Kali ini mari kita bicara tentang beberapa roastery yang ada di Bandung dimulai dari Jack Runner yang berlokasi di Ciumbuleuit kemudian ada Terminal Kopi tempat roastingnya ada di Dago Elok hanya dua itu yang aku tahu satu lagi ada SF Roastery yaitu kedai kopi yang meroasting kopinya sendiri. Kesan pertama kali yang muncul, kedai kopi itu mamang dikemas dengan desain yang modern, dingdingnya berwarna putih dan banyak hiasan yang menggantung di kedainya.
Pilihan kopi yang disajikan dimulai dari espresso, americano, cappucino tidak ketinggalan ada manual brewnya dengan metode yang ditawarkan adalah Kalita. Dua orang barista yang melayani waktu itu adalah Luke dan Felix dua-duanya banyak bercerita tentang kopi. Aku waktu itu tertarik mencoba kopi Garut di SF Rostery ini metode manual yang tersedia kala itu adalah Kalita. Dari segi bentuk kettle kalita punya kemiripan dengan kettle untuk V60
Sabtu, 30 April 2016
Senin, 18 April 2016
Ngopi Serius di Kopi Florist
Cara keluar dari kebosanan adalah pergi ke tempat baru sebagai bentuk penyegaran. Keinginan yang begitu kuat hari ini membuatku memutuskan untuk mendatangi salah satu kedai kopi dengan konsep ngopi di kebun. Semua itu menjadi terasa mudah karena ciuaca sore masih cerah dan tidak turun hujan.
Kedai kopi berkonsepkan kebun itu adalah Kopi Florist yang ada di pasar bunga Tegalega. Biarpun sering melewati jalan Tegalega, tapi ini jadi pengalaman pertama masuk ke pasar bunga. Pasar bunga menjual berbagai macam tanaman hias dan bunga yang telah dirangkai untuk ucapan selamat atau penanda kematian.
Kopi Florist lokasinya ada di dalam pasar bunga. Dari pasar bunga masuklah dulu ke dalam lalu ambil belok kanan sekitar beberapa meter akan terlihat tempat duduk yang nyaman juga saung berkaca. masuklah ke dalam maka akan ada desain bar dengan kayu melingkar dan seorang peracik kopi yang siap untuk membuatkan secangkir kopi dengan berbagai macam metode manual brewing.
Aku masuk ke dalam bar lalu disambut oleh seorang lelaki paruh baya dengan badan yang gemuk, lalu ia bertanya kedatanganku darimana. Aku langsung menjawab dari Soreang, ia pun menyebut nama mr bre yang memang kedai yang lokasinya ada disana. Ia bertanya ingin ngopi apa dan aku langsung ditawarinya mencoba kopi Batak dari tanah Sumatera. Aku pun bilang ingin menikmati kopi yang manis, tapi ia menyarankan untuk mencoba kopi dari tanah Sumatera. Maka aku langsung percaya dan mengiyakan saran itu.
Kopi Batak diseduh dengan metode V60 dengan drip dari HARIO bahannaya sendiri dari porselin. Entah kenapa pada waktu itu sang peracik menyerahkan alat-alatnya langsung didepanku dan menyuruh untuk menyeduh sendiri. Setelah ditimbang beberapa gram, kopi Batak langsung digiling di grinder, filter pun dikeluarkan dan ia menyuruh untuk membasahi kertas lebih dulu. Aku mulai meneteskan satu persatu tetesan air ke kopi. ada metode perhitungan gram untuk menjadi ml metode V60 mengharuskan meneteskan air dari tengah agar bisa menyebar semuanya kepinggir. Setiap tetesan membuat lingkaran pada perputaran air ditengah. Tetesan terus berlanjut sampai akhirnya ada di angka 1700 gram.
Timbangan ketika itu menunjukan angka 1740g itu artinya kopi siap untuk diminum. Gelas pun pada waktu itu diputar lebih dulu untuk membuat ekstrasi lebih maksimal. Aku mempersilahkan kepada Abang untuk menyesap kopi lebih dulu, komentarnya pada waktu itu bodynya kuat dan ada rasa manis di akhir. kini giliranku untuk menyesap kopi Batak. Aku pun merasakan hal yang sama, kopi tanah Sumatera dengan karakter body yang kuat, kopi buatan sendiri memang leabih enak.
Tidak beberapa abang menawarkan untuk dibuatkan kopi yang manis masih dengan metode V60, kopi yang ditawarkan waktu itu adalah Linggasari, Linggasari ini ada di daerah Purwakarta. Kini giliranku untuk melihat seperti apa metode menyeduh V60 yang baik. Tidak terasa proses telah selesai, kopi linggasari yang konon katanya manis itu mulai disesap komentarnya waktu itu bodynya mulus dan rasanya manis. Aku juga segera ingin merasaknnya. Aroma yang ditawarkan dari kopi linggasari ini memang kuat aroma gula merahnya, bodnya halus dan rasanya manis.
Kalau bicara soal alat-alat memang di kopi florist ini tidak main-main termasuk juga air untuk menyeduh kopinya. Semuanya memang berkualitas dan satu hal yang menarik untuk membuat espresso menggunakan NOMAD mesin yang dibuat di Swedia. Cara kerjanya juga unik cukup menekan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya sebuah ayunan, aku mengdapat kesempatan juga menyeruput espresso dari kopi medan yang rasanya awalnya asin kemudian terasa pahit yang kuat diakhirnya.
Satu yang tidak ketinggalan, aku ditawari untuk mencoba kopi robusta disini yang dari segi aromanyn seperti kopi arabica. Saat sore mulai berakhir dan berganti malam, satu persatu pengunjung lain mulai berdatangan. Ada informasi akhir April ini ada kompetisi Aero Press, kalau ingin membeli biji kopi yang sudah diroasting bisa langsung datang kesini ada banyak pilihan mulai dari Dewi Ningrum sampai Dewi Kandita.
Kalau ingin ngopi serius datanglah ke kopi Florist dan mulailah bertanya-tanya banyak hal tentang kopi karena para peraciknya tidak segan untuk berbagi.
Kedai kopi berkonsepkan kebun itu adalah Kopi Florist yang ada di pasar bunga Tegalega. Biarpun sering melewati jalan Tegalega, tapi ini jadi pengalaman pertama masuk ke pasar bunga. Pasar bunga menjual berbagai macam tanaman hias dan bunga yang telah dirangkai untuk ucapan selamat atau penanda kematian.
Kopi Florist lokasinya ada di dalam pasar bunga. Dari pasar bunga masuklah dulu ke dalam lalu ambil belok kanan sekitar beberapa meter akan terlihat tempat duduk yang nyaman juga saung berkaca. masuklah ke dalam maka akan ada desain bar dengan kayu melingkar dan seorang peracik kopi yang siap untuk membuatkan secangkir kopi dengan berbagai macam metode manual brewing.
Aku masuk ke dalam bar lalu disambut oleh seorang lelaki paruh baya dengan badan yang gemuk, lalu ia bertanya kedatanganku darimana. Aku langsung menjawab dari Soreang, ia pun menyebut nama mr bre yang memang kedai yang lokasinya ada disana. Ia bertanya ingin ngopi apa dan aku langsung ditawarinya mencoba kopi Batak dari tanah Sumatera. Aku pun bilang ingin menikmati kopi yang manis, tapi ia menyarankan untuk mencoba kopi dari tanah Sumatera. Maka aku langsung percaya dan mengiyakan saran itu.
Kopi Batak diseduh dengan metode V60 dengan drip dari HARIO bahannaya sendiri dari porselin. Entah kenapa pada waktu itu sang peracik menyerahkan alat-alatnya langsung didepanku dan menyuruh untuk menyeduh sendiri. Setelah ditimbang beberapa gram, kopi Batak langsung digiling di grinder, filter pun dikeluarkan dan ia menyuruh untuk membasahi kertas lebih dulu. Aku mulai meneteskan satu persatu tetesan air ke kopi. ada metode perhitungan gram untuk menjadi ml metode V60 mengharuskan meneteskan air dari tengah agar bisa menyebar semuanya kepinggir. Setiap tetesan membuat lingkaran pada perputaran air ditengah. Tetesan terus berlanjut sampai akhirnya ada di angka 1700 gram.
Timbangan ketika itu menunjukan angka 1740g itu artinya kopi siap untuk diminum. Gelas pun pada waktu itu diputar lebih dulu untuk membuat ekstrasi lebih maksimal. Aku mempersilahkan kepada Abang untuk menyesap kopi lebih dulu, komentarnya pada waktu itu bodynya kuat dan ada rasa manis di akhir. kini giliranku untuk menyesap kopi Batak. Aku pun merasakan hal yang sama, kopi tanah Sumatera dengan karakter body yang kuat, kopi buatan sendiri memang leabih enak.
Tidak beberapa abang menawarkan untuk dibuatkan kopi yang manis masih dengan metode V60, kopi yang ditawarkan waktu itu adalah Linggasari, Linggasari ini ada di daerah Purwakarta. Kini giliranku untuk melihat seperti apa metode menyeduh V60 yang baik. Tidak terasa proses telah selesai, kopi linggasari yang konon katanya manis itu mulai disesap komentarnya waktu itu bodynya mulus dan rasanya manis. Aku juga segera ingin merasaknnya. Aroma yang ditawarkan dari kopi linggasari ini memang kuat aroma gula merahnya, bodnya halus dan rasanya manis.
Kalau bicara soal alat-alat memang di kopi florist ini tidak main-main termasuk juga air untuk menyeduh kopinya. Semuanya memang berkualitas dan satu hal yang menarik untuk membuat espresso menggunakan NOMAD mesin yang dibuat di Swedia. Cara kerjanya juga unik cukup menekan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya sebuah ayunan, aku mengdapat kesempatan juga menyeruput espresso dari kopi medan yang rasanya awalnya asin kemudian terasa pahit yang kuat diakhirnya.
Satu yang tidak ketinggalan, aku ditawari untuk mencoba kopi robusta disini yang dari segi aromanyn seperti kopi arabica. Saat sore mulai berakhir dan berganti malam, satu persatu pengunjung lain mulai berdatangan. Ada informasi akhir April ini ada kompetisi Aero Press, kalau ingin membeli biji kopi yang sudah diroasting bisa langsung datang kesini ada banyak pilihan mulai dari Dewi Ningrum sampai Dewi Kandita.
Kalau ingin ngopi serius datanglah ke kopi Florist dan mulailah bertanya-tanya banyak hal tentang kopi karena para peraciknya tidak segan untuk berbagi.
Minggu, 10 April 2016
Kamisan dan Keabsrudan yang Terjadi
Berawal dari kata "gunung" yang diucapkan oleh seorang lelaki bertubuh gempal bernama, Anggi seseorang langsung membayangkan kata itu menuju arti lain dari imajinasi yang dimilikinya adalah Alexxx yang mengulang kata itu dengan nada suara yang lain dibarengi dengan meluncurnya senyum genit dari bibirnya. Inilah awal keabsrudan yang akan memancing hal-hal absurd lainnya. Bahkan kala itu Abang langsung berkomentar "Memang kita semua disini sedang salam keadaan kritis," ini ditujukan untuk para lelaki yang datang saat Kamisan malam itu.
Ghera yang malam itu menggunakan kaos hitam dengan tulisan HOMELESS membuka acara Kamisan dengan melaporkan, kalau Komunitas Aleut akan ikut serta dalam Jelajah Wisata Jawa Barat bersama dengan Smartfren 4GLTE dengan rute Bandung, Sumedang, Majalengka dan Kuningan. Penjelajahan ini memang dalam rangka mempromosikan produk sponsor dan pihak sponsor sendiri memberikan handphone untuk diuji coba pada saat penjelajahan nanti. Tidak hanya Aleut saja yang ikut ada juga komunitas lain seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Blogger Bandung, Stand Up Indo Bandung, Komunitas Film Bandung, dll.
Yang bertugas sebagai notulen pada saat Kamisan adalah Putri yang sering jadi korban bully, sepertinya para pembully sudah paham betul hal apa saja yang bisa jadi bahan bullyan untuknya. Semoga Putri bisa diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, mari sejenak kita doakan bersama-sama. Apa ceritanya masih ingin dilanjut? Selama masih ada yang bisa diceritakan mari kita lanjutkan.
Putri terlihat mulai kesulitan untuk mencatat beberapa informasi yang sudah diucapkan oleh Abang lalu meminta untuk diulang dari awal. Berharap mendapat sambutan yang baik malah teriakan yang harus ia terima. Dengan nada suara yang sedikit nakal mang Alexxx kembali menyela
"Enaknya punya pacar guru itu, kalau tidak mengerti bisa dulang dari awal," katanya. Sontak saja hampir semuanya tertawa terbahak-bahak. Lalu Anggi menimpalinya dengan bahasa Sunda.
"Lamun boga istri guru mah pasti ngomongna maneh teh belet-belet pisan," yang artinya kalau punya istri guru kamu sudah dibilang murid yang bego banget.
Suara tertawa kita semakin meledak-ledak setelah mendengar hal itu. Mang Alexxx dan Anggi memang bisa diandalkan dalam hal mencairkan suasana. Kamisan itu jangan terlalu serius karena anggota DPR saja rapat masih bisa tidur bahkan sampai adu jotos juga. Mulailah Abang dengan obrolannya tentang patung jendral A.H Nasution. Coba bayangkan patung itu yang posisinya berdiri tegak sambil jari telunjuknya menunjuk kedepan berubah menjadi mengacungkan jempolnya kedepan. Tentu saja itu akan menjadi absurd, lagi-lagi hal absurd lainnya terjadi.
Untuk rencana ngaleut minggu ini akan menyelusuri jejak perpindahan pemerintahan Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Perjalanan akan dimulai dari Taman Musik lalu melewati tempat-tempat seperti SMAN 3, Paguyuban Pasundan, Kodam Siliwangi, GOR Saparua, Rumah Teosofi, dll.
Setelah semua disampaikan dan Kamisan pun berakhir, ada yang melanjutkan kembali obrolan hingga larut malam. Pak hari duduk di kursi luar sambil mengobrol dengan seseorang didepannya, Arif memilih untuk pulang. Sedangkan Irfan dan Ghera kembali ke atas untuk melanjutkan aktivitasnya dan yang tersisa di dalm ruangan adalah aku, mang Alexxx, Abang dan Putri. Semoga keabsrudan hari ini bisa memancing terjadinya keabsrudan lain di Kamisan selanjutnya.
*ditulis sambil mendengarkan lagu-lagu dari komposer, Joe Sample
*ditulis sambil mendengarkan lagu-lagu dari komposer, Joe Sample
Langganan:
Postingan (Atom)