Sabtu, 31 Desember 2016

Renungan Sepanjang Tahun 2016

Tahun 2016 begitu berkesan, pertemuan dengan orang-orang baru. Penjelajahan ke alam, mengenal kopi dari sudut pandang yang lain tidak ketinggalan nasehat-nasehat penting tentang kehidupan.

Bung Bilven Sandalista

Setiap kali datang ke kedai lelaki itu selalu menggunakan masker kadang sendiri kadang juga ditemani teman lelakinya yang bisa berganti-ganti wajah. Setiap kali ditanya ingin memesan apa, ketika malam hari jarang sekali menyesap kopi jawaban yang keluar dari mulutnya sering kali wedang uwuh. Cara bicaranya juga santai, tidak tergesa-gesa. Sesekali tersenyum dan secara tidak terduga sering melemparkan humor-humor kecil.

Pertemuan lain berlanjut ketika ada acara susur pantai Selatan yang digagas oleh komunitas Aleut dengan menggunakan motor. Sambil menunggu peserta yang ikut datang semua, sebagian yang sudah datang menonton pertandingan PERSIB lebih dulu. Di depan saya pada waktu  itu tengah duduk Kania perempuan dewasa dengan tampilan memoles cantik, tidak ketinggalan disebalahnya duduk seorang perempuan yang wajahnya masih asing tengah menyantap kwetiau. Begitu semua sudah siap, nama lelaki itu kembali disebut-sebut akan turut dalam perjalanan malam itu. Tidak meleset dari waktu yang disepakati maka datanglah ia dengan motor kuningnya tidak dengan barang bawaan yang banyak yang uniknya malah bercelana pendek.

Rabu, 30 November 2016

Jangan Main-Main Dengan Barry Prima

Untuk menambah postingan dan mendisiplinkan diri dalam hal menulis maka perlu untuk membuat beberapa postingan setiap bulan. Tulisannya bisa apa saja mulai dari refleksi, cerpen, esai, resensi sampai menerjemahkan artikel dalam bahasa Inggris. Di bulan November ini di suatu pagi, saya tergerak untuk mengisi perut dengan bubur Mang Andi, bubur ini punya daya tarik bukan sekedar dari rasanya saja, para pembelinya sampai obrolan yang terjadi kala menikmati bubur. Di samping mang Andi ada penjual kupat tahu dan di ujung pasar buku Palasari ada penjual kelapa muda.

Di sinilah cerita akan bergulir seperti pementasan teater yang harus totalitas. Dua orang penjual kelapa muda sama-sama punya muka masam, terasa kurang ramah dan menjawab seperlunya pertanyaan dari pembeli. Gerakan dalam memecahkan kelapa begitu  menggetarkan.

Senin, 28 November 2016

Terget, Proses dan Latihan Dalam Hidup

Jalan panjang hidup manusia ditentukan dalam proses menjalani dan mengejar target selama satu tahun. Seorang olahragawan misalnya untuk menjadi juara di sebuah ajang olimpiade atau kompetisi perlu giat latihan selama berminggu-minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan. Pegawai kantoran yang setiap harinya padat bisa saja tahun ini harus rela menikmat ergeti hari-hari santai di masa pensium. Menerima gaji setiap bulan sambil mengurus anak cucu atau menjalani hobi yang selama ini tertunda. Bagi pengantin baru, hidup berdua dalam satu rumah dan tidur dalam satu kasur adalah sebuah perubahan yang jelas nyata harus dijalani.

Target-target kecil bisa dimulai, mencoba sesuatu yang baru adalah cara keluar dari kebosanan. Kalau saja poltik atau olahraga adalah sesuatu yang berat cobalah perlahan gali sisi menarik yang mampu membuka pikiran. Seseorang bisa maju dan berada dalam titik puncak karena terus berusaha untuk mengejar impiannya. Yang sering kali jadi hambatan adalah berpikir terlalu jauh bahkan yang lebih bahaya terus-menerus tenggelam dalam kemalasan. Bangsa Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang produktif, kalau terus menerus dimanjakan oleh hasil inovasi bangsa lain. Kuncinya adalah mau belajar dan berani mencoba.

Satu tahun merupakan waktu yang penting untuk belajar, berlatih, menahan diri dari hal-hal yang tidak perlu. Apa yang tampak indah di depan mata sering kali luput kalau dibalik itu semua ada proses panjang tidak serta merta terjadi begitu saja. Bacalah buku paling tidak setahun sekali. Sejarah hidup orang-orang besar yang sukses di bidangnya ada kalanya perlu dibaca agar bisa menjadi semacam dorongan untuk berbuat hal serupa demi kehidupan yang lebih menyenangkan.

Senin, 24 Oktober 2016

Public Cupping di Noah Barn

Pada awal awal mencoba kopi asli di sebuah cafe saya sempat ngobrol dengan barista yang waktu itu bertugas. Sebelum menyeduh saya disarankan untuk mencium dulu aroma kopi, kopi yang tertutup tas plastik itu saya cium baristanya bilang kalau kopinya sudah lama. Saya mengiyakan saja untuk menyeduh kopi itu. Setelah kopi tersaji obrolan tentang kopi kembali berlanjut, saya disarankan untuk mencoba datang ke Noah Barn sebuah coffee shop yang punya alat alat canggih.

Pergi ngopi ke Noah Barn tidak pernah saya niatkan dengan baik. Mengingat lokasi dan tempatnya cukup besar rasanya tidak fleksibel untuk bergerak. Saat tahu ada public cupping disana. Ruang parkir untuk motor tidak begitu besar saat memasuki pintu masuk saya disambut oleh waiters yang menanyakan tentang cupping, kemudian saya disuruh langsung ke belakang. NOAH BARN lokasinya cukup luas, tatanan kursi mejanya dibuat dengan mewah.

Public Cupping berlokasi di ruangan paling ujung yang juga menjadi tempat gudang. Di gudang itu dipenuhi oleh karung-karung kopi dan plastic bag berisikan beans yang sudah di roasting. Yang lain dari pada public cupping sebelumnya pesertanya tidak hanya di kalangan anak muda saja, tapi ada juga orang tua yang sudah berubah suami istri datang begitu kompak. Kopi kopi yang akan di cupping datang dari benua afrika. Ada dari ethiopia, kenya, rwanda, tanzania dan el costa total ada 2 cup.

Mencium aroma satu persatu menjadi cara untuk membuka cupping. Mencium aroma kopi pada saat kering tentu perlu keahlian.

Kamis, 30 Juni 2016

Bulan Juli Bersemi

Acchhh...sudah bulan Juli lagi di bulan ini juga umat islam akan bertemu dengan hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal hari Lebaran. Kemarin malam, saya baru mendapat gaji dari Abang hasil menjaga kedai beberapa hari. Hanya sekedar gaji alakadarnya bukan THR. Saat datang waktu buka, saya bersama beberapa orang teman sepakat untuk membeli mie ayam dan baso di jalan Karawitan. Semangkuk baso harganya tidak mahal hanya Rp 10.000 saja dan mie ayam Rp 8.000,- untuk mie ayam ditambah baso harganya bisa jauh diatas rata-rata yaitu Rp 17.000 hal itulah yang membuat saya kaget juga penasaran. Untuk memastikannya, saya bertanya langsung dan benar saja harganya memang segitu.

Mari kita bicara Sari sekarang, dia adalah seorang anggota Komunitas Aleut yang baru. Sehari-hari bekerja di bidang travel, nama perusahaannya adalah M-Tour dulunya adalah Cipaganti. Sekarang kepemilikannya ada investor dari Filipina. Dulu Cipaganti sempat mengalami masa kejayaan juga pelopor dalam bidang travel karena ada kesan terlalu terburu-buru dalam mengembangkan usahanya. Pada akhirnya yang terjadi perusahannya malah gulung tikar, perputaraan uang investor lembat menjadi salah satu penyebabnya.

Bekerja di bidang travel mengharuskannya menggunakan baju yang rapi. Setiap Senin dan Selasa menggunakan baju resmi, hari Rabu dan Kamis menggunakan stelan rapih sedangkan hari Jumat dan  Sabtu bisa menggunakan kaos berkerah. Sari ini belum banyak saya ketahui asal usulnya, status percintaan masih sendiri dan di Bandung tinggal di kosan yang letaknya ada di jalan BKR. Karena masih sendiri tidak jarang dia dan temannya yaitu Thinthin sering menjadi korban bully sampai hari terakhir menjelang lebaran, ia belum diberi libur rencananya di hari lebaran akan mudik ke kampung halamannya.

Absennya Iwan di hari Rabu membuat saya harus masuk menggantikannya, suasana sore itu belum ada sesuatu pun yang menunjukan akan adanya pengujung. Bekerja di kedai kopi membuat harus mempersiapkan hal-hal yang perlu yaitu teh yang siap untuk dituangan dan es batu untuk minuman dingin. Malam hari terasa sepi ditambah hujan mengguyur Solontongan, Bilven datang malam itu bersama dengan temannya membawa buku Pernik KAA 2015 yang sudah dicetak. Buku ini dicetak bekerjasama dengan penerbit Ultimus dan sempat ada kesalahan cetak di alamat website milik penerbit buku ini.

Di hari terakhir bulan Juni masih ada Kamisan, Iwan absen bekerja. Saya jadi teringat orbolan malam ini tentang tujuan hidup lalu teringat akan keinginan di lebaran tahun lalu. Kalau sudah bekerja ingin memberikan THR kepada keponakan dan saudara-saudara yang ada di kampung halaman. Yang terjadi pekerjaan jelas belum ada, kalau tidak ingin bekerja di orang lain bekerjalah untuk diri sendiri. Betapa nikmatnya bisa menentukan THR sesuai dengan keinginan sendiri.

Selasa, 31 Mei 2016

Purwakarta Hari Ini

Hari ini 12 orang anggota Komunitas Aleut akan berangkat menuju kabupaten Purwakarta. Perberangkatan yang tadinya dimulai pukul 5 pagi mengalami sedikit keterlambatan. Travel yang dipesan mengalami kendala dijalan sehingga kita semua harus berangkat jam 7 kurang sepuluh menit. Perjalanan kesana bisa dibilang lancar tidak mengalami kendala macet dijalan sehingga jam 8 lebih sudah sampai ditempat.

Peserta semuanya berkumpul di depan balai panyawangan dan terlebih dulu mengharuskan untuk daftar ulang. Para peserta yang lebih dulu datang terlihat sudah menggunakan kaos putih bertuliskan "Purwakarta Walking Tour 2016" disela-sela daftar ulang ulang ada juga komunitas lain yang baru saja datang mereka adalah komunitas Pecandu Buku. Setelah selasai registrasi ulang para peserta diarahkan oleh panitia ke tempat ganti baju

Semua peserta kini telah berkumpul di halaman balai panyawangan. Panitia yang bertugas saat ini langsung menginformasikan tentang tata terbib dan rute yang dilewati nanti. Tidak lupa ada sambutan dari kepala bidang dinas pariwisata kabupaten Purwakarta. Ada sekitar 5 kelompok pada acara Walking Tour kali ini, setiap kelompok akan dipandu oleh 2 orang LO yang datang dari mojang dan jajaka. Setiap rutenya pada peserta akan diberi kata kunci untuk menuju rute wisata selanjutnya. Adanya acara ini dimaksudnya untuk mengenalkan Purwakarta yang kini kondisinya sudah berubah.

Aku masuk kedalam kelompok Yudistira yang rute pertamanya adalah Balai Panyawangan. Lokasinya tidak jauh dari tempat berkumpul tadi cuma perlu melangkah kaki beberapa langkah saja. Dari depan pintu masuk sudah berdiri beberapa orang petugas yang siap menyambut kedatangan kita. Balai Panyawangan adalah sebuah museum yang mendokumentasikan semua sejarah tentang Purwarkarta. Usianya sendiri baru satu tahun disini bisa ditemukan sejarah tertulis dilengkapi dengan objeknya tidak ketinggalan ada audio digital dalam bentuk buku yang menceritakan sejarah secara informatif. Museum ini dibuka setiap hari dan tidak dikenakan biaya. Inovasi digital lain yang tidak kalah menarik adalah sepeda digital yang didepannya ada layar yang ketika dikayauh pedalnya seolah-olah kita sedang berjalan menyelusuri Purwakarta. 

Jumat, 27 Mei 2016

Hantu yang Menakutkan

Univeristas Pendidikan Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai UPI punya sebuah museum pendidikan nasional yang umurnya baru 1 tahun. Tidak hanya itu, museum ini juga dilengkapi dengan sebuah teater terbuka dengan kursi melingkar dan diatasnya ditutup oleh jaring-jaring dengan bentuk seperti laba-laba. Sebuah grup musik keroncong menamakan diri mereka Badami selesai menyanyikan beberapa lagu. Meja bulat yang jumlahnya sekitar empat buah mulai diisi oleh beberapa pembicara dari kalangan penulis, praktisi dan tokoh pendidikan dalam sebuah tema stop pemberangusan buku.

Diskusi yang diadakan dalam bentuk panel itu dipandu oleh seorang moderator perempuan ini. Begitu lihai membuka dengan basa-basi yang indah. Kesempatan pertama bicara diberikan kepada Muhidin M Dahlan, seorang aktivis literasi.Ia bercerita pernah mengalami beberapa kali pemboitan bukunya pada tahun 2006 kemudian berlanjut pada tahun 2016.

Moderator menyerahkan kesempatan bicara selanjutnya pada Anton Kurnia, seseorang yang dikenal sebagai penerjemah, ia bercerita tentang pengalamannya di Jakarta tentang pemberangusan buku pada acara Asean Literary Festival (ATF) cara penyampaiannyan memang lebih sering mengaitkan dengan sastra sastra dunia yang dia terjemahkan. Sebebelumnya semua masalah perijinan sudah diurus dengan baik

Dari Anton lalu berpindah ke Ahda, cara penyampaiannyan tidak bisa lepas dari peran kepenyairannya. Membuka dengan salam lalu menyapa mahasiswa tidak ketinggalan menyapa mahasiswinya juga dengan penuh rasa cinta.

Sabtu, 30 April 2016

SF Roastery

Kali ini mari kita bicara tentang beberapa roastery yang ada di Bandung dimulai dari Jack Runner yang berlokasi di Ciumbuleuit kemudian ada Terminal Kopi tempat roastingnya ada di Dago Elok hanya dua itu yang aku tahu satu lagi ada SF Roastery yaitu kedai kopi yang meroasting kopinya sendiri. Kesan pertama kali yang muncul, kedai kopi itu mamang dikemas dengan desain yang modern, dingdingnya berwarna putih dan banyak hiasan yang menggantung di kedainya.

Pilihan kopi yang disajikan dimulai dari espresso, americano, cappucino tidak ketinggalan ada manual brewnya dengan metode yang ditawarkan adalah Kalita. Dua orang barista yang melayani waktu itu adalah Luke dan Felix dua-duanya banyak bercerita tentang kopi. Aku waktu itu tertarik mencoba kopi Garut di SF Rostery ini metode manual yang tersedia kala itu adalah Kalita. Dari segi bentuk kettle kalita punya kemiripan dengan kettle untuk V60


Senin, 18 April 2016

Ngopi Serius di Kopi Florist

Cara keluar dari kebosanan adalah pergi ke tempat baru sebagai bentuk penyegaran. Keinginan yang begitu kuat hari ini membuatku memutuskan untuk mendatangi salah satu kedai kopi dengan konsep ngopi di kebun. Semua itu menjadi terasa mudah karena ciuaca sore masih cerah dan tidak turun hujan.

Kedai kopi berkonsepkan kebun itu adalah Kopi Florist yang ada di pasar bunga Tegalega. Biarpun sering melewati jalan Tegalega, tapi ini jadi pengalaman pertama masuk ke pasar bunga. Pasar bunga menjual berbagai macam tanaman hias dan bunga yang telah dirangkai untuk ucapan selamat atau penanda kematian.

Kopi Florist lokasinya ada di dalam pasar bunga. Dari pasar bunga masuklah dulu ke dalam lalu ambil belok kanan sekitar beberapa meter akan terlihat tempat duduk yang nyaman juga saung berkaca. masuklah ke dalam maka akan ada desain bar dengan kayu melingkar dan seorang peracik kopi yang siap untuk membuatkan secangkir kopi dengan berbagai macam metode manual brewing.

Aku masuk ke dalam bar lalu disambut oleh seorang lelaki paruh baya dengan badan yang gemuk, lalu ia bertanya kedatanganku darimana. Aku langsung menjawab dari Soreang, ia pun menyebut nama mr bre yang memang kedai yang lokasinya ada disana. Ia bertanya ingin ngopi apa dan aku langsung ditawarinya mencoba kopi Batak dari tanah Sumatera. Aku pun bilang ingin menikmati kopi yang manis, tapi ia menyarankan untuk mencoba kopi dari tanah Sumatera. Maka aku langsung percaya dan mengiyakan saran itu.

Kopi Batak diseduh dengan metode V60 dengan drip dari HARIO bahannaya sendiri dari porselin. Entah kenapa pada waktu itu sang peracik menyerahkan alat-alatnya langsung didepanku dan menyuruh untuk menyeduh sendiri. Setelah ditimbang beberapa gram, kopi Batak langsung digiling di grinder, filter pun dikeluarkan dan ia menyuruh untuk membasahi kertas lebih dulu. Aku mulai meneteskan satu persatu tetesan air ke kopi. ada metode perhitungan gram untuk menjadi ml metode V60 mengharuskan meneteskan air dari tengah agar bisa menyebar semuanya kepinggir. Setiap tetesan membuat lingkaran pada perputaran air ditengah. Tetesan terus berlanjut sampai akhirnya ada di angka 1700 gram.

Timbangan ketika itu menunjukan angka 1740g itu artinya kopi siap untuk diminum. Gelas pun pada waktu itu diputar lebih dulu untuk membuat ekstrasi lebih maksimal. Aku mempersilahkan kepada Abang untuk menyesap kopi lebih dulu, komentarnya pada waktu itu bodynya kuat dan ada rasa manis di akhir. kini giliranku untuk menyesap kopi Batak. Aku pun merasakan hal yang sama, kopi tanah Sumatera dengan karakter body yang kuat, kopi buatan sendiri memang leabih enak.

Tidak beberapa abang menawarkan untuk dibuatkan kopi yang manis masih dengan metode V60, kopi yang ditawarkan waktu itu adalah Linggasari, Linggasari ini ada di daerah Purwakarta. Kini giliranku untuk melihat seperti apa metode menyeduh V60 yang baik. Tidak terasa proses telah selesai, kopi linggasari yang konon katanya manis itu mulai disesap komentarnya waktu itu bodynya mulus dan rasanya manis. Aku juga segera ingin merasaknnya. Aroma yang ditawarkan dari kopi linggasari ini memang kuat aroma gula merahnya, bodnya halus dan rasanya manis.

Kalau bicara soal alat-alat memang di kopi florist ini tidak main-main termasuk juga air untuk menyeduh kopinya. Semuanya memang berkualitas dan satu hal yang menarik untuk membuat espresso menggunakan NOMAD mesin yang dibuat di Swedia. Cara kerjanya juga unik cukup menekan ke kiri dan ke kanan seperti layaknya sebuah ayunan, aku mengdapat kesempatan juga menyeruput espresso dari kopi medan yang rasanya awalnya asin kemudian terasa pahit yang kuat diakhirnya.

Satu yang tidak ketinggalan, aku ditawari untuk mencoba kopi robusta disini yang dari segi aromanyn seperti kopi arabica. Saat sore mulai berakhir dan berganti malam, satu persatu pengunjung lain mulai berdatangan. Ada informasi akhir April ini ada kompetisi Aero Press, kalau ingin membeli biji kopi yang sudah diroasting bisa langsung datang kesini ada banyak pilihan mulai dari Dewi Ningrum sampai Dewi Kandita.

Kalau ingin ngopi serius datanglah ke kopi Florist dan mulailah bertanya-tanya banyak hal tentang kopi karena para peraciknya tidak segan untuk berbagi.

Minggu, 10 April 2016

Kamisan dan Keabsrudan yang Terjadi

Berawal dari kata "gunung" yang diucapkan oleh seorang lelaki bertubuh gempal bernama, Anggi seseorang langsung membayangkan kata itu menuju arti lain dari imajinasi yang dimilikinya adalah Alexxx yang mengulang kata itu dengan nada suara yang lain dibarengi dengan meluncurnya senyum genit dari bibirnya. Inilah awal keabsrudan yang akan memancing hal-hal absurd lainnya. Bahkan kala itu Abang langsung berkomentar "Memang kita semua disini sedang salam keadaan kritis," ini ditujukan untuk para lelaki yang datang saat Kamisan malam itu.

Ghera yang malam itu menggunakan kaos hitam dengan tulisan HOMELESS membuka acara Kamisan dengan melaporkan, kalau Komunitas Aleut akan ikut serta dalam Jelajah Wisata Jawa Barat bersama dengan Smartfren 4GLTE dengan rute Bandung, Sumedang, Majalengka dan Kuningan. Penjelajahan ini memang dalam rangka mempromosikan produk sponsor dan pihak sponsor sendiri memberikan handphone untuk diuji coba pada saat penjelajahan nanti. Tidak hanya Aleut saja yang ikut ada juga komunitas lain seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Blogger Bandung, Stand Up Indo Bandung, Komunitas Film Bandung, dll.

Yang bertugas sebagai notulen pada saat Kamisan adalah Putri yang sering jadi korban bully, sepertinya para pembully sudah paham betul hal apa saja yang bisa jadi bahan bullyan untuknya. Semoga Putri bisa diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, mari sejenak kita doakan bersama-sama. Apa ceritanya masih ingin dilanjut? Selama masih ada yang bisa diceritakan mari kita lanjutkan.

Putri terlihat mulai kesulitan untuk mencatat beberapa informasi yang sudah diucapkan oleh Abang lalu meminta untuk diulang dari awal. Berharap mendapat sambutan yang baik malah teriakan yang harus ia terima. Dengan nada suara yang sedikit nakal mang Alexxx kembali menyela

"Enaknya punya pacar guru itu, kalau tidak mengerti bisa dulang dari awal," katanya. Sontak saja hampir semuanya tertawa terbahak-bahak. Lalu Anggi menimpalinya dengan bahasa Sunda.

"Lamun boga istri guru mah pasti ngomongna maneh teh belet-belet pisan," yang artinya kalau punya istri guru kamu sudah dibilang murid yang bego banget. 

Suara tertawa kita semakin meledak-ledak setelah mendengar hal itu. Mang Alexxx dan Anggi memang bisa diandalkan dalam hal mencairkan suasana. Kamisan itu jangan terlalu serius karena anggota DPR saja rapat masih bisa tidur bahkan sampai adu jotos juga. Mulailah Abang dengan obrolannya tentang patung jendral A.H Nasution. Coba bayangkan patung itu yang posisinya berdiri tegak sambil jari telunjuknya menunjuk kedepan berubah menjadi mengacungkan jempolnya kedepan. Tentu saja itu akan menjadi absurd, lagi-lagi hal absurd lainnya terjadi. 

Untuk rencana ngaleut minggu ini akan menyelusuri jejak perpindahan pemerintahan Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Perjalanan akan dimulai dari Taman Musik lalu melewati tempat-tempat seperti SMAN 3, Paguyuban Pasundan, Kodam Siliwangi, GOR Saparua, Rumah Teosofi, dll. 

Setelah semua disampaikan dan Kamisan pun berakhir, ada yang melanjutkan kembali obrolan hingga larut malam. Pak hari duduk di kursi luar sambil mengobrol dengan seseorang didepannya, Arif memilih untuk pulang. Sedangkan Irfan dan Ghera kembali ke atas untuk melanjutkan aktivitasnya dan yang tersisa di dalm ruangan adalah aku, mang Alexxx, Abang dan Putri. Semoga keabsrudan hari ini bisa memancing terjadinya keabsrudan lain di Kamisan selanjutnya.

*ditulis sambil mendengarkan lagu-lagu dari komposer, Joe Sample 

Kamis, 31 Maret 2016

Tiga Fakta Membuka Mata

Sosok presenter Najwa Shihab yang dikenal lewat acara Mata Najwa di METRO TV kini tampil beda setiap hari Kamis malam membawakan sebuah acara baru 360 yang konsep acaranya mengulas tiga fakta selama 60 menit. Karakter tegas dan kritis masih melekat pada sosok Najwa di tayangan acara ini.
Ada tiga fakta yang disajikan hari ini yaitu penyakit langka di Indonesia, Islam Damai dan Tiga Sirip Hiu. Penyakit langka ini membahas tentang penyakit treacher collins syndrom yaitu kelainan langka karena tulang pipi kurang terbentuk. Narasumbernya adalah seorang ibu dengan anak perempuannya bernama Olin yang menderita penyakit langka ini. Penyakit langka ini membuat seorang anak kesulitan bernafas dan telinganya perlu dibantu dengan alat bantu dengar.

Ibu yang juga menderikan komunitasas para penderita penyakit langka ini bercerita kalau di Malaysia itu pihak kerajaan memberikan jaminan pengobatan gratis untuk rakyatnya yang menderita penyakit langka dan di Taiwan sendiri ada kmunitas untuk para penderita. Di dunia setiap minggunya ditemukan jenis penyakit baru untuk Indonesia sebuah penyakit bisa dikatakan langka jika 1 berbanding 2000 penduduk.

Fakta yang kedua adalah Islam Damai, hari ini gerakan kelompok islam radikal seperti ISIS begitu mengkhawatirkan. Untuk meluruskan pandangan tentang islam seorang grand imam al azhar Ahmed Al-Tayeb melakukan kunjungan ke Indonesia salah satu negara yang populasi umat islamnya paling banyak di dunia. Dalam kunjungannya grand imam Al-Azhar ini menyampaikan nasehat-nasehat dengan mengunjungi istana presiden Indonesia, UIN Syarifhidayatullah Jakarta, UIN Malang dan Pondok Modern Gontor.

Dalam nasehatnnya itu ia menyampaikan sampaikanlan pesan damai, jangan mudah mengkafirkan seseorang dan jangan ada pertikain lagi antara syiah dan suanni. Di samping itu ada juga Muslim Council of Elders  yaitu komunitas para ulama muslim yang fokusnya menyebarkan pesan-pesan perdamaian. Anggotanya sendiri tersebar dari seluruh dunia dan yang mewakili Indonesia adalah Dr Muhammad Quraish Shihab dalam wawancara oleh Valdya Baraputri dia menyampaikan semakin tinggi pemahaman seseorang tentang islam maka akan semakin rendah hatinya dia.

Salah satu memberi dari MCE menyampaikan selama ini fokus islam itu hanya di Timur Tenga sedaah semata sebenarnya begitu banyak negara-negara islam yang belum dikunjungi contoh seperti Indonesia. Dia ingin merasakan seperti apa islam tumbuh di negara-negara lain.

Fakta ketiga di 360 adalah Surga Sirip Hiu, hiu yang nyatanya dilindungi oleh pemerintah di kota-kota besar malah menjadi ladang bisnis kuliner. Perputaran uang dalam bisnis ini bisa mecarai milyaran rupiah pertahunnya. dalam wawancara bersama nelayan di lombok oleh Aviani Malik hiu sudah menjadi mata penceharian nelayan sehari-hari. Ada beberapa hal yang menyebabkan ikan hiu masih diburu karena harga jualnya tinggi dan kedua kraarena kurangnya sosialisai yang massive.

Hiu martil dan hiu koboy yang dilindungi masih saja menjadi buruan nelayan. ketika sedang ramai harga hiu martil yang ukurannya kecil bisa mencapi 4 juga perkilo kalau sedang menurun harganya hanya 2 juta. Nelayan di pulau Maringkik NTB rata-rata masih menangkap hiu, soal itu dilindungi mereka tidak tahu menahu dan apakah kalau mereka berhenti menangkap hiu yang dilundungi pemerintah akan menjamin kehidupan nelayan disana. Salah seorang nelayan bilang kalau setiap pagi itu hiu selalu muncul di lautan dan tidak pernah punah.

Harga ikan hiu termahal itu spesiesnya pangkong bentuknya seperti buaya bisa mencapai 8 juta perkilo. Untuk harga daging ikan hiu diperkirakan 1,3 juta dan harga sirip ikan hiu mencapai 2 juta. Apa mau dikata dibalik larangan menangkap ikan hiu yang dilundungi ada nelayan dan rakyat disana yang bergantung hidup dari menangkap ikan hiu.

Acara 360 ditutup tanpa membaca puisi seperti Mata Najwa, presenter menutup acaranya denga singkkata-kata yang singkat, padat dan jelas namun tidak mampu menghilangkan kesan seorang Najwa Shibab yang kritis. "Demikianlah 360 tiga fakta membuka mata," itulah kata-kata yang diucapkan saat menutup acara.

Selasa, 29 Maret 2016

Membuang Ilmu

Selasa, 29 Maret 2016
Di sebuah cafetaria kala itu masih pagi, ada seorang pria berkacamata menghampiriku dia bertanya apa di lingkungan kampus ini diperbolehkan untuk merokok. Aku menjawab kalau merokok itu diperbolehkan karena tempat ini memberi ruang untuk para perokok. Toh di negeri kita ini bebas mempromosikan produk rokok secara besar-besaran. Ia pun tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkanku. Ada kemungkinan, ia mulai mencari tempat untuk menyulut rokoknya.

Pesanan kopi susu yang aku pesan baru saja diantarkan ke meja oleh pramusaji wanita biasanya dipanggil teteh. Membiarkan kopi menjadi dingin selagi masih panas bukanlah hal yang nikmat maka aku segera menyeruput kopi itu. Selain kopi ada teman pelengkap yang sengaja dibawa yaitu donat dengan taburan gula merah. Aku kembali melanjutkan membaca novel yang memasuki halaman 200 lebih. Di meja depan ada beberapa orang mahasiswa yang berkumpul, membicarakan banyak hal termasuk gosip yang terjadi di kalangan teman-teman mereka.

Aku masih terhanyut dalam cerita dari novel "O" karya Eka Kurniawan. Ada sesuatu terjadi yang tidak kusadari, pria separuh baya berkacama itu kembali menghampiriku untuk kedua kalinya. Kursi yang kosong didudukinya. Lalu ia mulai mencairkan suasana dengan pertanyaan-pertanyaan ring
an dan obrolan yang sudah dipersiapkannya. Guna menanggapi, aku mencoba menyimak obrolannya dengan saling menatap mata. Ini bukanlah bentuk dari pendekatan hati melainkan sebagai bentuk penghormatan juga apresiasi.

Statusnya saat ini adalah seorang bapak yang sedang mengantar anaknya untuk ikut lomba di kampus hari ini. Profesinya adalah seorang jurnalis di majalah forum dia bukan berasal dari Bandung melainkan dari pulau Sumatera tepatnya Bangka Belitung. Aku pun ditanyai banyak hal mulai dari jurusan, asal darimana sampai organisasi yang diikuti di kampus.

Dia memaparkan kalau tingkat pendidikan perguruan tinggi itu ada empat diantaranya politeknik, institut, sekolah tinggi dan universitas. Aku pun baru tahu soal ini lalu ia sempat bertanya apa di kampus ini ada fakultas kedokteran? kalau pun nanti akan ada fakultasnya baiknya dimulai dari fakultas MIPA seperti jurusan biologi, matematika, fisika, kimia, dll.

Saat bicara soal oganiasi kampus, ia malah menyarankan untuk masuk HMI bukan karena alasan politik tapi lebih untuk tahu apa saja yang terjadi dalam organiasi ini. Ia pun mengaku saat jadi maasiswa di Universitas Padjajaran sempat aktif di HMI namun menolak dengan kelas untuk turun demo ke jalanan. Caranya untuk mengkritisi menulis dan ikut organisasi pers di kampus. Senior dan teman-temannya di HMI dulu kini ada yang di Belanda dan menjadi politikus. Alasannya senang di bidang profesinya sekarang karena bisa bertemu dengan banyak orang.

Ada pesan yang bisa menjadi bahan refleksi diri contohnya apa-apa yang kita baca dalam buku, kalau tidak diterapkan maka itu akan menjadi kosong. Ilmu itu ketika dibuang bukanlah berkurang tapi akan semakin bertambah. Setelah sebotol fresh tea habis diteguknya, kedua mata berkacamata itu mulai giat menengok ke kiri dan ke kanan. Melihat lomba sudah dimulai, ia pun berpamitan untuk pergi. Aku sempat bertanya bersalaman dan bertanya siapa nama lengkap dari bapak, ia pun menjawab Prakamitra.

Senin, 29 Februari 2016

Viva Barista: Cerita dan Mitos Dibalik Secangkir Kopi

Film Filosofi Kopi yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko telah membawa pengaruh positif dalam melahirkan ide-ide baru dan proyek yang diberkelanjutan. Salah satu contohnya adalah kedai Filosofi Kopi yang berlokasi di bilangan Mentawai, Jakarta Selatan. Tidak hanya itu dengan membawa bendera Viva Barista, Rio Dewanto pemilik kedai Filosofi Kopi dan Muhammad Aga yang berprofesi sebagai Barista di Coffeesmith, Jakarta melakukan penjelajahan untuk menemukan kopi Indonesia. Pada awal-awal foto hasil penjelajahan mereka berdua di posting lewat sebuah akun Instagram @vivabarista.

Tidak lama setelah itu, Viva Barista menjelma menjadi sebuah acara TV yang ditayangkan oleh Metro TV, acara ini dibawakan oleh Rio Dewanto, Muhammad Aga dan Robi Navicula yang berprofesi sebagai musisi, petani kopi dan aktivis lingkungan. Viva Barista tayang dengan durasi yang singkat 30 menit yang dibagi menjadi tiga segmen.

Pada hari Sabtu sore, saya berkesempatan untuk menonton Viva Barista edisi "Kopi Lokal Berjaya di Pasar Global" acara ini rupanya sudah mendapatkan sponsor yaitu sebuah produk pencuci wajah pria yang sedang mengampanyekan tagline "Lelaki Masa Kini" Bandung menjadi tempat penjelajahan mereka bertiga untuk edisi kali ini.  Diawali dengan mengunjungi perkebunan kopi di Malabar. Dari apa yang disampaikan oleh pak Aleh selaku petani kopi, kopi Malabar itu sudah ada dari jaman Belanda lalu sempat surut karena wabah kerak daun lalu kembali ramai saat tahun 2000. Ada perkataaan dari pak Aleh yang menarik yaitu "Kopi itu bukan jual beli putus tapi jual beli hati," katanya.

Kemudian cerita berlanjut dari pak Wildan seorang pengusaha kopi yang sudah mengekspor kopi Malabar ke luar negeri seperti Australia dan Jepang. Katanya, kopi Jawa Barat itu dimininati diluar negeri. Bahkan "Java" dari dulu sampai sekarang jadi kata slang. Adanya nama java script juga itu karena penemunya adalah seorang penyuka kopi java.

Pada segmen kedua penonton dibawa untuk mengunjungi kopi Aroma yang khas dari Bandung. Saat ini kopi aroma dikelola oleh generasi kedua, mesin roasting kopinya ada sejak tahun 1930 dan masih digunakan sampai sekarang. Menariknya juga pembakarannya saja menggunakan kayu karet. Kopi aroma adalah kopi yang didiamkan selama 8 tahun dan untuk menyimpan kopinya harus menggunakan karung goni. Pada saat penyimpanan biji kopi berwarna putih dan setelah 8 tahun berubah menjadi warna kuning. Bagi yang punya penyakit diabetes kopi Robusta disarankan untuk konsumsi selain itu juga bermaanfaat bagi stamina pria.

Sejarah tentang kopi sudah dijelaskan pada segmen pertama dan kedua pada segmen terakhir kurang lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kopi hasil racikan barista yang ada di kota Bandung. Dua kedai kopi yang menjadi tujuan Viva Barista edisi minggu ini adalah Dreezel dan Armor kopi. Kedai kopi Dreezel mengedepankan metode manual brewing dalam membuat kopinya. Sedangkan untuk Armor Kopi menawarkan suasana minum kopi di alam bebas. Armor punya sekitar 60 jenis single origin dari seluruh Indonesia, pendirinya sendiri adalah Franz Willy yang bercerita tentang awal pertemuannya dengan kopi Indonesia itu sekitar tahun 2000 di Norwegia. Pada saat di Armor, Aga menunjukan skill meracik kopinya dengan menyajikan kopi yang berkarakter spicy untuk diseruput bersama-sama kala itu.

Sebelum meninggalkan tempat yang sudah dikunjungi, Viva Barista punya sebuah ritual yaitu meninggalkan tanda tangan di Ukulele yang dibawah oleh Robi. Pada akhirnya acara ini membawa semangat demi kopi Indonesia yang lebih baik lagi. Tambahan durasi tayang rasanya perlu mengingat obrolan tentang kopi itu tidak pernah cukup sampai disitu sebelum cerita dan mitos itu benar-benar menjawab rasa ingin tahu.

Sabtu, 27 Februari 2016

Kamisan Bersama Ceu Linda si Penyuka Kerupuk

Kedai Preanger di Selontongan, Buah Batu tempatnya memang tidak begitu besar tapi sanggup menampung beberapa anggota Komunitas Aleut setiap hari Kamis untuk Kamisan. Kamisan malam itu dimulai dengan mengulas isu-isu yang terjadi di Bandung. Ada yang mengawali dengan melemparkan isu pembangunan Bandung Teknopolis dan dampaknya pada lingkungan. Arya ketika itu langsung memaparkan kalau pembangunan Bandung Teknopolis itu imbasnya pada lingkungan karena lingkungan sekitar ada pesawah belum lagi disana lada populasi burung. Bandung teknopolis rencananya akan digunakan untuk start-startup yang ada di Bandung mengikuti silikon valley yang menjadi kantor dari sosial media raksasa seperti Google, Facebook dan Twitter. Tahun 2016 ini beberapa start up dari Australia juga Korea sudah mulai masuk ke Indonesia. Pembangunan rencananya akan dimulai tahun 2017.

Berlanjut lagi ke kegiatan resensi yang diselenggarkanan setiap hari Sabtu, hari Sabtu dan Minggu rencananya Aleut akan diundang oleh Trans7 untuk sebuah acara. Yang mewakilinya itu adalah 5 orang. Agenda kalau tidak ada resensi maka akan ada pembahasan karya setiap minggunya setiap orang ketika itu mulai menawarkan idenya masing-masing contohnya Peko yang mengusulkan untuk membahas musik dan pengaruhnya kepada lingkungan sekitar. Abang pun berkaomentar kalau pembahasan musik itu bukanlah hal yang baru karena yang seharusnya dibicarakan pada saat ini bukan lagi ide-ide tapi kita harus mulai mencoba merubah pola pikir. Kalau sekiranya melihat a gunung jangan hanya berkomentar tentang  keindahannya saja tapi juga berpikir bagaimkana caranya  ketika melihat gunung kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Contohnya mencari tahu rute pendakian, lokasi dan hal-hal lainnya.

Setelah itu sedikit membahas tentang rencana cetak ulang buku Rasia Bandung. Dengan ejaan yang psudah disempurnakan, harapannya saat cetak buku nantinya punya ISBN dengan  sistem pemesanan. Ada beberapa nama yang harus diganti salah satunya eh di Surabaya, penkambahan glosarium dan catatan  kaki. Diluar dari itu sejak Kamisan dimulai ada saja beberapa dari anggota yang menyebut nyebuag t nama ceu Linda dan kerupuknya. Konon yang diceritakan adalah kemolekan tubuhnya, belum ada sama sekali samar-samar bayangan kecantikannya itu. Rasa pensaran itulah yang membuat saya bertanya tentang siapa sosok Linda itu? Jawabannya bisa ditemukan lewat grup WhatApp Aleut disitu terlihat berita ceu Linda yang tidak lain adalah janda mantan TKW Hongkong asal Jawa Tengah kini usianya 30 tahun.

Ceu Linda sudah tiga kali menikah dan hampir rata-rata yang dinikahinya merasa kewalahan saat bercinta. Ia pun berharap kalau calon yang keempaat tadi punya kepersaan sehingga bisa melayaninya sampai puas. Memanng benar ceu Linda itu punya kelebihan dari segi tubuhnya yang montok.

Untuk rencana ngaleut Minggu ini ditentukan akan pergi ke pemakaman pandu yang berlokasi di jalan Pandu daerah pastur yang saat itu disana ada makan yang ukurannya panjang sampai 17 meter kemudian berkepala 2. Ada cerita dari Chika kalau kemarin-kemarin itu ada palang polisi disana. Makan itu rencananya akan dibangun jalan tol oleh pemkot kota Bandung namun mendapat protes dari warga sekitar.

Dari setiap pertemuan pasti ada inti yang biasanya membawa pada suasana hangat yang lebih terasa. Pada hari itu Peko tengah berbahagia kabarnya baru saja lulus sarjana. Malam itu mari lupakan sejenak apa itu Bandung Teknoolis, novel Rasia Bandung, Makan kristen Pandu, tapi jangan pernah lupakan ceu Linda dan kerupuknya. Terima kasih peko atas nasi kuning, ayam, kentang, sayur, sambal dan tidak lupa juga keru puk. Kamisan minggu ini berakhir dengan perut kenyang dan perkenalan konyol dengan ceu Linda janda penyuka kerupuk.

Minggu, 14 Februari 2016

Bukankah Begitu?

Setelah mengetahui apa yang baru saja terjadi pada Ucok malam itu, aku jadi berpikir bahwa wanita itu gemar juga berselingkuh. Satu hubungan belum cukup, maka hubungan lain perlu dipupuk secara diam-diam oleh mahasiswi bernama Kania. Apa yang terjadi pada Ucok tidak perlu lagi diceritakan secara jelas, silahkan menebak karena itu tidak dilarang sama sekali. Sebelum berhubungan dengan Ucok, mahasiswi jurusan jurnalistik itu sebelumnya pernah aku dengar adalah mantan dari Oding, Oding ini sama-sama satu jurusan jurnalistik. Kelakuannya sering kali menggeletik dan mengundang gelak tawa apalagi kalau dikumpulan bersama teman-temannya yang gila, adalah Aad salah satunya.

Pada malam itu, aku baru saja pulang dari salah satu hotel di Dago untuk menghadiri sebuah acara. Saat sampai ke kedai Wangkong, aku langsung menuju kamar yang lokasinya di lantai I tidak lama datanglah Salman menghampiriku. Dari gelagatnya terlihat ada sesuatu yang tidak beres. Ia seperti kehilangan fokus saat menjawab beberapa pertanyaanku, ia saat itu bilang kalau hubungannya juga sedang diambang putus. Tidak ada komentar dariku pada saat itu. Dalam kondisi kamar yang gelap mataku terpejam menikmati lelap dalam lelahnya aktivitas hari ini.

Malam mendekati pagi terdengar obrolan yang terasa peluh di kamar, suaranya samar-samar tapi aku sempat mendengar obrolan itu cukup jelas. Suara itu adalah suara Salman yang sedang menelepon kekasihnya. Ketika dia bilang hubungannya terancam putus itu ada benarnya. Terbukti dengan permintaan maaf yang diulang-ulang beberapa kali saat di telepon. Dalam obrolan di telepon itu, ia mengaku pada kekasihnya tidak banyak menceritakan  permasalahan hubungan mereka pada orang lain. Ada satu kata-katanya yg menurutnya cukup puitis, Salman bilang kalau pun nanti hubungannya berakhir setiap nasehat-nasehat dari kekasihnya itu tidak akan pernah dilupakan bahkan akan menjadi prinsip hidup.

Aku membiarkan obrolan mereka berdua semakin larut dan berakhir tanpa sepengetahuanku. Yang aku rasakan kini sudah pagi lagi, disampingku Anur tertidur lalu ada Salman yang juga tertidur disebelahnya. Muncul pertanyaan dari apa yang terjadi pada Ucok dan Salman, haruskah kita sebagai teman mendengar permasalahan cinta mereka bahkan sampai larut dalam permasalahan itu? Yang terjadi banyak dari kita malah penasaran untuk mengetahui lebih jauh akan apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah begitu?