibicarakan pada saat ini bukan lagi ide-ide tapi kita harus mulai mencoba merubah pola pikir. Kalau sekiranya melihat a gunung jangan hanya berkomentar tentang keindahannya saja tapi juga berpikir bagaimkana caranya ketika melihat gunung kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Contohnya mencari tahu rute pendakian, lokasi dan hal-hal lainnya.
Setelah itu sedikit membahas tentang rencana cetak ulang buku Rasia Bandung. Dengan ejaan yang psudah disempurnakan, harapannya saat cetak buku nantinya punya ISBN dengan sistem pemesanan. Ada beberapa nama yang harus diganti salah satunya eh di Surabaya, penkambahan glosarium dan catatan kaki. Diluar dari itu sejak Kamisan dimulai ada saja beberapa dari anggota yang menyebut nyebuag t nama ceu Linda dan kerupuknya. Konon yang diceritakan adalah kemolekan tubuhnya, belum ada sama sekali samar-samar bayangan kecantikannya itu. Rasa pensaran itulah yang membuat saya bertanya tentang siapa sosok Linda itu? Jawabannya bisa ditemukan lewat grup WhatApp Aleut disitu terlihat berita ceu Linda yang tidak lain adalah janda mantan TKW Hongkong asal Jawa Tengah kini usianya 30 tahun.
Ceu Linda sudah tiga kali menikah dan hampir rata-rata yang dinikahinya merasa kewalahan saat bercinta. Ia pun berharap kalau calon yang keempaat tadi punya kepersaan sehingga bisa melayaninya sampai puas. Memanng benar ceu Linda itu punya kelebihan dari segi tubuhnya yang montok.
Untuk rencana ngaleut Minggu ini ditentukan akan pergi ke pemakaman pandu yang berlokasi di jalan Pandu daerah pastur yang saat itu disana ada makan yang ukurannya panjang sampai 17 meter kemudian berkepala 2. Ada cerita dari Chika kalau kemarin-kemarin itu ada palang polisi disana. Makan itu rencananya akan dibangun jalan tol oleh pemkot kota Bandung namun mendapat protes dari warga sekitar.
Dari setiap pertemuan pasti ada inti yang biasanya membawa pada suasana hangat yang lebih terasa. Pada hari itu Peko tengah berbahagia kabarnya baru saja lulus sarjana. Malam itu mari lupakan sejenak apa itu Bandung Teknoolis, novel Rasia Bandung, Makan kristen Pandu, tapi jangan pernah lupakan ceu Linda dan kerupuknya. Terima kasih peko atas nasi kuning, ayam, kentang, sayur, sambal dan tidak lupa juga keru puk. Kamisan minggu ini berakhir dengan perut kenyang dan perkenalan konyol dengan ceu Linda janda penyuka kerupuk.
Berlanjut lagi ke kegiatan resensi yang diselenggarkanan setiap hari Sabtu, hari Sabtu dan Minggu rencananya Aleut akan diundang oleh Trans7 untuk sebuah acara. Yang mewakilinya itu adalah 5 orang. Agenda kalau tidak ada resensi maka akan ada pembahasan karya setiap minggunya setiap orang ketika itu mulai menawarkan idenya masing-masing contohnya Peko yang mengusulkan untuk membahas musik dan pengaruhnya kepada lingkungan sekitar. Abang pun berkaomentar kalau pembahasan musik itu bukanlah hal yang baru karena yang seharusnya dibicarakan pada saat ini bukan lagi ide-ide tapi kita harus mulai mencoba merubah pola pikir. Kalau sekiranya melihat a gunung jangan hanya berkomentar tentang keindahannya saja tapi juga berpikir bagaimkana caranya ketika melihat gunung kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Contohnya mencari tahu rute pendakian, lokasi dan hal-hal lainnya.
Setelah itu sedikit membahas tentang rencana cetak ulang buku Rasia Bandung. Dengan ejaan yang psudah disempurnakan, harapannya saat cetak buku nantinya punya ISBN dengan sistem pemesanan. Ada beberapa nama yang harus diganti salah satunya eh di Surabaya, penkambahan glosarium dan catatan kaki. Diluar dari itu sejak Kamisan dimulai ada saja beberapa dari anggota yang menyebut nyebuag t nama ceu Linda dan kerupuknya. Konon yang diceritakan adalah kemolekan tubuhnya, belum ada sama sekali samar-samar bayangan kecantikannya itu. Rasa pensaran itulah yang membuat saya bertanya tentang siapa sosok Linda itu? Jawabannya bisa ditemukan lewat grup WhatApp Aleut disitu terlihat berita ceu Linda yang tidak lain adalah janda mantan TKW Hongkong asal Jawa Tengah kini usianya 30 tahun.
Ceu Linda sudah tiga kali menikah dan hampir rata-rata yang dinikahinya merasa kewalahan saat bercinta. Ia pun berharap kalau calon yang keempaat tadi punya kepersaan sehingga bisa melayaninya sampai puas. Memanng benar ceu Linda itu punya kelebihan dari segi tubuhnya yang montok.
Untuk rencana ngaleut Minggu ini ditentukan akan pergi ke pemakaman pandu yang berlokasi di jalan Pandu daerah pastur yang saat itu disana ada makan yang ukurannya panjang sampai 17 meter kemudian berkepala 2. Ada cerita dari Chika kalau kemarin-kemarin itu ada palang polisi disana. Makan itu rencananya akan dibangun jalan tol oleh pemkot kota Bandung namun mendapat protes dari warga sekitar.
Dari setiap pertemuan pasti ada inti yang biasanya membawa pada suasana hangat yang lebih terasa. Pada hari itu Peko tengah berbahagia kabarnya baru saja lulus sarjana. Malam itu mari lupakan sejenak apa itu Bandung Teknoolis, novel Rasia Bandung, Makan kristen Pandu, tapi jangan pernah lupakan ceu Linda dan kerupuknya. Terima kasih peko atas nasi kuning, ayam, kentang, sayur, sambal dan tidak lupa juga keru puk. Kamisan minggu ini berakhir dengan perut kenyang dan perkenalan konyol dengan ceu Linda janda penyuka kerupuk.
Minggu, 14 Februari 2016
Bukankah Begitu?
Setelah mengetahui apa yang baru saja terjadi pada Ucok malam itu, aku jadi berpikir bahwa wanita itu gemar juga berselingkuh. Satu hubungan belum cukup, maka hubungan lain perlu dipupuk secara diam-diam oleh mahasiswi bernama Kania. Apa yang terjadi pada Ucok tidak perlu lagi diceritakan secara jelas, silahkan menebak karena itu tidak dilarang sama sekali. Sebelum berhubungan dengan Ucok, mahasiswi jurusan jurnalistik itu sebelumnya pernah aku dengar adalah mantan dari Oding, Oding ini sama-sama satu jurusan jurnalistik. Kelakuannya sering kali menggeletik dan mengundang gelak tawa apalagi kalau dikumpulan bersama teman-temannya yang gila, adalah Aad salah satunya.
Pada malam itu, aku baru saja pulang dari salah satu hotel di Dago untuk menghadiri sebuah acara. Saat sampai ke kedai Wangkong, aku langsung menuju kamar yang lokasinya di lantai I tidak lama datanglah Salman menghampiriku. Dari gelagatnya terlihat ada sesuatu yang tidak beres. Ia seperti kehilangan fokus saat menjawab beberapa pertanyaanku, ia saat itu bilang kalau hubungannya juga sedang diambang putus. Tidak ada komentar dariku pada saat itu. Dalam kondisi kamar yang gelap mataku terpejam menikmati lelap dalam lelahnya aktivitas hari ini.
Malam mendekati pagi terdengar obrolan yang terasa peluh di kamar, suaranya samar-samar tapi aku sempat mendengar obrolan itu cukup jelas. Suara itu adalah suara Salman yang sedang menelepon kekasihnya. Ketika dia bilang hubungannya terancam putus itu ada benarnya. Terbukti dengan permintaan maaf yang diulang-ulang beberapa kali saat di telepon. Dalam obrolan di telepon itu, ia mengaku pada kekasihnya tidak banyak menceritakan permasalahan hubungan mereka pada orang lain. Ada satu kata-katanya yg menurutnya cukup puitis, Salman bilang kalau pun nanti hubungannya berakhir setiap nasehat-nasehat dari kekasihnya itu tidak akan pernah dilupakan bahkan akan menjadi prinsip hidup.
Aku membiarkan obrolan mereka berdua semakin larut dan berakhir tanpa sepengetahuanku. Yang aku rasakan kini sudah pagi lagi, disampingku Anur tertidur lalu ada Salman yang juga tertidur disebelahnya. Muncul pertanyaan dari apa yang terjadi pada Ucok dan Salman, haruskah kita sebagai teman mendengar permasalahan cinta mereka bahkan sampai larut dalam permasalahan itu? Yang terjadi banyak dari kita malah penasaran untuk mengetahui lebih jauh akan apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah begitu?
Pada malam itu, aku baru saja pulang dari salah satu hotel di Dago untuk menghadiri sebuah acara. Saat sampai ke kedai Wangkong, aku langsung menuju kamar yang lokasinya di lantai I tidak lama datanglah Salman menghampiriku. Dari gelagatnya terlihat ada sesuatu yang tidak beres. Ia seperti kehilangan fokus saat menjawab beberapa pertanyaanku, ia saat itu bilang kalau hubungannya juga sedang diambang putus. Tidak ada komentar dariku pada saat itu. Dalam kondisi kamar yang gelap mataku terpejam menikmati lelap dalam lelahnya aktivitas hari ini.
Malam mendekati pagi terdengar obrolan yang terasa peluh di kamar, suaranya samar-samar tapi aku sempat mendengar obrolan itu cukup jelas. Suara itu adalah suara Salman yang sedang menelepon kekasihnya. Ketika dia bilang hubungannya terancam putus itu ada benarnya. Terbukti dengan permintaan maaf yang diulang-ulang beberapa kali saat di telepon. Dalam obrolan di telepon itu, ia mengaku pada kekasihnya tidak banyak menceritakan permasalahan hubungan mereka pada orang lain. Ada satu kata-katanya yg menurutnya cukup puitis, Salman bilang kalau pun nanti hubungannya berakhir setiap nasehat-nasehat dari kekasihnya itu tidak akan pernah dilupakan bahkan akan menjadi prinsip hidup.
Aku membiarkan obrolan mereka berdua semakin larut dan berakhir tanpa sepengetahuanku. Yang aku rasakan kini sudah pagi lagi, disampingku Anur tertidur lalu ada Salman yang juga tertidur disebelahnya. Muncul pertanyaan dari apa yang terjadi pada Ucok dan Salman, haruskah kita sebagai teman mendengar permasalahan cinta mereka bahkan sampai larut dalam permasalahan itu? Yang terjadi banyak dari kita malah penasaran untuk mengetahui lebih jauh akan apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah begitu?
Senin, 30 November 2015
Ulang Tahun Ke-3 Komunitas Stand Up Kabupaten Bandung
Awlnya saya mengira komunitas stand up comedy itu hanya tumbuh di Kota Bandung, semenjak tahu kalau di kabupaten Bandung juga ada komunitasnya saya merubah pikiran tentang anggapan itu. Kabupaten Bandung yang cakupan wilayahnya cukup luas ternyata tidak kalah dengan Kota Bandung. Karena ini adalah sebuah komunitas kegiatan open mic pun tidak lupa selalu dilaksanakan bisa berpindah pindah dari satu cafe ke cafe yang lain.
Sebelum menyampaikan maksud yang sebenarnya dari hadirnya tulisan ini, saya perlu memuji terlebih dahulu akan kekompakan dari komunitas stand up conmedy kabupaten Bandung, mereka mau dengan bersusah payah membangun komunitas ini. Umurnya belum terlalu lama di hari Sabtu kemarin berulang tahun yang ketiga. Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ketiga maka digelar acara berupa open mic dan beragam acara lainnya.
Tidaklah mudah untuk menyampaikan sebuah materi sehingga mampu membuawa orang lain tertawa diperlukan kemampuan khusus untuk itu. Saya merasa pembukaan dari komika belum menampakan sesuatu yang lucu, materi materi yang disampaikan belum begitu matang. Sayang untuk sebuah materi belum bisa disampaikan dengan baik.
Saya melihat kelemahan dari kmunitas ini adalah dari segi manajemekannya. Untuk sebuah acara peryaan ulang tahunnya saja tidak ada sama sekali densain flyer, sering kali para anggotanya membanding bandingkan dengan komunitas stand up comedy kota Bandung.
Sebelum menyampaikan maksud yang sebenarnya dari hadirnya tulisan ini, saya perlu memuji terlebih dahulu akan kekompakan dari komunitas stand up conmedy kabupaten Bandung, mereka mau dengan bersusah payah membangun komunitas ini. Umurnya belum terlalu lama di hari Sabtu kemarin berulang tahun yang ketiga. Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ketiga maka digelar acara berupa open mic dan beragam acara lainnya.
Tidaklah mudah untuk menyampaikan sebuah materi sehingga mampu membuawa orang lain tertawa diperlukan kemampuan khusus untuk itu. Saya merasa pembukaan dari komika belum menampakan sesuatu yang lucu, materi materi yang disampaikan belum begitu matang. Sayang untuk sebuah materi belum bisa disampaikan dengan baik.
Saya melihat kelemahan dari kmunitas ini adalah dari segi manajemekannya. Untuk sebuah acara peryaan ulang tahunnya saja tidak ada sama sekali densain flyer, sering kali para anggotanya membanding bandingkan dengan komunitas stand up comedy kota Bandung.
Senin, 31 Agustus 2015
Taman Film Tanpa Suara
Aku telah berkali kali mengelili Balubur Town Square untuk mencari lokasi dari Taman Film Bandung beberapa kali itu juga hasilnya tidak menunjukan adanya tanda-tanda dari taman itu. Pada malam harinya bersama seseorang, aku ditunjukan jalan menuju ke taman film dan sampailah di taman film yang lokasinya berdekatan dengan Taman Pasupati atau lebih dikenal Taman Jomblo.
Minggu, 31 Mei 2015
Nasehat Untuk Diri Sendiri
Sama seperti menulis untuk menyampaikan kata-kata yang ingin disampaikan kepada orang banyak tidaklah mudah. Kecakapan merangkai kata-kata memang diperlukan ditambah keberanian dan rasa percaya diri untuk membuat semuanya menjadi lancar seperti air yang mengalir. Batu Kuda malam itu suasananya hangat, banyak tenda-tenda berdiri dan ada api unggun yang menyala beriringan dengan nyanyian lagu untuk menguji kekompakan dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
Kamis, 30 April 2015
Sebuah Pengamatan
Saat masih membaca salah satu esai Mengenal Orang Jakarta: Mungkinkah? yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma di paragrap awal diceritakan tentang Budi Darma yang menulis buku Orang-Orang Bloomington, konon buku kumpulan cerita itu ditulis berdasarkan pengamatan ketika sang penulis sedang menimba ilmu di Bloomington. Saya sempat berpikir juga untuk menulis berdasarkan dari pengamatan seperti apa yang dilakukan oleh beliau.
Jujur, rasanya saya kurang sekali mengamati apa yang terjadi, saya adalah orang kabupaten yang pernah berpikir picik tentang tidak adanya hal yang bisa diamati di kabupaten.Ternyata, jika lebih jeli pikiran itu telah menyesatkan. Beberapa hari kemarin, saya mengamati beberapa billboard yang memampang wajah dari bupati kabupaten Bandung, Dadang Nasher. Pada suatu waktu ada sebuah billboard yang bertuliskan “Pilih Mana, dapat uang dari sampah atau banjir karena sampah” saya langsung ingat juga tentang sebuah gerakan kreatif yang digagas oleh walikota Bandung Ridwan bertuliskan “Pilih mana, denda karena nyampah atau traktir aku,” dengan gambar seorang mahasiswi cantik bernama Iis. Komentar saya waktu itu, bupati kabupaten Bandung benar-benar tidak kreatif.
Billboard yang dibuat oleh bupati tidak usah dipedulikan lagi karena pengamatan lain harus berlanjut. Pagi hari, ayah memberikan informasi ringan, kalau hari ini ada pesta rakyat dengan beragam kegiatan ada pentas musik, pameran dan tentunya wisata kuliner rakyat. Sore harinya, saya pergi karena ingin tahu seperti apa pesta rakyat yang dimaksud. Dengan tidak memakan banyak waktu, saya sudah sampai lagi di tempat. Dari jauh belum terdengar kebisingan apa-apa, panggungnya masih kosong hanya suara pembawa acaranya saja yang mencoba mengundang keramaian. Di depan pintu masuk terlihat ada tiga orang remaja yang berselfie ria (tebakan saya) pasti hasil fotonya akan diupload ke facebook atau twitter. Partisipasi aktif masyarakat sekitar belum begitu terasa pada gelaran pesta rakyat ini. Latar belakang ekonomi dan pengaruh akhir bulan bisa jadi faktor, kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk keluar rumah.
Selepas shalat maghrib, saya kembali keluar untuk membeli makanan yaitu sate kambing, ditambah gehu pedas dan cah kangkung. Saat lampu merah menyala, saya berhenti dengan membawa sedikit rasa penasaran. Apakah pesta rakyat malam ini akan ramai oleh masyarakat? Di dekat belokan ada beberapa anak baru gede pengamatan saya tertuju pada sesosok abg yg wajahnya tidak terlalu jelas karena hanya disinari cahaya lampu remang remang. Saya berpikir ketika itu dari manakah abg itu berasal, apa rumahnya berada di gang atau di jalan besar. Apa tujuan dia nongkrong malam ini beda dari malam malam sebelumnya? Lampu hijau kini sudah menyala berakhirlah pengataman saya waktu itu.
Ada satu lagi makanan yang harus saya beli yaitu cah kangkung, mengingat makanan itu harus di masak terlibih dahulu saya menunggu di luar sambil kembali mengamati apa yang terjadi malam itu. Persis satu meter di depan penjual sea food, ada kios batu akik yang terasa sekali masih ramai oleh orangtua dan anak muda yang tergila gila pada pesona batu akik bisa itu dari jenis, warna atau mungkin cerita dibaliknya. Maaf, karena bukan pecinta batu akik tidak ada satu pun namanya yang saya tahu. Beberapa meter motor vespa dan motor jenis lainnya terparkir rapih. Ada beberapa abg yang juga berdiri seperti tidak merasakan dingin karena mereka hanya menggunakan kaos, juga ada yang menggunakan kemeja kotak-kotak. Agar makan malam lengkap saya pun membeli susu murni sekaligus ingin mengamati seperti apa konsep yang disajikan. Nama tempatnya adalah Nyusu Doeloe sepintas bisa mengingatkan pada sebuah kedai kopi dengan nama Ngopi Doeloe atau lebih dikenal dengan Ngopdul konsep tempatnya dikemas menarik tata ruang sederhana tapi tidak mengecewakan. Nyusu Doeloe juga punya logo khusus dengan gambar seorang lelaki khas retro. Kelebihan lainnya adanya free Wi Fi, hari ini siapa yang bisa menolak untuk berlama-lama kalau disuguhi Wi Fi gratis?
Tidak hanya susu, roti bakar, teh dan kopi kemasan, kedai ini juga menyajikan shisa yaitu rokok arab yang punya beraneka rasa. Biasanya pilihan rasanya dari buah-buahan. Bentuk shizanya kecil bisa untuk banyak orang di meja lain ada beberapa anak muda yang dengan lepasnya santai. Oh iya lagu yang diputar malam itu lagu dari Payung Teduh, saya memesan susu dingin rasa coklat. Harganya murah hanya 4.000 rupiah saja.
Berdasarkan dari hasil pengamatan tadi anak muda yang tinggal di daerah mana pun baik itu dekat perkotaan atau punya akses yang jauh, punya keinginan yang berdarah-darah untuk merasakan seperti apa nongkrong dan kebebasan itu. Tidak hanya nongkrong aktivitas lainnya juga bisa dilakukan seperti merokok, bergosip ria, internetan di gadget atau mungkin cuci mata juga bukankah sering kita lihat remaja sekarang itu gaya pacarannya sering kali lebih romantic dari pasangan dewasa yang sudah lama berpacaran. Modal pas pasan pun mereka masih bisa mengajak makan pacaranya walaupun di tempat yang tidak seberapa mungkin juga tidak bergengsi. Sebuah pengamatan ini janganlah dianggap serius karena hanya jejak mata atas sebuah fenomena.
Jujur, rasanya saya kurang sekali mengamati apa yang terjadi, saya adalah orang kabupaten yang pernah berpikir picik tentang tidak adanya hal yang bisa diamati di kabupaten.Ternyata, jika lebih jeli pikiran itu telah menyesatkan. Beberapa hari kemarin, saya mengamati beberapa billboard yang memampang wajah dari bupati kabupaten Bandung, Dadang Nasher. Pada suatu waktu ada sebuah billboard yang bertuliskan “Pilih Mana, dapat uang dari sampah atau banjir karena sampah” saya langsung ingat juga tentang sebuah gerakan kreatif yang digagas oleh walikota Bandung Ridwan bertuliskan “Pilih mana, denda karena nyampah atau traktir aku,” dengan gambar seorang mahasiswi cantik bernama Iis. Komentar saya waktu itu, bupati kabupaten Bandung benar-benar tidak kreatif.
Billboard yang dibuat oleh bupati tidak usah dipedulikan lagi karena pengamatan lain harus berlanjut. Pagi hari, ayah memberikan informasi ringan, kalau hari ini ada pesta rakyat dengan beragam kegiatan ada pentas musik, pameran dan tentunya wisata kuliner rakyat. Sore harinya, saya pergi karena ingin tahu seperti apa pesta rakyat yang dimaksud. Dengan tidak memakan banyak waktu, saya sudah sampai lagi di tempat. Dari jauh belum terdengar kebisingan apa-apa, panggungnya masih kosong hanya suara pembawa acaranya saja yang mencoba mengundang keramaian. Di depan pintu masuk terlihat ada tiga orang remaja yang berselfie ria (tebakan saya) pasti hasil fotonya akan diupload ke facebook atau twitter. Partisipasi aktif masyarakat sekitar belum begitu terasa pada gelaran pesta rakyat ini. Latar belakang ekonomi dan pengaruh akhir bulan bisa jadi faktor, kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk keluar rumah.
Selepas shalat maghrib, saya kembali keluar untuk membeli makanan yaitu sate kambing, ditambah gehu pedas dan cah kangkung. Saat lampu merah menyala, saya berhenti dengan membawa sedikit rasa penasaran. Apakah pesta rakyat malam ini akan ramai oleh masyarakat? Di dekat belokan ada beberapa anak baru gede pengamatan saya tertuju pada sesosok abg yg wajahnya tidak terlalu jelas karena hanya disinari cahaya lampu remang remang. Saya berpikir ketika itu dari manakah abg itu berasal, apa rumahnya berada di gang atau di jalan besar. Apa tujuan dia nongkrong malam ini beda dari malam malam sebelumnya? Lampu hijau kini sudah menyala berakhirlah pengataman saya waktu itu.
Ada satu lagi makanan yang harus saya beli yaitu cah kangkung, mengingat makanan itu harus di masak terlibih dahulu saya menunggu di luar sambil kembali mengamati apa yang terjadi malam itu. Persis satu meter di depan penjual sea food, ada kios batu akik yang terasa sekali masih ramai oleh orangtua dan anak muda yang tergila gila pada pesona batu akik bisa itu dari jenis, warna atau mungkin cerita dibaliknya. Maaf, karena bukan pecinta batu akik tidak ada satu pun namanya yang saya tahu. Beberapa meter motor vespa dan motor jenis lainnya terparkir rapih. Ada beberapa abg yang juga berdiri seperti tidak merasakan dingin karena mereka hanya menggunakan kaos, juga ada yang menggunakan kemeja kotak-kotak. Agar makan malam lengkap saya pun membeli susu murni sekaligus ingin mengamati seperti apa konsep yang disajikan. Nama tempatnya adalah Nyusu Doeloe sepintas bisa mengingatkan pada sebuah kedai kopi dengan nama Ngopi Doeloe atau lebih dikenal dengan Ngopdul konsep tempatnya dikemas menarik tata ruang sederhana tapi tidak mengecewakan. Nyusu Doeloe juga punya logo khusus dengan gambar seorang lelaki khas retro. Kelebihan lainnya adanya free Wi Fi, hari ini siapa yang bisa menolak untuk berlama-lama kalau disuguhi Wi Fi gratis?
Tidak hanya susu, roti bakar, teh dan kopi kemasan, kedai ini juga menyajikan shisa yaitu rokok arab yang punya beraneka rasa. Biasanya pilihan rasanya dari buah-buahan. Bentuk shizanya kecil bisa untuk banyak orang di meja lain ada beberapa anak muda yang dengan lepasnya santai. Oh iya lagu yang diputar malam itu lagu dari Payung Teduh, saya memesan susu dingin rasa coklat. Harganya murah hanya 4.000 rupiah saja.
Berdasarkan dari hasil pengamatan tadi anak muda yang tinggal di daerah mana pun baik itu dekat perkotaan atau punya akses yang jauh, punya keinginan yang berdarah-darah untuk merasakan seperti apa nongkrong dan kebebasan itu. Tidak hanya nongkrong aktivitas lainnya juga bisa dilakukan seperti merokok, bergosip ria, internetan di gadget atau mungkin cuci mata juga bukankah sering kita lihat remaja sekarang itu gaya pacarannya sering kali lebih romantic dari pasangan dewasa yang sudah lama berpacaran. Modal pas pasan pun mereka masih bisa mengajak makan pacaranya walaupun di tempat yang tidak seberapa mungkin juga tidak bergengsi. Sebuah pengamatan ini janganlah dianggap serius karena hanya jejak mata atas sebuah fenomena.
Langganan:
Postingan (Atom)